Beranda Politik YUA, Pejuang Parlemen Jalanan Menuju Kursi Legislatif

YUA, Pejuang Parlemen Jalanan Menuju Kursi Legislatif

501
1
Yudi Utama Arsyad, SM., - Calon Legislatif Kab. Bombana, Daerah Pemilihan 2 yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Minggu, 22/07/2018)
Yudi Utama Arsyad, SM., - Calon Legislatif Kab. Bombana, Daerah Pemilihan 2 yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Minggu, 22/07/2018)

WONUABOMBANA.COM, POLTIM – Kontestasi perpolitikan kian marak menjadi perhatian bagi kaum muda-mudi Indonesia khusunya di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara, tidak sedikit kaum muda-mudi yang ikut mendaftarkan diri dalam bursa pencalonan Legislatif di tahun 2019 mendatang.

Hampir semua Partai Politik yang ada di Bombana mendaftarkan kader mudanya untuk bertarung pada lima Daerah Pemilihan (Dapil) yang tersebar di 22 kecamatan.

Tanpa terkecuali pemuda asal Poleang Timur yang merupakan aktivis pemerhati sosial, lingkungan, dan daerah ini juga telah mendapatkan dorongan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipimpin oleh Amiadin, SH., untuk maju sebagai Calon Legislatif di Dapil 2 Bombana (Poleang Timur, Poleang Selatan, Poleang Utara, dan Poleang Tenggara).

Dikenal dengan nama Yudi Utama Arsyad alias YUA (lebih familiar dengan nama Yudi Sanrego) terutama dikalangan milenial, serta terbilang usianya yang masih muda untuk menjadi wakil rakyat di parlemen tetapi hal itu tidak menghalanginya untuk mengabdikan diri untuk masyarakat. Tekad dan niatnya selalu bulat dalam mengambil sebuah keputusan.

Menyangkut masyarakat banyak adalah alasan dirinya untuk tetap berjuang, terutama dari segi kesejahteraan, keadilan sosial, dan pemerataan pembangunan daerah adalah fokus utamanya.

Baca Juga : Anak M. Salim Rigay Siap Bertarung di Dapil II Kendari dan Kendari Barat

Langkah menjadi calon legislatif ini sudah pas di tempuhnya, mengingat sepak terjang Yudi Sanrego yang telah membuktikan diri dalam peranan sebagai sosok solutif terhadap beberapa kasus yang ada di daerah tentunya. Sebut saja, terkait dengan kasus sertifikasi Guru triwulan IV tahun 2016 senilai Rp. 10,7 Milyar, atas pengawalannya dana tersebut berhasil diperjuangkan lalu di bayarkan kembali kepada Guru se Kabupaten Bombana.

Tidak hanya sampai disitu, selama berjalan dipelosok-pelosok daerah dirinya banyak menemukan ketimpangan sosial dan ketimpangan terhadap perekonomian rakyat, tentu penyebab terjadinya ketimpangan-ketimpangan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, diantaranya terkait kondisi Pendidikan, kondisi ekonomi, kondisi kesehatan, kondisi terkait kurangnya lapangan pekerjaan, dan termasuk perbedaan status sosial masyarakat.

“sehingga hal-hal tersebut diatas, kiranya bisa menjadi pertimbangan dan rujukan dasar dalam hal pengambilan kebijakan publik bagi daerah”, terang Yudi dalam Press Releasenya kepada WonuaBombana.com.

Peran pemuda sebagai lokomotif perubahan, adalah beban dan tanggungjawab besar baginya untuk tetap konsisten dalam garis-garis perjuangan, sehingga hal itu bisa menjadi self control baginya dikemudian hari.

“orientasi utama saya sebagai anggota Legislatif kelak adalah untuk memastikan dan sebagai kontrol bagi pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat secara universal terkhusus yang ada di Wonua I Bombana tercinta ini”, Tegas Sanrego.

Menjawab soal peluang dan persentase dirinya terkait kemungkinan keterpilahan di Wilayah Pemilihannya, dirinya merasa yakin dan optimis dengan adanya dukungan serta dorongan dari para Tokoh-tokoh Masyarakat.

“saya tetap optimis mendapatkan satu kursi, yang Muda memang minim pengalaman, akan tetapi menjajikan masa depan. Sementara yang tua, banyak pengalaman sehingga meninggalkan kenangan”, tutupnya. (w/b)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here