Beranda Tak Berkategori Polres Bombana Bekerjasama Dengan Stakeholder Terkait, Simulasi Kebakaran

Polres Bombana Bekerjasama Dengan Stakeholder Terkait, Simulasi Kebakaran

35
0
Polres Bombana, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama dengan Pemerintah Daerah dan berbagai elemen masyarakat, menggelar apel dan simulasi kesiapan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRW) Kamis 15/8/2019.

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Indonesia sebagai Negara Tropis terlebih lagi di wilayah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), adalah suatu masalah yang kerap terjadi. Meski itu sangat membahayakan bagi lingkungan sekitar, namun Kebakaran tetap saja terjadi tanpa pernah disangka. Pemicunya tidak lepas dari ulah manusia baik disadari ataupun tidak disadari.

Sehingga sebagai bentuk tanggap dari hal itu, Polres Bombana, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama dengan Pemerintah Daerah dan berbagai elemen masyarakat, menggelar apel dan simulasi kesiapan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRW) Kamis 15/8/2019.

Kapolres Bombana Andi Adnan Syafruddin mengungkapkan bahwa seluruh pihak harus serius menyikapi persoalan kebakaran hutan dan lahan karena menurutnya dampak dari kebakaran hutan dan lahan itu sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, selain itu juga kata Andi Adnan juga dapat berpengaruh bagi pendidikan dan jalannya pemerintahan kerena adanya gangguan asap.

Baca Juga : Kapolres Bombana Berharap “JOB” Bisa Bersinergi Dalam Membangun Wonua Bombana

“Asap dari kebakaran hutan dan lahan itu dapat mengakibatkan polusi udara dan lebih parahnya lagi dengan kebakaran dapat merusak ekosistem lingkungan yang tumbuh dan hidup didalamnya” uraiannya.

Simulasi kesiapan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRW) Kamis 15/8/2019.

“Selain melakukan sosialisasi, kami akan melakukan patroli rutin disemua titik yang dianggap rawan di Bombana,kami siap menurunkan personil sebanyak mungkin sesuai permintaan BKSDA ” Tambahnya.

Andi Adnan juga mengungkapkan bahwa ditahun tahun 2018 lalu, pihak BKSDA dan Kepolisian setempat berhasil melakukan tangkap tangan terhadap satu pelaku pembakaran hutan dan itu sudah diproses dan dituntaskan. Karena tegasnya, siapapun yang melakukan pembakaran baik sengaja ataupun tidak, tetap akan mendapatkan sanksi sesuai Undang-undang yang berlaku. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here