Beranda ASPIRASI PT. Jhonlin Batu Mandiri di Bombana Didemo Oleh Mahasiswa

PT. Jhonlin Batu Mandiri di Bombana Didemo Oleh Mahasiswa

1202
0
Massa Aksi Demonstrasi di DPRD Bombana terkait PT. Jhonlin Batu Mandiri
Massa Aksi Demonstrasi di DPRD Bombana terkait PT. Jhonlin Batu Mandiri

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Perusahaan yang bergerak di bidang pertanian penanaman tebu, PT. Jhonlin Batu Mandiri yang terletak di Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, (Sultra), hari ini didemo oleh Aliansi Pemuda-Pemudi Mahasiswa Bombana (APPMB) yang dinahkodai selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Rasmin Saputra dan rekan-rekannya, senin 14/Mei/2018 Gelar aksi demonstrasi terkait dugaan penyererobatan lahan.

Dimana menurut  massa pergerakan aksi (APPMB) menilai, sejak berdirinya PT. Jhonlin Batu Mandiri sampai sekarang telah banyak menimbulkan problem yang terjadi di masyarakat terkhusus masyarakat Kecamatan Lantari Jaya, dan Kecamatan Rarowatu Utara, yang dalam hal ini masyarakat merasa sangat dirugikan.

Yakni dengan mengatasnamakan peningkatan ekonomi daerah khususnya, dan nasional umumnya, sebagai ketahanan pangan nasional, dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bombana. Tetapi fakta di lapangan tegas (Korlap), berbanding terbalik dengan kondisi yang sebenarnya. Teriak massa aksi mebenarkan pernyataan tersebut.

BACA JUGA :  Tanpa Konfirmasi, PT. Jhonlin Dianggap Lakukan "PENYEROBOTAN" Lahan Masyarakat

Poin-poin yang termaktub dalam materi massa aksi diantaranya, Perampasan lahan masyarakat secara paksa, tidak di akuinya hak-hak masyarakat, tidak diakuinya keabsahan lahan-lahan masyarakat yang di terbitkan oleh pemerintah setempat, Kebijakan dari pihak pemerintah tidak ada, Kasus konflik agraria semakin meningkat, serta ketidakadilan dalam penegakan hukum di masyarakat.

Sehingga berangkat dari itu, maka Mahasiswa yang tergabung dalam (APPMB) dengan tegas menyatkan sikap: Mendesak DPRD Bombana untuk mempertanggungjawabkan lahan masyarakat yang di serobot paksa oleh pihak perusahaan, dan Mendesak DPRD Bombana untuk memanggil instansi terkait guna untuk mempertanggungjawabkan keabsahan lahan masyarakat.

Jadi Demomstrasi yang bermula dari Kantor Bupati Bombana, Finis di Kantor DPRD Bombana, maka Rapat Dengar Pendapat (Hearing) pun tak bisa terelakan dan hasilnya memutuskan bahwa masyarakat yang merasa memiliki lahan di area PT. Jhonlin Batu Mandiri serta memiliki bukti kepemilikan misalnya (SKT) agar sekiranya segera mengumpulkan dan disetor ke Kantor DPRD Bombana.

“Kalau memang masyarakat memiliki bukti seperti (SKT) silahkan dimasukan, selanjutnya bila laporan itu masuk maka kami dari DPRD akan segera menindaklanjuti atau investigasi di Lapangan. Bila perlu kalau laporan cepat masuk, senin depan kami akan segera turun”, Tegas Andi Firman.

Lanjutnya, dari pihak DPRD Bombana bila laporannya sudah masuk berupa (SKT) lahan masyarakat yang terkena PT. Jhonlin Batu Mandiri, maka DPRD akan segera menyurat atau memanggil (KPHP) serta instansi terkait, Katanya.

Untuk diketahui sebagai bahan acuan Massa aksi, seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2017 Tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan. Bab (II) Penguasaan dan Pemanfaatan Tanah Dalam Kawasan Hutan.

Pasal 2

Pemerintah melaksanakan penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan yang di kuasai dan di manfaatkan oleh pihak.

Pasal 6

(1) Pihak Sebagaimana Dalam Pasal 2 Meliputi:

  1. Perorangan
  2. Instansi
  3. Badan sosial/Keagamaan
  4. Masyarakat hukum adat.

(2). Perorangan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf a harus memiliki identitas kependudukan.

(3). Instansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan instansi pemerintah pusat atau instansi pemerintah daerah.

(4). Badan sosial/Keagamaan sebagaimana di maksud pada ayat (1) huruf c harus terdaftar sesuai ketentuan peraturan perundang undangan.

(5). Masyarakat hukum adat sebagaimana di maksud pada ayat (1) huruf d keberadaanya ditetapkan dengan peraturan daerah dan memiliki bukti penguasaan tanah.
(w/b)

Pewarta : SUMARDIN

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here