Beranda Hukum Polres Bombana Ungkap Kasus Sianida yang Mengakibatkan Warga Polbar Meninggal Dunia

Polres Bombana Ungkap Kasus Sianida yang Mengakibatkan Warga Polbar Meninggal Dunia

146
0
Konferensi Pers Kepolisian Resort (Polres) Bombana terkait kasus dugaan pembunuhan berencana menggunakan racun Sianida. (Selasa 7 Agustus 2018)
Konferensi Pers Kepolisian Resort (Polres) Bombana terkait kasus dugaan pembunuhan berencana menggunakan racun Sianida. (Selasa 7 Agustus 2018)

WONUABOMBANA.COM, POLEANG BARAT – Dugaan Pembunuhan berencana yang terjadi 3 Agustus 2018, sekitar pukul 12.00 Wita, di Desa Toari, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Sultra, akhirnya terungkap.

Adapun pelakunya berinisial W (63) dan korban yang meninggal dunia yakni Tonde (51), serta Daud korban kedua, namun dia berhasil diselamatkan.

Berkat kecepatan, profesionalitas, kemudian sinergitas antara penyidik Polres Bombana bersama Anggota Polsek Poleang Barat, kurang dari 24 Jam, akhirnya kasus dugaan pembunuhan berencana tersebut bisa terungkap.

Awal dari diketahuinya masalah ini sehingga memudahkan pihak petugas untuk melakuakn penyidikan, berkat kesaksian istri korban (Daud), serta tetangga sekitar yang melihat langsung pelaku (W) baik pada saat masuk rumah, mapun keluar dari rumah korban.

“Kronologisnya dimana pada hari Jum’at 3 Agustus, jam 12, pelaku berinisial (W), mendatangi rumah korban kedua yakni saudara Daud, dan tiba disana kemudian bertemu dengan istrinya pak Daud, dia beralasan meminta makan. Namun disitu terjadi perdebatan, tidak lama kemudian istri korban meninggalkan rumah”, jelas AKBP Andi adnan S, SH., SIK., MM Kapolres Bombana.

“Nah, disaat itu juga pelaku (W) langsung menuangkan serbuk putih yang berada dalam bambu yang dicampur dengan kunyit kemudian dituangkan kedalam kopi milik Daud yang berada diatas meja tepatnya berada diruang tamu Kediaman Daud. Setelah itu, pelaku (W) pergi meninggalkan rumah, namun ada beberapa warga melihat pelaku pada saat masuk, dan keluar dari rumah Daud”, Kata Kapolres Bombana pada saat Konferensi Pers, Selasa 7 Agustus 2018.

Sambung Kapolres, setelah Korban (Daud) pulang dari Sholat Jum’at, lalu korban meneguk Kopinya yang ada diatas meja, tidak lama kemudian, korban langsung mual-mual, kemudian muntah, pada saat itu juga, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Poleang Barat.

Baca Juga : 12 Desa Dalam Waktu Dekat Gelar Pilkades Serentak, Polres Bombana Siap Turunkan Sepertiga Personil

Tiba disana, dan diperiksa oleh petugas, ternyata yang bersangkutan di diagnosa keracunan dan hal tersebut diketahui oleh masyarakat yang berada dilingkungan tersebut.

Kemudian Daud kembali ke rumah, setelah tiba di rumah, diikuti beberapa masyarakat salahsatunya adalah Tonde (korban meninggal dunia).

Namun, Tonde mencari kopi korban (Daud) dan meminumnya meski telah diperingatkan, dengan alasan bahwa dirinya punya ilmu kebal dan penangkal racun.

“Pada saat Tonde mau meminum kopi, saudara Daud melarang karena kopi itu ada racunnya. Namun, pada saat itu Almarhum saudara Tonde mengatakan kalau dia punya ilmu kebal anti racun”, ungkap Andi Adnan.

Hanya selang beberapa menit setelah Tonde meminum kopi tersebut, dia langsung terjatuh, muntah, keluar darah melalui hidung, setelah itu (Tonde) langsung dibawa ke Puskesmas, namun nyawanya sudah tidak bisa tertolong lagi (meninggal dunia).

Berdasarkan keterangan saksi, olah TKP, pengumpulan alat bukti, dan profesioanalitas penyidik, pada akhirnya yang bersangkutan dijemput di rumahnya, setelah melakukan pemeriksaan, yang bersangkutan (W), akhirnya mengaku sendiri kalau memang benar dia lah yang telah menaruh racun racikan kedalam kopi. Masyarakat lokal lebih mengenal dengan istilah “Bajabu”.

Selanjutnya, jenazah korban dibwah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi oleh ahli forensik. Kemudian hasilnya, korban (Tonde) meninggal dunia dipastikan karena keracunan. Karena didalam tubuhnya setelah bercampur dengan enzim-enzim terdapat racun “Sianida”.

Itu disebabkan karena campuran serbuk bambu tadi dengan kunyit, yang dimasukan kedalam minuman kopi, masuk kedalam tubuh, sehingga berubah menjadi racun “Sianida” bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak bisa menyebabkan keracunan sampai pada kematian.

“Saat ini pelaku sudah kami amankan di Polres Bombana dengan barang bukti. Adapun pasal yang kami sangkakan adalah pasal 340 juncto 53 subsider pasal 338 subsider pasal 359 KUHP ancaman hukumannya minimal 20 tahun penjara atau maksimal hukuman mati”, tegas Andi Adnan.

Motif yang melatarbelakangi pelaku sehingga berencana melakukan pembunuhan pasalnya, pelaku malu, disebabkan, korban (Daud) selalu menuduh pelaku (W), bahwa memiliki niat, atau cinta terhadap istrinya.

Berdasarkan kesaksian pelaku (W), korban (Daud) mengucapkan tudingan itu secara berulang kali, sehingga pelaku merasa malu, rasa kesal dan dendam pun muncul.

Alhasil, mulai saat itu pelaku selalu mencari kesempatan untuk mengahabisi korban (Daud) dengan cara meracuninya. Nah, terjadilah dihari Jum’at (3/8) kemarin.

Untuk diketahui pula, dari pihak keluarga korban sudah Ikhlas, dan menyerahkan sepenuhnya ke penyidik. “Dan Insha Allah dalam waktu dekat berkas perkaranya akan kami tuntaskan di penyidikan. Selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan”, tutup Kapolres Bombana. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here