Beranda EkBis Sosialisasi Terkait IKM, di Bombana Akan Hadir Minyak Bebas Kolestrol

Sosialisasi Terkait IKM, di Bombana Akan Hadir Minyak Bebas Kolestrol

118
0
Foto bersama perwakilan dari Kementerian Perindusterian RI, Bupati Bombana, Kadis Pertanian Bombana, Kadis Perindagkop Bombana, dan Kepala BAPPEDA Bombana saat menggelar Sosialisasi Pola Pengembangan Sentra Industri (IKM). (Foto: Sumardin/wb)
Foto bersama perwakilan dari Kementerian Perindusterian RI, Bupati Bombana, Kadis Pertanian Bombana, Kadis Perindagkop Bombana, dan Kepala BAPPEDA Bombana saat menggelar Sosialisasi Pola Pengembangan Sentra Industri (IKM). (Foto: Sumardin/wb)

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam upaya mengelola sumber daya alam yang sangat melimpah ditiga Zona yang ada, Rumbia, Poleang dan Kabaena, patut diapresiasi oleh semua pihak.

Pasalnya, melalui Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), yang juga melibatkan Dinas Pertanian dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat.

Sehingga, hari ini Kamis 6/9/2018 menggelar Sosialisasi Pola Pengembangan Sentra Industri (IKM) yang dibuka langsung oleh Bupati Bombana H.Tafdil SE.MM., dimana rencananya akan dipusatkan di Kecamatan Poleang Selatan yang dihadiri langsung utusan dari Kementrian Perindustrian (Kemenperin) yang berlangsung di Hotel Rahmat Kasipute Rumbia.

“Sekarang di Bombana semakin banyak pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), namun, belum ada tempatnya atau pusatnya (Sentra). Makanya kami coba lobi dikementerian, dan hasilnya hari ini tim dari Kementerian Perindustrian gelar sosialisasi dan akan langsung meninjau kelapangan”, ujar Mualim selaku Kepala Bidang Pengembangan Industri Perindagkop Bombana.

Dimana tujuan ditentukan tempatnya (Sentra), biar mudah terpantau dalam pembinaannya. Misalnya bila ada kendalanya dilapangan akan mudah diketahui.

Baca Juga : Ketua DAPM Perkenalkan Produk Unggulan Bombana ke-Tingkat Nasional

“Sebenarnya idealnya kita ditiga Zona ini, Rumbia, Poleang dan Kabaena yang memiliki masing-masing produk unggulan harus juga memiliki 3 Sentra (IKM), misalnya di Rumbia ada terasinya, di Poleang ada kelapanya, dan di Kabaena ada gula arennya. Namun, tahun pertama ini kita coba dulu pusatkan disatu titik dulu yakni Kecamatan Poleang Selatan”, jelasnya.

Tambahnya lagi, kenapa mesti pada akhirnya dipilih Wilayah Poleang khususnya Desa Waemputtang dan Laeya, sebab disana banyak pohon kelapanya. Sementara kelapa bebernya, adalah tanaman ekonomis. Mulai dari Akar hingga daunnya semuanya bisa diolah dan berguna.

“Yang diutamakan disini produk turunannya. Bukan lagi hanya kopra, melainkan minyak VCO (Bebas Kolestrol), sementara sabut dan lidinya juga bisa dijadikan untuk bahan kerajinan, dll”, kata Mualim.

Adapun lokasi yang dibutuhkan sekitar 2 Ha. Dan harus dipastikan telah ada pembebasan lahannya. Persyaratan lain, juga harus ditinjau dari ketersediaan listrik dan air bersihnya.

Tujuan diadakannya kegiatan ini terang Mualim Kabid, merupakan langkah Pemda Bombana mencari solusi khususnya petani kelapa agar tidak lagi hanya fokus mengolah kelapanya menjadi Kopra. Sementara harga kopra tidak pernah stabil, bahkan saat ini harga kopra sangat menurun drastis, yang menyebabkan petani mengeluh dan mengalami kerugian.

Keutamaan lain, agar bisa membuka wirausaha baru, dan menyerap tenaga kerja lokal, serta meningkatkan perputaran ekonomi Masyarakat Bombana.

Yusran selaku Kepala Desa Laeya saat diminta keterangannya oleh awak media, dirinya sangat merespon positif kegiatan ini, sebab dengan adanya pelatihan seperti ini, masyarakatnya tidak akan lagi bergantung dengan kopra yang selama ini mereka geluti, sudah ada cara lain yang kebih enteng kerjanya, pasarannya pun baik, dapat perhatian pula dari pemerintah pungkasnya. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here