Beranda BOMBANA Pemda Bombana Menilai, ‘Berutang’ Adalah Solusi Yang Tepat

Pemda Bombana Menilai, ‘Berutang’ Adalah Solusi Yang Tepat

144
0
Ilustrasi
Ilustrasi

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Berutang biasanya merupakan suatu upaya yang dilakukan perorangan/kelompok bila ingin mencapai sesuatu, namun dilandasi kekurangan serta sudah tidak bisa lagi mencari solusi lain. Maka, ‘berutang’ dinilai suatu alternatif untuk menyelesaikan suatu masalah.

Adapun persyaratannya, tergantung dari kesepakatan antara kedua belah pihak. Baik antara peminjam, maupun yang meminjam.

Begitu pula dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Katanya ingin berbuat banyak buat daerah, namun keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang hanya berkisar 800 Milyar pertahun.

menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Darwin Ismail, jika hanya dana itu yang diharapkan, lalu sudah itu yang digunakan untuk gaji pegawai, belum lagi program Gembira Bupati, dll, kata dia mana cukup?,. Setelah dikeluarkan semuanya, mungkin yang tersisa berkisar 100 Milyar saja, masuk kategori Dana Alokasi Umum (DAU), terangnya.

Sementara untuk menunjang pembangunan infrastruktur di 3 zona wilayah yakni Rumbia, Poleang, dan Kabaena tidak memungkinkan mencapai target yang maksimal. Seperti yang diributkan baru-baru ini, jalan di Mata Oleo pengerjaannya itu butuh dana (Rp77 Milyar) jelas Darwin di Ruang Kerjanya pekan lalu.

Baca Juga : Pinjaman Dana Pemerintah Daerah Bombana Bukan Solusi Cerdas Mengatasi Defisit APBD

“Sekarang tergantung Mendagri, kita sudah kirim kita punya berkas disana, jadi tinggal menunggu mereka kaji dulu. Selanjutnya barulah dijadwalkan untuk audiensi baik dari Dinas terkait maupun Bupati sendiri sebagai pemimpin rombongan yang akan ikut serta ke-Kementerian. Saat ini, surat tanda terima sudah kami terima sebagai bukti masuknya berkas”, imbuhnya.

Tegas Darwin, kalau saja dana cukup, ngapain harus ngutang?,. Namun ya, Bombana memang butuh dana segar untuk membangun Infrakstruktur. Karena kalau tidak?, selalu tidak akan pernah tuntas pembangunannya.

Meskipun uangnya nantinya dicairkan, uangnya tidak serta merta diterima begitu saja oleh Pemda. Melainkan harus dikaji dulu berapa yang dibutuhkan baru ditarik, sebab langkah itu diambil untuk mencegah tingginya suku bunga utang.

“Bila nantinya uang itu memang dicairkan yang sebanyak 300 Milyar itu, disini pasti ada Bank penanggungjawab dalam hal ini (Bank BPD). Nah uangnya akan mengendap disitu, tinggal ditarik sesuai kebutuhan”,.

Akan tetapi, dirinya mengapresiasi semua kritikan, pemerintah harus siap terima kritikan. Sebab katanya, lewat kritikan itu pula akan selalu dijadikan pengontrol kebijakan.

Meskipin begitu, sejatinya Masyarakat juga boleh kritis namun jangan salahkan Perda/Undang-undang yang berlaku. Karena bukan hanya Bombana katanya yang membangun Daerahnya dengan utang.

Tambahnya lagi, kalau memang uangnya sudah cair, Masyarakat semua silahkan memantau dana tersebut. Bila memang tidak sesuai peruntukannya, (Khusus Infrastruktur), silahkan ribut. Bahkan Dirinya siap berada digarda terdepan.

Sebagai informasi, Pinjaman Rp 300 Milyar jika memang dilayani, cairnya diperkirakan sekitar bulan Juni (2019) mendatang. Dengan estimasi bunga sebanyak 11 persen. Maka setelah dikalkulasi kata Kepala (BKD) Bombana, bunganya selama 5 tahun hanya 47 Milyar. Jadi, Pokok dengan bunga Totalnya 347 Miliar saja, Jelas Darwin. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here