Beranda ASPIRASI Tidak Miliki IUP, PT Panca Logam Makmur diminta Keluar

Tidak Miliki IUP, PT Panca Logam Makmur diminta Keluar

404
0
Demonstrasi Front Pemuda Pemerhati Bombana (FP2B) di halaman Kantor PT Panca Logam Makmur. Kamis, (21/03/2019)
Demonstrasi Front Pemuda Pemerhati Bombana (FP2B) di halaman Kantor PT Panca Logam Makmur. Kamis, (21/03/2019)

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Perusahaan Pertambangan Emas PT. Panca Logam Makmur yang berada di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kab. Bombana – Sultra, kembali di demo oleh Front Pemuda Pemerhati Bombana (FP2B) yang juga tidak lain adalah masyarakat sekitar area Perusahaan itu sendiri Kamis (21 Maret 2019).

Massa Aksi dibawah Koordinator Hasra S. KM., dan kawan-kawan berang kepada perusahaan yang telah lama berada di Desa mereka sejak Tahun 2009 lalu, namun keberadaannya kurang memberikan dampak positif buat Masyarakat Desa Wumbubangka apalagi daerah sekitar.

Ada beberapa hal yang menjadi tuntutan massa aksi terkait ketimpangan yang diduga mereka (Perusahaan), mengetahui akan itu, tapi enggan untuk menyikapinya. Atau lebih detilnya, dituding seolah menutup mata diantaranya:

Hilangnya lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan akibat dirampas oleh perusahaan tambang untuk membangun fasilitas pendukung pertambangan maupun oleh karena letak lahan mereka diatas gugusan emas yang ditambang.

BACA JUGA : Tuntut PT. PLM Keluar, FP2B Masukan Surat ke-ESDM, DLH, DPRD Provinsi, & POLDA

Hilangnya akses Rakyat terhadap air, baik untuk keperluan sehari-hari, maupun untuk mengairi lahan pertaniannya. Hal ini disebabkan oleh rusaknya sumber mata air (umumnya rusaknya bukit yang terdapat banyak mata air dan aliran sungai bawah tanah). Ditambah lagi dugaan penggunaan ” Mercury” yang sangat berbahaya bila telah mencemari lingkungan khususnya untuk air bersih daerah sekitar.

Belum lagi lahan pertanian/perkebunan yang diklaim oleh perusahaan secara sepihak milik masyarakat Desa Wumbubangka. Dugaan berikutnya pihak perusahaan (PT. PLM) lalai dalam menunaikan kewajibannya kepada Negara dalam hal ini penunggakan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 7 – 9 Miliar dan Izin Usaha Pertambangan yang dimilikinya (perusahaan) telah lama berakhir.

Tak berselang lama Massa Aksi yang berorasi didepan Gerbang, akhirnya pihak Perusahaan meminta demonstran agar masuk menemui mereka. Maka, terjadilah Dengar Pendapat/hearing secara terbuka antara pihak perusahaan dan masyarakat yang ditengahi oleh pihak kepolisian.

Plt. Direktur PT. PLM Haslinda secara lantang menaggapi tuntutan Massa Aksi. Saat Hearing, Haslinda menampik kalau perusahaan telah merampas hak masyarakat dalam hal ini Tanah milik Juki yang seluas 25 Ha. Bahkan dia menuding, Juki telah ada “Deal” sebelmunya oleh perusahaan sebelum dirinya menjadi Plt. Direktur PT. PLM.

“Mungkin saja Pak Juki telah ada Deal sebelumnya dengan perusahaan. misalnya, anaknya disekolahkan atau apa?”, ungkap Haslinda.

Juki yang merasa Korban Perusahaan dengan tegas membantah tudingan Haslinda. “Bagaimana mau tidak merampas, sementara lahan saya ada pohon Jambunya, Rambutan, Durian, bahkan Jati juga ada. Akan tetapi, setelah masuk PT. Panca Logam, semuanya diobrak-abrik. Dan saya juga menegaskan tidak pernah menerima deal dari pihak perusahaan sejak masuk hingga saat ini”, geram Juki. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here