Beranda BOMBANA Secercah Pencerahan Dari Pelosok Desa Lantawonua di Hari Yang Fitri

Secercah Pencerahan Dari Pelosok Desa Lantawonua di Hari Yang Fitri

135
0
Suasana Shalat Ied di Desa Lantawonua - Bombana
Suasana Shalat Ied di Desa Lantawonua - Bombana

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Setelah melewati proses yang begitu panjang selama sebulan penuh berpuasa menahan lapar dan haus, serta menahan hawa nafsu lainnya, maka tibalah hari yang sangat ditunggu yaitu hari kemenangan, hari yang Fitri nan suci. Bisa disumpulkan setelah Takbir dan Tahmid Adzan berkumandang, maka bulan yang suci diantara seribu bulan, bulan yang penuh ampunan bagi umat islam akan segera meninggalkan kita.

Maka setelah usai shalat “ied” dilaksanakan, umat muslim dan muslimat tidak akan langsung meninggalkan tempat ibadahnya. Sebab, masih ada rangkaian acara keagamaan yang akan berlangsung yakni penyampaian khultum atau ceramah agama, yang bisa menambah nilai keimanan kita agar senantiasa mengingat asma Allah, mengingat akan kebesaran-Nya, sebab hanya kepada-Nya lah kita akan kembali.

Sehingga dalam hidup dan kehidupan kita, Iman akan selalu menjadi pengontrol perbuatan kita. Seperti halnya penyampaian khultum yang bertindak sebagai Khotib adalah Zunaedi S.Pd di Masjid Babul Jannah Desa Lantawonua, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sultra, tentang status manusia sebagai hamba, dan pentingnya berbakti terhadap kedua orang tua.

BACA JUGA :  Mengenal Nahdlatul Wathan, Pesantren dan Sekolah Islam di Kabupaten Bombana

Dalam ceramahnya Zunaedi menyampaikan bahwa saat ini tidak jarang diantara manusia yang diperbudak oleh hawa nafsu. Contohnya, banyak dari manusia yang khusyu dalam sholat namun banyak juga yang khusyu dalam merampas hak orang lain. Banyak yang fasih membaca ayat suci Alqur’an, namun juga fasih menipu orang lain.

Banyak yang tidak putus puasa dibulan suci ramadhan, namun banyak juga yang tidak putus mendzolimi orang lain. Bahkan kesombongan, keangkuhan, sudah hampir menghiasi sendi-sendi kehidupan manusia saat ini. Sementara dalam ajaran islam sangat jelas Allah sangat membenci orang yang sombong dan angkuh.

“Dan janganlah kamu palingkan mukamu hai manusia karena sombong. Dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang sombong lagi membanggakan diri” firman Allah.

Begitu juga dengan berbakti kepada kedua orang tua. Sebab, orang tua adalah orang yang telah merawat dan membimbing kita sejak lahir hingga dewasa. Bagi seorang ibu, sejak mengandung, hingga usia persalinannya tiba, begitu berat perjuangannya karena nyawapun siap ia korbankan.

Seorang ayah apalagi, berjuang menahan panasnya terik matahari, derasnya ombak, kencangnya angin, semua itu ia lewati demi mencari nafkah, menafkahi istri dan anak-anaknya. Sehingga begitu pentingnya berbakti kepada orang tua, sehingga Allah berfirman:

“Dan perintahkanlah kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua Ibu, Bapaknya. Kepada ibunya yang telah mengandungnya disaat ia lemah yang pertama-tama membimbingnya bersukma kepada alqur’an Allah”,.

Tidak sampai disitu saja, baginda Nabi Muhamad SAW yang diutus oleh Allah SWT sebagai Rasulnya dimuka bumi juga menekankan umatnya agar berbakti terhadap kedua orang tuanya, Ibu dan Bapaknya. Dengan sabdanya sebagai berikut:

“Barang siapa yang telah membuat ridho ibu bapaknya, sesungguhnya ia telah membuat ridho Allah kepadanya. Dan barang siapa yang telah membuat murka Ibu, Bapaknya,  sesungguhnya ia telah membuat murka Allah kepadanya”,.

Sehingga Zunaedi dalam ceramahnya menegaskan berdasarkan sabda Nabi yang lain, bila Kedua orang tua kita meridhoi kita, maka dengan ridho mereka akan bisa mengantarkan kita ke Surganya Allah. Begitupun sebaliknya, barang siapa yang membuat murka kedua orang tuanya, maka akan bisa mengantarkan kita ke Neraka Jahannam.

Diakhir ceramahnya Zunaidi menekankan bagi kita yang masih memiliki kedua orang tua, sepulang dari melaksanakan shalat “ied” maka bersimpuhlah dihadapan mereka mengambil tangannya dan mencium tangan mereka demi mengharap keridhoan mereka, dikarenakan mereka yang telah bersusah payah tanpa pernah lelah mengasuh dan merawat kita.

Namun bila yang telah mendahului kita, bahkan keduanya, sementara kita tidak bisa lagi menebus dosa kita, maka berdasarkan kisah yang terdapat dalam sebuah Hadits, bila kamu hendak memohon maaf kepada kedua orang tua namun mereka telah tiada, maka kunjungilah kuburnya, dan kirimkan do’a kepada mereka agar kita tergolong anak yang saleh.

Tak lupa pula Khotib (Zunaedi S.Pd) memanjatkan Do’a untuk Wonua Bombana (Negeri Bombana) agar senantiasa dijauhkan dari marabahaya. Begitu juga para pemimpinnya, terutama Bapak Bupati dan Wakik Bupati Bombana, H.Tafdil SE. MM dan Johan Salim SP. Semoga di era kepemimpinan mereka, bisa membawa kesejahteraan buat Wonua Bombana dan Masyakat Bombana pada khususnya. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here