Beranda Hukum Oknum Lurah di Kabaena diduga Melakukan Penganiayaan pada Salahsatu Masyarakatnya

Oknum Lurah di Kabaena diduga Melakukan Penganiayaan pada Salahsatu Masyarakatnya

625
0
Kondisi Korban Dugaan Penganiayaan (Agusalim)
Kondisi Korban Dugaan Penganiayaan (Agusalim)

WONUABOMBANA.COM, KABAENA – Oknum Lurah Kelurahan Lambale, Kec. Kabaena Timur Alkautsar Mubarak dilaporkan ke Polisi setempat karena diduga melakukan penganiayaan terhadap salahsatu masyarakatnya pada hari Senin, 16/07/2018.

Korban tersebut, yang diketahui namanya adalah Agusalim mengadukan perbuatan oknum Lurah tersebut ke Polsek Kabaena Timur agar pelaku diproses sesuai ketentuan hukum atas perbuatannya itu.

Adapun dugaan penganiayaan itu terjadi pada hari Senin (16/07/2018) saat dilakukan rapat “Revisi Panitia Masjid Babul Amal Kel. Lambale” di Balai Kesenian Kec. Kabaena Timur.

“Sekitar pukul 10.15 Wita, terjadi adumulut di Balai Kesenian yang mengakibatkan seorang oknum Lurah a.n. Alkautsar Mubarak bersama oknum Kepala Dusun a.n. Naea melakukan penganiayaan dengan menarik baju bahagian belakang dan depan yang mengakibatkan memar di bahagian punggung serta leher”, jelas Agusalim via WhatsApp

Dalam rapat tersebut, tengah dilakukan musyawarah dan pembahasan terkait revisi kepengurusan Masjid Raya Kabaena Timur yang selama ini dianggap ada beberapa pengurus yang  sudah tidak aktif lagi, dalam rapat juga turut menghadirkan pihak Kepolisian Sektor Kabaena Timur.

“Pihak pengurus (masjid) yang lama hanya ingin memperjelas kenapa bisa terjadi undangan mendadak dari pihak kecamatan yang tidak berdasar, dan pada saat rapatpun tidak dijelaskan secara detil apa-apa saja kesalahan mereka (pengurus yang lama)”, tutur Agusalim.

Secara terpisah, saat dihubungi Wonuabombana.com, Alkautsar Mubarak (Lurah Lambale) membantah bahwa tudingan dugaan penganiayaan yang dilakukannya adalah tidak benar adanya.

“Ah, tidak pernah itu, tidak ada, bahkan kami coba melerai kondisi rapat yang sudah mulai kisruh, dan yang memantik keadaan itu sebenarnya adalah Agus. Waktu saya mau jelaskan, Agus langsung main sebut-sebut nama orang tua, ini kan tidak ada relevansinya dengan materi rapat saat itu”, terang Alkautsar.

“Saya juga rencana akan melaporkan balik terkait ujaran kebencian yang dia (Agusalim) sampaikan pada saat rapat itu”, tambahnya.

Wonuabombana.com saat mencoba untuk melakukan konfirmasi ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kabaena Timur, sampai saat berita ini diterbitkan telepon kami belum dijawab.(w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here