Beranda Kesehatan Lagi, Puskesmas Rumbia Gencar Sosialisasi Kesehatan di Masyarakat

Lagi, Puskesmas Rumbia Gencar Sosialisasi Kesehatan di Masyarakat

73
0

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA РPuskesmas Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana,  Sulawesi Tenggara (Sultra), saat ini kian gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di Wilayah cakupannya. Sebab kata Rahmat, hidup sehat adalah hakekat manusia serta sehat itu adalah prioritas.

Apalagi saat ini banyak jenis penyakit berbahaya namun gejala atau ciri-ciri penyakit tersebut, belum tentu banyak yang mengetahui di kalangan masyarakat awam pada umumnya. Misalnya, penyakit Campak atau Rubella dll, Ujar Rahmat A.Md Selaku Kepala Puskesmas Rumbia, saat gelar mapping sosialisasi bidang kesehatan di Kelurahan Lampopala, Selasa (15/Mei/2018).

BACA JUGA :  Puskesmas Rumbia, Gelar Sosialisasi "Kesehatan" Tahunan

Dimana penyakit berbahaya yang dimaksud diantaranya, Aids, Demam Berdarah (DBD), Malaria, TB/Paru (Tuber kolosis), Penggunaan Kosmetik yang tidak terdaftar ke balai (POM), TBC, dan Sosialisasi Bahaya Campak atau Rubella baik dari gejala maupun pencegahannya.

Namun kata Rahmat, tindak lanjut sosisalisasi terkait gejala dan bahaya Campak/Rubella itu, akan dilaksanakan pada bulan (8-9 kedepan). Yakni diprioritaskan bagi anak yang berumur 9-15 Tahun akan diberikan suntikan Imunisasi Campak.

“Program ini bulan agustus sampai september kedepan akan digelar sosialisasi tentang bahaya, sekaligus gejala campak itu seperti apa?, dan ini akan dilaksanakan secara merata keseluruh desa dan kelurahan yang ada”, Ujar Rahmat.

Tambahnya, sosialisai sekaligus imunisasi campak bulan depan nanti, itu akan dilakukan secara massal. Tegas Rahmat, imunisasi campak ini tidak akan mempengaruhi kegiatan imunisasi bulanan yang sudah berjalan hingga kini. Katanya, imunisasi bulanan tetap jalan dan imunisasi campak nanti yang akan di Gelar bulan (8-9) juga tetap akan dilaksanakan.

“Imunisasi campak ini tetap akan dilaksanakan bulan agustus sampai september kedepan. Sebab, ini programnya hanya sekali satahun. Adapun kelanjutanya, itu tergantung dilihat dulu hasilnya seperti apa?, disamping itu, inikan program pusat. Programnya menteri kesehatan, program Nasional”, Tambahnya.

Lanjut Rahmat, kegiatan ini sekaligus menindak lanjuti apa yang menjadi program Bupati Bombana H. Tafdil SE. MM Terkait Bidan bermitra dengan Masyarakat. Dimana tujuanya agar menekan angka kematian ibu menjadi (Nol)katanya.

Untuk itu, masyarakat diharapkan kedepanya jangan lagi ada yang melahirkan di Rumah. Namun harus melahirkan di tempat yang sudah tersedia sarana fasilitas kesehatan. Contohnya: seperti Puskesmas atau di Rumah Sakit. Kalaupun hanya sekedar pemeriksaan kesehatan atau kehamilan, bisa periksa di poskesdes, posyandu atau bila perlu di rumah sakit akan jauh lebih baik jelas Rahmat.

Sambungnya, Ibu Melahirkan saat ini ditegaskan tidak boleh hanya dilayani oleh Dukun Beranak saja tanpa adanya Bidan. Sebab, Bidan dan Dukun Beranak sekarang sudah bermitra. Meskipun begitu, ibu hamil diharuskan melahirkan ke-tempat sarana kesehatan yang telah disediakan dan tidak dianjurkan lagi di Rumah tegasnya.

Sekedar informasi, kepala puskesmas rumbia (Kapus) Rahmat A.Md, memang Dirinya berkomitmen akan gelar sosialisasi di seluruh wilayah hukumnya Kecamatan Rumbia. Baik itu di Tingkat Desa, Maupun Kelurahan. Ini terbukti dimana sosialisasi kesehehatan terkait penyakit Campak Atau Rubella dll, sebelumnya telah di gelar di Desa Lantawonua minggu kemarin (7/Mei/2018). Bahkan tambahnya, kegiatan ini akan terus dilakukanya sampai ke tingkat kecamtan juga, Katanya. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here