Beranda Kriminal Penipu Kades Tertangkap, Polres Bombana Gelar Konferensi PERS

Penipu Kades Tertangkap, Polres Bombana Gelar Konferensi PERS

85
0

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Sebanyak 3 Orang Pelaku Penipuan terhadap beberapa Kepala Desa di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya tertangkap. Hanya Berdalih LP-KPK dan Watrawan Online, mereka dengan mudahnya melakukan aksinya. Sebanyak 13 desa yang telah dikunjungi, 6 diantaranya telah dimintai uangnya/ditipu. Yakni dengan alasan menakut nakuti korbannya. Tidak tanggung-tanggung lewat aksi mereka, bisa meraup uang hingga puluhan juta rupiah dari korbannya.

Dari sejumlah korban (Kades) yang kena “Tipu”, satu diantaranya telah memberanikan diri untuk langsung melaporkan kejadian yang telah menimpa dirinya ke Kepolisian Resort Bombana. Dia adalah Kepala Desa Pu’uwonua Kecamatan Tontonunu, Bombana, Atas Nama Nasrullah.

Dengan Modus, (Ke-2) pelaku mengaku sebagai Anggota Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK), dan 1 Lagi mengaku sebagai Wartawan Online Sulawesi Ekspress.

“Modus pelaku, menyedorkan semacam 1 Lembar surat kepada Kepala Desa, untuk diisi. Kemudian pada saat epala desa mengisi formulir tersebut, pelaku (HM) mengatakan, “anda melakukan kesalahan administrasi dalam hal ini pertanggungjawaban keuangan”. Sehingga Kepala Desa merasa ketakutan”, Ungkap Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan S, SH, SIK, MM. Senin (2/4/2018) Saat Konferensi Pers di Kantor Polres Bombana.

Lanjutnya, kemudian pelaku yang satunya lagi yang mengaku sebagai Wartawan Online Sulawesi Ekspress (AR) menakut-nakuti korban bahwa jika ini tidak secepatnya diselesaikan maka, ini akan diekspos dan segera dilaporkan ke kejaksaan. Sehingga korban merasa ketakutan dan gugup. Maka sebagai garansi, Negosiasipun terjadi.

“Kemudian Korban (Kades Pu’uwonua)¬† diajaklah naik kemobil avansa yang saat ini telah kami sita. Kemudian dalam mobil terjadi negosiasi. Pelaku atas nama (HM, AN dan AR) memita uang tebusan sejumlah (Rp25 juta). Namun korban hanya bisa menyanggupi (Rp12 juta). Alhasil, terjadilah deal di tempat. Dengan begitu, kemudian korban ke Bank untuk menarik uang sebanyak (Rp12 juta). Selanjutnya Korban langsung menyerahkanya ke pelaku. Setelah itu pelaku meninggalkan tempat”, Ujar Andi Adnan.

Pelaku dan Barang Bukti Tindak Pidana Penipuan dan Pemerasan. Polres Bombana, Senin (02/04/2018).

Namun tambahnya, selang beberapa hari kemudian, korban langsung mendatangi Polres Bombana untuk melaporkan kejadian itu ke-Polres Bombana dalam hal ini ke-Kasat Reskrim. Sehingga setelah laporan diterima, maka dari satuan Reskrim Bombana melakukan penyelidikan dan mengkonfirmasi ke 2 lembaga yang dimaksud ke tiga pelaku. Namun, dari hasil penyelidikan tidak satupun yang terdaftar sebagai anggota.

BACA JUGA :  Ayah Menggorok Leher Anak Tiri, Hingga Nyaris Putus

Maka serangkaian dengan langka penyeledikan, Pihak Reskrim Bombana menyimpulkan¬† bahwa ini merupakn tindak pidana, “Penipiuan dan Pemerasan”. Akhirnya penyidik memutuskan untuk segera melakukan pencarian dan melakukan penangkapan, katanya.

“Pada saat proses berjalan, Ke-3 Pelaku mengaku bukan dari lembaga LP-KPK dan Media Online Sulawesi Ekspress”, Singkat Andi Adnan.

Alhasil, berdasarkan perbuatan yang telah dilakukan korban, maka akan dikenakan pasal berdasarkan dugaan pelanggaran yang telah mereka lakukan yakni Pasal: 378 KUHP Tentang Penipuan Serta Pasal 368 dan 369 KUHP Tentang Pemerasan, dengan Ancaman Penjara Maksimal 4 Tahun Penjara.

Adapun berdasarkan pengakuan pelaku, mereka memulai aksinya terhitung sejak Tanggal (9/Maret/2018). Dengan jumlah kepala desa yang telah didatangi sebanyak 13 desa. Namun hanya 6 desa yang berhasil mereka tipu yang tersebar di 6 Kecamatan yang berada di wilayah hukum Polres Bombana.

Sehingga atas kejadian ini, Kapolres Bombana AKPB Andi Adnan S, SH, SIK, MM. Menghimbau terhadap seluruh Kepala Desa, Lurah Camat Serta Masyarakat Bombana agar jangan mudah percaya bila ada orang yang turun ke lapangan untuk meminta Dokumen, Meminta Data, dengan berdalih atas nama dari lembaga mana saja tanpa ada surat resmi.

“Sebab, dari lembaga mana saja bila hendak turun ke daerah-daerah harus menyurat resmi. Namun bila ada yang turun lantas meminta dokumen atau apa, tanpa ada surat resmi, saya tegaskan segera laporkan ke polisi”, Tegas Andi Adnan.

Untuk diketahui, sebelum pelaku masuk Ke-bombana, sebelumnya mereka telah melakukan aksinya di Kabupaten lain. Yakni dua Kepala Desa yang telah mereka datangi di Kolaka Timur. Namun, mereka tidak mendapatkan uang. Berhubung, (Kades) yang dituju tidak memiliki uang. Dan atas kejadian ini pula, pihak penyidik Polres Bombana akan segera memanggil Kepala Desa yang telah ditipu untuk menambahkan “Saksi”, Selanjutnya akan diproses. setelah itu barulah akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

Adapun uang yang berhasil mereka dapatkan berkisar Rp20 jutaan. Dengan Estimasi Tertinggi Rp12 juta dan terendah (Rp500.000) Per-korbannya. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

BACA JUGA :  Tega, Seorang Anak Tebas Ayah Kandungnya Sendiri

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here