Beranda ASPIRASI YN Merasa Ditipu Oleh “KADES” Watu Watu

YN Merasa Ditipu Oleh “KADES” Watu Watu

86
0

WONUABOMBANA.COM, LANTARI JAYA – Bantuan Rumah Khusus Desa Watu-watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, (Sultra) ternyata tak semulus yang dibayangkan. Isu yang berkembang adanya Pungutan Liar (PUNGLI) Bantuan Perumahan Khusus (Rp10 Juta/Orang) ternyata benar adanya. (YN) contohnya, orang susah/miskin dan telah “Membayar”, akan tetapi tidak juga dapat Bantuan Rumah Khusus sesuai perjanjian. Ujarnya, Jum’at 9/2/2018.

Selaku warga Desa Watu-watu (YN) yang telah lama bermukim di Desa setempat selama (14 tahun). Warga pindahan dari Poleang ini rupanya merasa kecewa atas sikap Kepala Desa terhadapnya. Dirinya tidak pernah menyangka akan diperlakukan seperti itu.

Katanya, awal mula dia bisa terdaftar sebagai salah satu warga penerima bantuan, melalui informasi yang telah didengarnya.

“Awalnya saya mendapatkan informasi/berita bahwa, akan ada BANTUAN RUMAH yang akan masuk di Desa Watu-watu. Alhasil, bergegaslah saya menghadap kerumah Kepala Desa bersama (Lagoku). Namun, setelah tiba disana, saya malah dimintai uang/boleh Dapat Bantuan Rumah Khusus Asalkan Membayar. Maka membayarlah saya dengan perjanjian bisa diangsur”, Ujar YN.

Dengan berjalannya waktu, singkat cerita pergilah kembali (YN) kerumah Kepala Desa Watu-watu sebab, dirinya telah mendengar orang-orang yang mendapatkan bantuan itu, sudah ada yang masuk. Setelah tiba disana dia ditanya mana kwitansinya?. Sontak (YN) memperlihatkan kwitansi yang dimilikinya. Setelah itu kwitansi dilihat dan minta untuk dipegang oleh Kepala Desa, akan tetapi (YN)  bertahan.

Nah, keesokan harinya, datanglah kembali (YN) kerumah Kepala Desa Watu-watu karena dipanggil kembali. Sekira (YN), dirinya akan menyetor lagi sisa tunggakan bila merujuk sesuai perjanjian yang telah disepakati.

“Namun, tiba disana saya juga heran pasalnya, uang saya mau dikembalikan. Akan tetapi saya bertahan sebab perjanjian sebelumnya walaupun diangsur akan tetapi terima rumah, Bukan malah kembali uang. Sehingga terbukalah Kepala Desa bahwa saya tidak ada namaku dalam daftar (Tidak mendatkan bantuan rumah). Akhirnya saya menyimpulkan untuk pulang dan kwitansi tetap saya pegang hingga kini”.

Sambung (YN) menjelaskan, sebenarnya memang harga rumah yang dibebankan terhadapnya sebanyak (Rp10 Juta). Akan tetapi, Dirinya diminta (DP)  Rp2.500.000 Langkah awal. Selanjutnya bisa diangsur. “Bisa bayar  I kali,  II kali, III kali, Bahkan Bisa Sampai IV kali sampai mencukupi/lunas 10 Juta”, Paparnya.

BACA JUGA :  Tahun ini, Paskibraka Bombana Dipuji Bupati
Kwitansi Bukti Pembayaran Korban, 9/02/2018 (Sumber Data : Dok. WB)

Untuk itu, (YN) berharap semoga Kepala Desa Watu-watu (Musakkir) bisa merealisasikan perjanjian sebelumnya. Sebab dirinya katanya, tidak mau terima walaupun uangnya akan dikembalikan. Pasalnya, itu sudah keluar dari perjanjian.

Warga setempat pun yang ada pada saat Wawancara membenarkan hal tersebut yang tau banyak selama ini perekrutan/penyeleksian warga yang benar-benar warga setempat dan layak untuk mendapatkan bantuan. Seperti yang miskin, warga yang belum memiliki rumah, punya rumah namun menggunakan tenda, belum lagi kalau cacat fisik itu adalah preoritas Bantuan Rumah Khusus ini. Dan tidak ada biaya sama sekali/Gratis, Jelasnya.

Tambahnya, persyaratanyapun jelas bukan hanya ditanda tangani oleh Panitia dan Kepala Desa, melainkan stempel desa dengan materai menjadi pelengkap persyaratan tersebut katanya.

“Sebenarnya nama (YN) tahap seleksi pertama ada. Namun ironisnya, seleksi kedua hingga kini (penerimaan), entah kenapa nama (YN) malah hilang”, Tegas saksi yang ada pada saat wawancara.

Untuk diketahui, (YN) merupakan warga Desa Watu-watu, kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana (sultra)  yang tinggal jauh dari keramaian Ibu Kota Desa Watu-watu. Tempatnya berada didusun (II) di tengah padang/jalan menuju perusahaan baru PT. JHONLIN BATU MANDIRI (Perusahaan Gula) sebelah kanan. Nah, di tengah padang itulah dirinya tinggal dan menggarap sawah. (YN) adalah seorang PETANI.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa yang bersangkutan tidak dapat dihubungi saat kami coba menghubungi via telpon selular. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here