Beranda BOMBANA Sosialisasi Bahaya Penyakit Rubella Sejak Dini

Sosialisasi Bahaya Penyakit Rubella Sejak Dini

57
0
Kegiatan Sosialisasi Puskesmas Rumbia di Desa Lantawonua tentang bahaya penyakit Rubella
Kegiatan Sosialisasi Puskesmas Rumbia di Desa Lantawonua tentang bahaya penyakit Rubella

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Lagi, Puskesmas Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini gelar sosialisasi terhadap masyarakat Desa Lantawonua terkait pentingnya kesehatan agar selalu mawas diri terhadap berbagai penyakit berbahaya. Diantaranya, bahaya penyakit campak atau penyakit Rubella, beserta beberapa penyakit berbahaya lainnya.

Dan kegiatan ini bukan hanya akan digelar di Desa Lantawonua-Kecamatan Rumbia saja, melainkan ini akan merata ke-seluruh wilayah Desa dan Kelurahan yang berada di wilayah administrasi Rumbia, Ungkap (Rahmat, AMK) selaku Kepala Puskesmas Rumbia.

Dimana penyakit berbahaya yang dimaksud diantaranya, Aids, Demam Berdarah (DBD), Malaria, TB/paru (tuber kolosis), Penggunaan kosmetik yang tidak terdaftar ke balai (POM), TBC, dan Sosialisasi Bahaya Campak atau Rubella baik dari gejala maupun pencegahannya.

Namun kata Rahmat, tindak lanjut sosisalisasi terkait gejala dan bahaya Campak/Rubella itu akan dilaksanakan pada bulan (8-9 kedepan), yakni diprioritaskan bagi anak yang berumur 9-15 tahun, akan diberikan suntikan Imunisasi Campak.

BACA JUGA :  Puskesmas Rumbia, Gelar Sosialisasi "Kesehatan" Tahunan

“Program ini bulan Agustus sampai September kedepan akan digelar sosialisasi tentang bahaya, sekaligus gejala campak itu seperti apa?, dan ini akan dilaksanakan secara merata keseluruh desa dan kelurahan yang ada”, Ujar Rahmat pada saat sosialisasi di Desa Lantawonua, Senin (7/Mei/2018).

Tambahnya, sosialisai sekaligus imunisasi campak bulan depan nanti, itu akan dilakukan secara massal. Tegas Rahmat, imunisasi campak ini tidak akan mempengaruhi kegiatan imunisasi bulanan yang sudah berjalan hingga kini. Imunisasi campak yang akan di gelar bulan (8-9) juga tetap dilaksanakan.

“Imunisasi campak ini tetap akan dilaksanakan bulan Agustus sampai September kedepan. Sebab, ini programnya hanya sekali satahun. Adapun kelanjutanya, itu tergantung dilihat dulu hasilnya seperti apa?, disamping itu, inikan program pusat. Programnya Menteri Kesehatan, program Nasional”, Tambahnya.

Lanjut Rahmat, kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti apa yang menjadi program Bupati Bombana H. Tafdil SE. MM., terkait Bidan bermitra dengan Masyarakat. Dimana tujuanya agar menekan angka kematian Ibu menjadi (Nol), katanya.

Untuk itu, masyarakat diharapkan kedepannya jangan lagi ada yang melahirkan di rumah. Namun harus melahirkan di tempat yang sudah tersedia fasilitas kesehatan, contohnya seperti di Puskesmas dan Rumah Sakit sedangkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kehamilan dapat dilakukan di¬†Posyandu dan Poskesdes. Sambungnya, Ibu melahirkan saat ini ditegaskan tidak boleh hanya dilayani oleh “dukun beranak” saja tanpa adanya Bidan. Sebab, bidan dan dukun beranak sekarang sudah bermitra. Meskipun begitu, Ibu hamil diharuskan melahirkan ke-tempat yang tersedia fasilitas dan sarana kesehatan dan tidak dianjurkan lagi di rumah, tegasnya. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here