Beranda Daerah Pembangunan Terminal Bombana, “Diduga” Terdapat KORUPSI

Pembangunan Terminal Bombana, “Diduga” Terdapat KORUPSI

77
0
Kondisi terkini terminal Kabupaten Bombana - Sultra.

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Pembangunan Terminal Bombana Tahun Anggaran 2016 yang telah menghabiskan anggaran berkisar (3,6 Miliar), Rupanya saat ini tengah diperiksa oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana. Dan prosesnyapun sudah masuk ke tahap “PENYIDIKAN”, Ujar (Kasi Pidsus) di kantornya Senin 2/4/2018.

“Pada intinya sekarang, kami sudah bersurat ke Ahli Laboratorium UPTD Provinsi. Jadi kami tinggal menunggu kapan ada kesempatan dari pihak Laboratorium Provinsi untuk mengecek Kualitas betonnya atau Kualitas Pekerjaannya. Nanti kita lihat disitu hasilnya seperti apa. Setelah hasil ahli Laboratorium keluar, barulah (BPKP) turun ke-Lapangan”, Ujaranya.

Selanjutnya, Setelah dari (BPKP) turun kelapangan, berdasarkan Laporan Ahli Laboratorium UPTD Profinsi, maka hasil dari pemeriksaan (BPKP) di Lapangan, barulah dilimpahkan ke Persidangan, Katanya.

“Sebab kami disini melibatkan 3 Ahli. Diantaranya Ahli kualitas, Ahli kuantitas dan Ahli yang menghitung kerugian keuangan Negara. Kalau Ahli kualitas kami libatkan Laboratorium UPTD Provinsi dan suratnya sudah kami masukan (Kamis) kemarin sebelum tanggal merah. Nah, rencananya nanti hari (Kamis) ini baru kami coba lagi untuk berkoordinasi dengan pihak Laboratorium Provinsi untuk mengecek kapan ada waktunya akan turun ke Lapangan. Sementara untuk Ahli Kuantitas kami libatkan Dinas (P.U) Bombana. Adapun tingkat kerugian Negara, kami melibatkan (BPKP)”, Jelasnya.

Sementara untuk Ahli Kuantitas atau volume pekerjaan dalam hal ini dari Dinas P.U dan Tata Ruang Kota Bombana, pihaknya sudah melakukan pengecekan dilapangan dan sudah mendapatkan hasilnya.

“Hasil pengecekan dari Ahli Kuantitas atau volume pekerjaan dari Dinas P.U Sini Oleh (Cipta Karya), mereka sudah melihat pekerjaannya bahkan sudah ada hasilnya dan sudah diekspos
ke (BPKP). Setelah diperiksa, memang menemukan ada beberapa bagian pekerjaan yang tidak dilaksanakan, ataupun dilaksanakan tapi tidak sesuai dengan spesifikasinya. Jadi ada 2 macam disitu”, Ungkap Kasi Pidsus Kejari Bombana Bustanil N Arifin.

Tambahnya, setelah kedua Ahli ini baik dari pemeriksa kualitas betonnya (Laboratorium UPTD Provinsi) dan ahli kuantitas volume pekerjaannya dari Dinas P.U Oleh (Cipta Karya), maka setelah Laporanya rampung, barulah (BPKP) akan kembali turun kelapangan untuk melakukan klarifikasi.

BACA JUGA :  Kunjungan Kerja FP2B Ke-Kejari, Sekaligus Melaporkan Dugaan Penyalahgunaan DD & ADD

Bustanil mengatakan, dirinya sudah berulang kali turun kelapangan. Pasca laporan masuk, besoknya dia langsung terjun kelapangan untuk ditindak Lanjuti. “Dan setelah itu, kemudian saya membuat Surat Telaah kemudian saya masukan ke (Kajari) untuk dibikinkan Surat Perintah Penyelidikan. Karena ada tahapan-tahapannya, dan kami sudah lakukan penyelidikan selama (20 Hari) setelah itu kita ekspos, ternyata hasil di lapangan, memang ada bukti permulaan untuk dinaikan ke-Bukti PENYIDIKAN jadi sekarang bukan lagi tahap PENYELIDIKAN. Makanya dalam Tahap PENYIDIKAN ini, Kami Meminta bantuan Ahli yakni dari (P.U Bombana) bahkan Ahli Laboratorium UPTD Provinsi”, Tegas Bustanil.

Ketika ditanya apa tindakan tegas dari (Kejari Bombana), Bustanil dengan lantang menjawab, “Dari proses penyelidikan, penyidikan yah mudah-mudahan memenuhi unsur formil materilnya sehingga bisa untuk diajukan ke PENUNTUTAN. Dan kami usahakan secepatnya”, Imbuhnya. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here