Beranda Pemerintah PTSL Pertanahan Bombana Dapat Jatah 7500 Sertifikat, Tapi Bukan “PRONA”

PTSL Pertanahan Bombana Dapat Jatah 7500 Sertifikat, Tapi Bukan “PRONA”

327
0
LM. RUSLAN EMBA, Kepala Pertanahan Kabupaten Bombana
LM. RUSLAN EMBA, Kepala Pertanahan Kabupaten Bombana

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Kepala Pertanahan Kabupaten Bombana pada saat ditemui di Ruang kerjanya menuturkan, jika tahun ini (2019), Bombana akan mendapatkan jatah dari pusat terkait kepengurusan sertifikat. Tapi bukan PRONA (Program Nasional Agraria) sebanyak 7500 sertifikat.

Pengurusan Sertifikat tahun ini bukan lagi hanya sekedar pengukuran dan pendataan saja. Seperti yang telah mereka (Pertanahan) lakukan Tahun kemarin di Kelurahan Kasipute dan Kelurahan Doule.

Program kegiatan sebelumnya ialah Infentarisasi Penguasaan Pemilikan Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah atau disingkat (IP4T). Namun kini telah diintegrasikan kedalam program baru Tahun ini. Yaitu, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Pembeda dari kedua programa ini, (IP4T) baru sekedar pendataan dan pengukuran. Sementara (PTSL) sendiri, tetap juga dilakukan hal yang sama, hanya saja hasil dari itulah rujukan pertanahan untuk membuatkan legalitas kepemilikan Lahan Masyarakat.

Bagaimana masalah pembiayaannya?,.

PTSL kata Rusman, berdasarkan surat edaran hasil kerja sama 3 Menteri. Yakni: Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanahan, dan Menteri Pemerintahan Desa, untuk Zona Sulawesi Tenggara, biaya yang dibebankan oleh Pemerintah ke-Masyarakat baik di Desa maupun Kelurahan, maksimal Rp 350.000.

BACA JUGA : SMA & SMK di Bombana Kehilangan 7 Sertifikat dan 6 Surat Akta Hibah

“Dipertanahan tidak ada biaya. Hanya saja biaya itu, untuk operasional petugas dilapangan. Itupun sudah disepakati oleh tiga menteri”, ujar LM. Ruslan Emba Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bombana.

“Jadi, semua Tanah yang ada di Desa dan Kelurahan, tetap akan kami ukur dan petakan. Meskipun Tanahnya sudah memiliki Sertifikat, dan bermasalah, tetap saja akan diukur agar bisa diketahui luas perwilayah”, sambunya.

Kendati demikian ungkap ayah empat orang anak ini, data yang ada bukan berarti katanya akan serta merta dibuatkan Sertifikat. Pasalnya, yang akan mendapatkan itu hanya mereka yang belum memiliki Sertifikat, Tanahnya tidak bermaslah, dan punya Alas Hak.

Dia menambahkan, bukan hanya lokasi perumahan dan kebun milik Masyarakat yang disertifikatkan. Akan tetapi, Lokasi Rumah Ibadah, Perkuburan, dan Sekolah pula tetap akan dibuatkan.

“Kalau Lokasi Rumah Ibadah, dan Perkuburan, diminta dulu surat-suratnya atau alas Haknya di Kementrian Agama. Sementara Sekolah, Kalau tidak ada Surat-suratnya, maka ditemui dulu Pak Sekda biar dibuatkan surat keterangan aset pemda. Nanti setelah itu, baru boleh dibuatkan sertifikat”,.

Masih dari keterangan Ruslan, Tahun ini yang menangani pengukuran sebanyak 7000 bidang. Kemudian seritifikatnya cuman 6500. Tapi adalagi program yang namanya “Ready Distribution” dengan tambahan kuota 1000 Sertifikat. Maka total keseluruhan surat Sertifikat yang akan dikeluarkan Pertanahan Bombana tahun ini sebanyak 7500.

Untuk diketahui, petugas (PTSL) Pertanahan Bombana bukan hanya berada didalam Kota saja. Melainkan telah diutus juga Team ke Kecamatan Poleang Barat dan Kecamatan Kabaena. Bahkan pengukurannya telah selasai dan petugasnya sudah kembali. Justru yang lebih difokuskan dulu, sekitaran Ibu Kota Rumbia uraiannya.

Namun Ruslan meminta sekaligus mengimbau bagi seluruh Masyarakat Kabupaten Bombana, bila ada yang turun mengatasnamakan Lembaga, akan tetapi tidak mampu menunjukkan Surat Perintah Tugasn (SPT), sebaiknya tidak perlu dilayani. Sebab, bisa jadi itu hanyalah oknum yang tidak bertanggung jawab. bila perlu, laporkan saja. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here