Beranda BOMBANA Utang Jasa ‘Jamkesda’ Akan Dibayarkan Bulan September Mendatang

Utang Jasa ‘Jamkesda’ Akan Dibayarkan Bulan September Mendatang

292
0
Darwin Ismail - Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Bombana, Sultra. (Sabtu, 18 Agustus 2019)
Darwin Ismail - Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Bombana, Sultra. (Sabtu, 18 Agustus 2019)

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Polemik yang pernah memanas beberapa bulan lalu, tidak lepas dari tanggungjawab Pemerintah Daerah (Pemda), dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Pasalnya, telah menerima WTP terkait suksesnya mengintegrasi Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke Program Pusat yakni JKN KIS.

Namun, dibalik keberhasilan yang juga ikut serta mengharumkan nama baik Bombana ke Tingkat Nasional, ternyata tak seindah yang dibayangkan.

Sebut saja, rabu 23/Mei/2018 yang lalu, penghargaan dari Kementrian dalam Negeri yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Bombana Johan Salim SP.

Akan tetapi ironisnya, Dinkes setempat malah meninggalkan utang yang tidak sedikit. Yaitu sebanyak 4 Milyar lebih berdasarkan keterangan Darwin Ismail selaku Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bombana di ruang kerjanya Rabu 15 Agustus 2018, terkait Jasa Tenaga Kesehatan, dll.

Sesuai apa yang telah ia katakan pada saat pelantikan sejumlah Eselon II di Rujab Bupati Bombana beberapa bulan yang lalu, dirinya mengungkapkan kalau utang itu tetap akan dibayarkan setelah perubahan yang direncanakan bulan Agustus, atau paling lambat September mendatang.

Baca Juga : Ternyata, Integrasi Kartu “Jamkesda” Ke-JKN KIS Bombana Meninggalkan Utang

Sehingga, simpul dari itu, awak media Wonuabombana.com, kembali menemui Darwin Ismail di Ruang kerjanya untuk mengkonfirmasi ulang janji tersebut.

“Ia, memang utang 2017 kemarin yang sebanyak 4 Milyar sekian, akan tetapi dibayarkan setelah perubahan paling lambat bulan 9, tidak boleh lewat dari itu”, tegasnya.

Katanya, ketersediaan dana untuk pembayaran Jasa Jamkesda 2017 kemarin hanya dianggarkan beberapa Milyar saja. Sehingga, dana itu habis dibulan April tahun ini (2018).

Adapun terkait sisanya, utang baru 2018, masih menunggu audit dari Inspektorat. Setelah ada hasil dari audit itu, selanjutnya akan dimasukan sebagai laporan utang pada saat pembahasan perubahan induk.

Dengan begitu, utang Jasa Jamkesda tahun 2017 dibayarkan 2018. Sementara utang 2018, katanya akan dibayarkan tahun 2019.

“Kemarin sudah kita perintahkan Inspektorat untuk Audit dulu, biar kita bisa tahu, berapasih utang 2018?. Kalau utang 2017, Insha Allah kita sudah clearkan 4 Milyar sekian, dan tinggal menunggu setelah perubahan dan dibayarkan”.

Kenapa demikian terang Darwin, sebab, dirinya selaku Kepala keuangan takut berbuat diluar dari nomenklatur yang ada. Untuk itu katanya, perlu kehati-hatian dalam bertindak sehingga tidak ada lagi yang memiliki dua kartu.

Maksudnya, memiliki Kartu Jamkesda, punya juga Kartu JKN KIS Nah ini pembayarannya akan double pungkasnya.

Baca Juga : Alhamdulillah, Dinkes Bombana Akan Bayarkan Utang Jasa Jamkesda

Dia juga menyayangkan atas kejadian ini. Sebab, setau dia, setelah penandatanganan kesepakatan/Memorandum of Understanding (MoU) bulan Juni/2017 kemarin, tidak ada lagi yang namanya pengguna Kartu Jamkesda. Dikarenakan semuanya sudah terintegrasi keprogram pusat BPJS (JKN KIS). Namun nyatanya, dilapangan masih saja diberlakukan.

Kendati demikian, Darwin Ismail juga tidak mau menyalahkan siapa?. Akan tetapi, yang terpenting sekarang bagaimana bisa mencari solusi agar permasalahan ini bisa secepatnya tuntas. Dan tidak adalagi yang merasa dirugikan tutupnya. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here