Beranda Tak Berkategori Segel Bea Cukai diabaikan, Besi Smelter PT. SSU Tetap Dimuat Kapal Tongkang

Segel Bea Cukai diabaikan, Besi Smelter PT. SSU Tetap Dimuat Kapal Tongkang

301
0
PT. Surya Saga Utama

WONUABOMBANA.COM, KABAENA – Besi milik PT. SSU (Surya Saga Utama) yang memiliki Pabrik Pemurnian Nikel (Smelter) yang terletak di Lampangi Jaya, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Sultra, kemarin Jam 3 lewat 10 menit kata masyarakat sekitar, kembali dimuat oleh Kapal Tongkang di Jety Malandahi.

Keterangan dari saksi yang melihat (Masyarakat), memprediksikan sekitar 2 ribu ton lebih Besi PT. SSU yang akan dimuat oleh Kapal Tongkang. “Kemarin sekitar Jam 3 lewat 10 Menit datang Kapal Tongkang di Jety Malandahi. Saya tanya mau apa?, pihak Kapal bilang mau pengapalan. Baru Besinya saya lihat, masih baru, belum pernah terpakai”, jelas saksi

Menurut informasi, Pelaku di lapangan adalah Warga Negara Asing (WNA) yang mengatasnamakan investor. Sementara, izin kerja dan izin tinggal bukan atas nama PT. SSU.

Saat dihubungi Direktur PT. SSU H. Kasra Jaru Munara mengatakan, pihak Bea Cukai telah melakukan penyegelan sebelumnya. Sehingga atas kejadian tersebut, dirinya sangat menyayangkan apabila ada pihak yang tidak mengindahkannya.

“Untuk itu kami akan mengambil langkah hukum atas tindakan oknum WNA tersebut”, tegas H. Kasra Senin (5/8/2019).

Baca Juga : Peralatan Semelter PT. SSU Dijual Kiloan, Investasi atau Money Laundering?

Karena selaku pimpinan, beliau tetap menginginkan agar Smelter bisa segera dioperasikan kembali termasuk melanjutkan proyek tahap kedua yang masih terbengkalai.

“Sudah ada pihak yang sudah MoU dengan PT. SSU untuk melakukan take over. Jadi, penjualan barang-barang smelter tersebut bertentangan dengan komitmen investasi. Apalagi ada janji perusahaan kepada 540 ex-karyawan yang pernah di PHK bahwa Smelter hanya tutup sementara, dan mereka akan dipekerjakan kembali nantinya”, terang H. Kasra kembali.

Menyikapi persoalan ini, salah satu petugas Bea Cukai yang tidak ingin dicantumkan identitasnya menegaskan, akan segera membentuk Tim Investigasi untuk turun ke Lapangan guna melakukan pendalaman dan memastikan agar tidak ada kerugian Negara, katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan UU No. 39 Tahun 2007 pasal 57 dijelaskan bahwa Setiap orang yang tanpa izin membuka, melepas, atau merusak kunci, segel atau tanda pengaman sebagaimana diatur dalam undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 2 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 75.000.000,00 dan paling banyak Rp. 750.000.000,00. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here