Beranda Wawancara Eksklusif Wawancara Eksklusif WonuaBombana.com dengan Direktur PT. Surya Saga Utama

Wawancara Eksklusif WonuaBombana.com dengan Direktur PT. Surya Saga Utama

1830
0
Direktur PT. Surya Saga Utama - Kasra Jaru Munara
Direktur PT. Surya Saga Utama - Kasra Jaru Munara

WONUABOMBANA.COM – Surya Saga Utama (SSU) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang usaha pertambangan dan pemurnian biji nikel menjadi feronikel (Smelter) yang terletak di Lampangi Jaya, SP4, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Belum lama ini wartawan WonuaBombana.com mengadakan wawancara eksklusif dengan Direktur PT. SSU, Kasra Jaru Munara, sebagai sosok baru yang ada di jajaran direksi perusahaan. Kasra (demikian nama panggilan Kasra Jaru Munara) sebenarnya bukan sosok baru di lingkungan Kabupaten Bombana karena dia pernah mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat di Pilkada Bombana tahun 2017.

Kasra, sebelum maju dalam Pilkada Bombana 2017 adalah seorang manajer senior di Schlumberger, sebuah  perusahaan multinasional yang bergerak di bidang jasa pertambangan minyak dan gas bumi yang berkantor pusat di Paris, Perancis dan Houston, Amerika Serikat. Kasra terakhir ditugaskan oleh Schlumberger di Singapura selama 4 tahun dimana sebelumnya dia ditugaskan di Eropa Timur (mencakupi wilayah Romania,  Ukrainia, Hungaria, Bulgaria, Georgia dan Turki) selama 2,5 tahun, di Pakistan selama 3,5 tahun dan di Iran selama 1,5 tahun.

Meski telah mencapai kesuksesan karir di manca negara, dirinya tetap selalu berpikir untuk kemajuan kampung halamannya di Bombana. Awal 2016, dia kemudian memutuskan keluar dari Schlumberger, perusahaan tempat dia berkarir selama 18 tahun lebih, dengan harapan ingin berpartisipasi dan memberikan kontribusi langsung untuk kampung para leluhurnya itu.

Pasca Pilkada Bombana, Kasra memutuskan untuk tetap berkiprah di Sulawesi Tenggara dan Bombana khususnya. Hingga kemudian dia ditawarkan oleh Blackspace Group (induk perusahaan PT SSU) untuk bergabung dengan PT SSU sebagai Direktur. Dengan pengalaman industri dan pertambangan yang dimiliki baik di tingkat nasional maupun internasional, dia diharapkan bisa membawa PT SSU menjadi perusahaan yang handal dan terdepan di bidang pertambangan dan industri kedepan.

Tanggal 4 Juli lalu, Kasra bersama CEO Blackspace, Oleg Bundukov menerima kunjungan kerja Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara dan Bupati Bombana berserta rombongan di smelter PT. SSU guna membahas rencana PT. SSU untuk membangun Bandar Udara (airport) di Tedubara, Kabaena Utara. Bandara tersebut punya peran strategis dalam menunjang kegiatan operasional perusahan. Bilamana terealisasi maka airport tersebut akan menjadi yang pertama di Kabupaten Bombana.

Direktur SSU (Kasra J Munara) bersama CEO Blackspace (Oleg Bundukov) menerima kunjungan kerja Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara dan Bupati Bombana berserta rombongan di smelter PT. SSU
Direktur SSU (Kasra J Munara) bersama CEO Blackspace (Oleg Bundukov) menerima kunjungan kerja Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara dan Bupati Bombana berserta rombongan di smelter PT. SSU

Berikut petikan wawancara dengan Kasra Jaru Munara selaku Direktur PT. SSU.

Apa kontribusi yang dapat diberikan oleh PT. Surya Saga Utama kepada daerah ?

“ Hal yang paling mendasar dan paling instan yang dapat kami berikan kepada Daerah adalah persoalan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi anak-anak daerah, dimana saat ini komposisi ketenagakerjaan didalam Perusahaan kami adalah 90 persen lebih adalah putra-putri Bombana dari total karyawan sebanyak 570 Orang. Selebihnya adalah tenaga kerja asing (TKA) sebanyak 34 Orang saja.

