Beranda Industri PT. Artha Mining Industry di Demo Oleh APM

PT. Artha Mining Industry di Demo Oleh APM

287
0
Masa Aksi Aliansi Pemerhati Masyarakat - Mata Oleo, Senin 30/07/2018.
Masa Aksi Aliansi Pemerhati Masyarakat - Mata Oleo, Senin 30/07/2018.

WONUABOMBANA.COM, MATA OLEO – PT. Artha Mining Industry yang terletak di Desa Liano, Kecamatan Mata Oleo Kabupaten Bombana, Sultra, kembali di demo oleh sekumpulan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Pemerhati Masyarakat (APM) Senin, 30 Juli 2018.

Menurut massa aksi APM, mereka menilai dengan hadirnya pertambangan di Kecamatan Mata Oleo bisa merusak ekosistem yang ada bahkan berpotensi menghilangkan mata pencaharian masyarakat setempat katanya.

Sehingga merujuk dari itu, massa aksi menuntut beberapa poin diantaranaya:

Menolak adanya Smelter di Desa Liano Kecamatan Mata Oleo., Meminta Dinas Perizinan untuk tidak mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada PT. Artha Mining Industry.,

Baca Juga : Proses Masuknya PT. Artha Mining Industry di Bombana

Meminta pihak BAPPEDA dan DPRD untuk mengkaji ulang PERDA NO 20 Tahun 2013 tentang penetapan Mata Oleo sebagai Kawasan Industry.,

Bupati Bombana, harus mencabut surat izin prinsip pembangunan Smelter di Mata Oleo.,

Bupati Bombana harus bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan masyarakat Mata Oleo.,

Meminta pihak DPRD Kab. Bombana untuk segera menyelesaikan persoalan ini jangan hanya menjadi stempel pemerintah di Legislatif seperti “Macan Ompong dan hanya membuat janji-janji manis ketika Kampanye”.

Menanggapi hal itu, dari pihak perusahaan PT. Artha Mining Industry, angkat bicara.

“Kalau terkait IUP yang dipersoalkan Massa aksi, saat ini sudah dalam tahap pengurusan”, tegas Agus selaku Humas PT. Artha Mining Industry.

Adapun terkait limbah kata Mas Agus sapaan akrabnya, Masyarakat Mata Oleo dan sekitarnya, Bombana pada umumnya, tidak perlu terlalu takutkan itu, sebab, dari perusahaan sudah pikirkan itu tekannya.

“Bila soal limbah yang jadi momok menakutkan buat masyarakat setempat, limbahnya itu dalam bentuk kering. Itupun yang keluar dalam bentuk kering, dari pabrik itu tidak langsung akan dibuang melainkan diolah lagi. Sebab, disitu masih ada nilai finansialnya”, tambah Mas Agus.

Belum lagi komitmen  dasar Perusahaan dengan Masyarakat dan Pemerintah Bombana, akan berkontribusi nyata buat Daerah diantaranya, membuka lapangan kerja yang diprioritaskan masyrakat Mata Oleo, Bombana pada umumnya sehingga bisa memberikan penghidupan yang layak buat masyarakat setempat. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here