Beranda BOMBANA Akhirnya, PT. Artha Mining Industry Gelar Konsultasi Publik Terkait Study Amdal

Akhirnya, PT. Artha Mining Industry Gelar Konsultasi Publik Terkait Study Amdal

319
0
Konsultasi Publik - Studi Amdal oleh PT. Artha Mining Industry - Desa Liano, Kec. Mata Oleo, Kab. Bombana (SULTRA)
Konsultasi Publik - Studi Amdal oleh PT. Artha Mining Industry - Desa Liano, Kec. Mata Oleo, Kab. Bombana (SULTRA)

WONUABOMBANA.COM, MATA OLEO – Apa yang menjadi keresahan masyarakat Kecamatan Mata Oleo, Kabupaten Bombana, Sultra, terkait hadirnya (Smelter) oleh PT. Artha Mining Industry untuk pemurnian Nikel, akhirnya terjawab sudah. Pasalnya, tepat pada sabtu (26/Mei/2018) perusahaan yang dimaksud gelar Konsultasi Publik-Study Amdal di Balai Desa Liano yang dihadiri bukan hanya Masyarkat, Kepala Desa, Camat, Perwakilan Tokoh yang ada, melainkan melibatkan seluruh Instansi terkait yang berada di Bombana.

Konsultasi Publik - Studi Amdal oleh PT. Artha Mining Industry - Desa Liano, Kec. Mata Oleo, Kab. Bombana (SULTRA)
Konsultasi Publik – Studi Amdal oleh PT. Artha Mining Industry – Desa Liano, Kec. Mata Oleo, Kab. Bombana (SULTRA)

Dalam pertemuan tersebut, telah diulas tuntas mengenai apa itu AMDAL?, apa dampak Positif dan Negatif Amdal yang dimaksud?, bagaimana pentingnya kajian amdal itu sebelum perusahaan beroperasi?, semuanya telah diulas tuntas oleh Tim Kajian AMDAL Provinsi Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Kabid Aminoto Kamaludin dalam hal ini yang membidangi Tata Lingkungan.

Dimana dalam kesempatan yang sama Humas PT. Artha Mining Industry telah memaparkan bagaimana dampak positif dan negatif perusahaan juga. Namun, dari sisi positifnya akan banyak memberikan efek buat masyarakat lokal dan daerah diantaranya: Penyerapan Tenaga Kerja, Peningkatan Pendapatan Pemerintah Dalam Bentuk Pajak dan Royalty, Stimulasi Ekonomi Lokal, Program Pemberdayaan Masyarakat, Perbaikan Infrastruktur, dan Multiplier Effect.

BACA JUGA :  Terkait Tuntutan Massa Aksi Mata Oleo, Ini Penjelasan Pihak Perusahaan

Namun sambungnya, terlepas dari nilai positifnya kata Agus, pasti ada lah dampak negatifnya juga. Akan tetapi sambungnya, dampak negatif disini sudah diminimalisir sekecil mungkin akan kehawatiran kerusakan ekosistem dan lingkungan yang ada. “Semua kegiatan pasti ada dampaknya. Baik itu positif, maupun dari unsur negatifnya. Namun, kami dari perusahaan sudah mengkaji sekecil apapun itu”, Tutur Agus dalam rapat.

Lanjutnya, dirinya paham apa yang menjadi kegelisahan masyarakat mengenai dampak lingkunganya. Namun, justru itu tujuanya digelar rapat dan dihadirkan pemerintah terkait agar bisa dijelaskan secara Detil. Bila asap dari pabrik yang menjadi kehawatiran, katanya dari perusaan sudah akan memakai alat canggih, sehinggah asap yang keluar sudah dinetralisir sehingga adapun bahayanya sudah bisa diminimalisir dan dinetralisir. Contohnya, asap yang keluar tidak lagi berwarna hitam pekat.

Begitupun soal Limbah Pabrik, jelasnya lagi, Limbah yang keluar itu, tidak akan langsung dibiarkan atau dibuang ke-Laut. Melainkan limbahnya itu dioalah lagi sebab dari limbah tersebut jelas masih bernilai uang, Terang Mas Agus Sapaan akrabnya.

Pernayataan tersebut dibenarkan pula oleh Tim Kajian AMDAL dari Provinsi yang diwakili oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan Aminoto Kamaludin. “Jadi hasil Konsultasi hari ini dari kami belum bisa memutuskan. Kami masih akan mengkaji kembali justru itu dari Desa yang terletak disekitar perusahaan kami telah memasukan perwakilan sebanyak 3 Orang perdesa ditambah lagi 1 Orang Kepala Desa mewakili masing-masing Desanya. Diantara 9 Desa”, Jelas Aminoto.

Sementara dari Kepala Badan Perizinan Bombana, Jawa Tarika, mengatakan kalau Perizinan Perusahaan PT. Artha Mining Industry sudah keluar. Katanya, dari Tim AMDAL Provinsi tidak akan turun bilamana belum ada Izin Prinsip dari Pemerintah Daerah. Dalam hal ini Balai Tata Ruang dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP).

“Kenapa kami mengeluarkan izin tersebut, karena ini sesuai dengan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2013 yang menetapkan bahwa kecamatan Mata Oleo ini adalah Kawasan Industry. Yang dimaksud disini Kawasan Industry tidak membatasi harus pabrik ini dan itu, yang jelasnya yang berbau Industry kan pabrik smelter itukan industry juga”, Tegasnya.

BACA JUGA :  Ka. Pertanahan: Smelter di Mata Oleo Masuk Kawasan Industri

Bahkan, Jawa Tarika selaku Kepala Badan Perizinan Kabupaten Bombana, menggaransi terkait Lahan/Lokasi Masyarakat Liano, Dirinya siap memediasi dengan pihak perusahaan untuk membantu meng-clearkan agar Hak-hak masyarkat terlindungi atau tidak dirugikan. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here