Beranda BOMBANA Operasi Zebra, Kasat Lantas: Yang Melanggar, Akan Kena Tilang Rp 250.000 –...

Operasi Zebra, Kasat Lantas: Yang Melanggar, Akan Kena Tilang Rp 250.000 – 1.500.000

520
0
Ilustrasi
Ilustrasi

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Operasi Zebra yang digelar diseluruh Indonesia mulai dari tanggal 30 Oktober – 12 November yang berlansung selama 14 hari tanpa terkecuali juga berlaku di Satlantas Polres Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Ada 11 macam sasaran utama dalam giat oparasi ini.

“Pengendara motor yang tidak memakai helm ber-standar SNI, pengendara motor dibawah umur, pengendara sambil menggunakan hand phone, pengendara yang melawan arus, pengendara yang tidak memakai safety belt atau sabuk pengaman bagi pengendara mobil, tidak memiliki SIM dan STNK dll”, ungkap Iptu H. Adenang selaku Kasat Lantas Polres Bombana.

Adapun penjabaran pengendara baik mobil dan motor yang dinyatakan telah melanggar adalah Sbb:

(1). Pengendara yang melanggar mengenai helm, maka akan kena tilang sebesar Rp 250.000

(2). Pengendara yang tidak memiliki STNK, maka akan kena tilang sebesar Rp 500.000

(3). Pengendara yang tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi), meskipun memiliki, tapi kalau tidak dibawa, maka tetap juga akan kena tilang sebesar Rp 1.000.000

(4). Tidak memiliki STNK  dan SIM, meskipun punya tapi pada saat berkendara tidak dibawah, maka akan pula dikenakan tilang sebesar Rp 1.500.000

BACA JUGA : Jaga Kamtibmas Menjelang Pilkades, Binmas Polres Bombana Turun Beli Masalah

Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres Bombana pada saat ikut serta dalam Patroli/sosialisasi dialogis yang berlangsung di Desa Tembe Kecamatan Rarowatu Utara Jum’at (2/11) malam, bebernya, giat operasi yang telah mereka laksanakan selama tiga hari yang tersebar dilima titik dan lima Kecamatan, pelanggaran terbanyak di Kabupaten Bombana saat ini yakni masalah pelanggaran helm jelasnya.

Bagaimana animo masyarakat Bombana terkait kelengkapan dan kepatuhan dalam mengendara saat ini?.

“Alhamdulillah animo masyarakat Bombana selama sudah tercium dan terdengar akan ada operasi, ya, sudah cukup tertib. Terutama pengendara dalam kota, biar anak sekolah sudah tertib menggunakan helm semua”, terangnya.

Untuk itu dia kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Bombana, terutama orang tua jangan pernah memberikan kesempatan terhadap anak dibawah umur untuk membawah kendaraan. Selain itu, bagi pengendara yang lain juga, bila sementara berkendara, janganlah nyetir sambil main hand phone atau menelpon.

Pintanya, marilah tertib dalam berlalu lintas. Dan utamakanlah keselamatan dalam berkendara. Sebab, keluarga, anak dan istri senantiasa menunggu kita di Rumah tutupnya. (w/b)

Iklan
Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here