Beranda BOMBANA Sukses Peragakan Empat Item, Bappeda Bombana Berharap Juri Bisa Independen

Sukses Peragakan Empat Item, Bappeda Bombana Berharap Juri Bisa Independen

133
0
Tim BAPPEDA Bombana saat mengikuti perayaan HUT RI ke 73, di pelataran MTQ Bombana.
Tim BAPPEDA Bombana saat mengikuti perayaan HUT RI ke 73, di pelataran MTQ Bombana.

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Setelah sukses mempragakkan empat Item, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tengaara (Sultra), yakni Pasukan Bambu Runcing, Pasukan Peta, Bendera Mini dan yang terakhir Pasukan Gembira sebagai sinkronisasi Program Pemda setempat.

Pasuakan Bambu Runcing mengandung makna bahwa pada saat melawan penjajah merebut kemerdekaan, pahalawan kita saat itu hanya menggunakan Bambu Runcing sebagai senjata utama.,

Pasukan Peta, berarti gambaran kalau Indonesia Terdiri dari beberapa pulau, dan pasukan barisan (Bappeda) menggambarkan Peta-Peta Indonesia, lewat barisan. Yang dilengkapi dengan pakaian adat setiap pulau.,

Pasukan bendera mini, artinya adalah masyarakat kecil. Memaknai kalau perjuangan kemerdekaan tidak lepas dari perjuangan rakyat kecil kala itu.,

Sementara Pasukan Gembira, adalah sinkronisasi dengan program Gembira yang menjadi slogan dan Motto kerja pemda Bombana saat ini.

Nur Alaina Samad selaku Koordinator umum kegiatan bersyukur dengan penampilan Teamnya. Kata dia, Alhamdulillah Sukses dan berjalan lancar tanpa ada hamabatan.

Baca Juga : Pembukaan Defile Nanti, Bappeda Bombana Target Juara 1

“Peringatan HUT R.I ke 73 kali ini dengan Tema Kemerdekaan yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Sebab, kita jangan hanya memeriahkan semata tanpa ada bentuk yang menggambarkan suatu perjuangan dalam merebut kemerdekaan”, tegas Alaina jum’at (10/8/2018) usai tampil di RTH Bombana.

Bahkan tidak hanya itu, Dari (Bappeda) juga memberikan cindera mata kepada pemda dalam hal ini Wakil Bupati Bombana Johan Salim yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Pemberiaan topi adat Moronene yang berwarnah merah adalah gambran keberanian. Yang juga ikut serta Buri Sininta dan Bosu-bosu sebagai corak pakaian adat Pemda Bombana Moronene tentunya.

Sementara Ketua Tim Khusus Defile Yanuar Dika Prana Cendana mengungkapkan hal yang sama. Dirinya cukup puas dengan penampilan pasukannya.

“Kami sengaja menampilkan sesuatu yang beda. Agar bisa memberi inspiratif buat Instansi OPD maupun Sekolah yang ada agar bisa berkreasi dan berinovasi. Sebab, biar ada yang beda, ada yang berkesan buat masyarakat. Namun tidak lepas dari makna perjuangan”, ungkap Yanuar sebagai pegawai utusan kementrian lulusan STPDN yang dikontrak selama 2 tahun.

Namun dirinya berharap agar semua Team Juri/Penilainya agar bisa bersikap independen tidak memihak kesalah satu team hanya karena adanya kedekatan atau tendensi oleh salah satu pihak.

Sebab sambungnya, untuk menampilkan sesuatu yang maksimal, semuanya butuh pengorbanan. Baik waktu, tenaga, materi, dll.

Dia juga menambahkan, bila jurinya tidak bersikap fair/Netral, akan bisa berpengaruh terhadap peserta kedepannya. Bahkan boleh jadi katanya, orang sudah akan malas berkreasi. Sebab, usahanya merasa tidak dihargai. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here