Sehingga dalam prosesnya, konsep Transfer of Knowledge dari para tenaga ahli luar negeri dapat diserap oleh para pekerja lokal. Yang pada akhirnya, para pekerja Asing itu nanti dapat kita pulangkan bila pekerja lokal kita sudah memiliki keahlian yang didapatkan dari konsep transfer of knowledge itu tadi.

Dari segi ekonomi, sebagai gambaran, saat ini total jumlah gaji karyawan yang kami bayarkan tiap bulannya adalah hampir mencapai Rp. 3. 000.000.000,- (3 Milyar Rupiah). Bisa dibayangkan jumah uang sebesar itu dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat yang ada di Kabaena tentunya.

Kemudian, terkait rencana pembangunan bandar udara, disamping bertujuan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan, bandar udara tersebut dapat membantu program Pemerintah Daerah untuk memajukan sektor pariwisata seperti yang ada di Tangkeno (Negeri diatas Awan) sebab saat ini salahsatu kendalanya adalah persoalan aksesibilitas ketempat wisata tersebut. Bisa jadi dengan keberadaan Bandara ini mampu memberikan income kepada Daerah akibat potensi peningkatan nilai jual objek pajak ”. Belum lagi dari sektor lainnya seperti perdagangan bahan-bahan komoditas daerah seperti mete, gula merah, cengkeh, kopra dan lain-lain, volume transaksi akan lebih besar lagi.

Apa Target Pengembangan PT. SSU Kedepannya ?

“Saat ini kami sedang dalam proses penambahan alat produksi (tungku), karena untuk sekarang kami hanya punya 2 tungku yang sedang operasi dan rencananya akan ditambah 8 tungku lagi sehingga nantinya akan ada 10 tungku yang berproduksi. Sudah tentu penambahan tungku smelter ini akan membutuhkan tambahan tenaga kerja sekitar 2000 (dua ribu) orang dan kami akan memberikan prioritas utama kepada tenaga kerja local.

Blackspace Group juga berencana untuk membangun smelter di Kabupaten Morowali, dan juga rencana pembangunan smelter untuk logam lain seperti Mangan dan Bauksit (bauxite) di daerah lain.  Sehingga salahsatu fokus kami juga kedepan adalah pengembangan Sumber Daya Manusia yang kami miliki untuk dipergunakan skill nya pada proyek-proyek berikutnya ”.

Benarkah Kepemilikan Saham PT. SSU di Kuasai Oleh Asing (Rusia) ?  

“ Sebenarnya pemegang-pemegang saham sudah nasional semua. Pimpinan Blackspace Group berkeinginan untuk menjadikan PT. Surya Saga Utama (PT. SSU) betul-betul murni dikelola oleh orang Indonesia, dimana Blackspace Group sifatnya hanya membantu memasarkan produknya (SSU) diluar negeri, kemudian mencari mitra-mitra yang professional termasuk investor lainnya. Sehingga, produknyapun misalnya Feronikel itu bisa dikenal diluar Negeri sebagai produk yang berasal dari Kabaena, Bombana dan Indonesia ”.

Apa Harapan PT. Surya Saga Utama kedepannya ?

“Kami berharap, Pemerintah juga bisa membantu kami dalam hal memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kehadiran perusahaann ini mempunyai dampak positif terahadap sosial ekonomi masyarakat. Dampak negatif, ya kita tidak bisa pungkiri itu pasti ada, tapi kami bertekad untuk meminimalisir hal itu menjadi sekecil mungkin, karena keberadaan kami di sana akan lama dan jangka panjang tentunya. Jadi, dampak negatif terhadap lingkungan, terhadap masyarakat kita ingin tekan sekecil mungkin dan kita perbesar manfaat keberadaan perusahaan tersebut

Kami juga berpikir kedepan untuk bekerja sama lebih jauh dengan pihak kampus dalam mencari dan menyiapkan “talent” atau calon tenaga kerja yang bertalenta. Saya pribadi berpikir untuk berkolaborasi dengan perusahaan lain yang ada di Sultra untuk membuat sekolah politeknik yang dapat mencetak tenaga kerja “skilled” siap pakai untuk industri dan pertambangan. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here