Beranda Nasional Menaker Dinilai Kurang Responsif Menanggapi Polemik Perpres Tentang TKA

Menaker Dinilai Kurang Responsif Menanggapi Polemik Perpres Tentang TKA

31
1
Menaker Dinilai Kurang Responsif Menanggapi Polemik Perpres Tentang TKA

WONUABOMBANA.COM, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri dinilai kurang responsif menanggapi polemik penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur tentang penyederhanaan izin Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia.

Pasalnya, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dianggap absen dalam menghadapi isu sensitif ini. Aktivis pemuda Alwashliyah, Indra Hasibuan berpendapat bahwa seharusnya Kemenaker berada di garda terdepan untuk menjelaskan Perpres tentang TKA itu.

“Menteri jangan cuci tangan dan hanya mengarahkan persoalan kepada Presiden. Sehingga
terkesan menjebak dan menyandera presiden,” ujar Indra, Kamis (26/4/2018).

Selain itu, Kemenaker diminta untuk mencari solusi yang proporsional untuk menjawab semua tuduhan miring terkait TKA itu, bukan justru melempar bola panas ke presiden, yang membuat publik memandang negatif Perpres tersebut.

Dirinya yakin bahwa Perpres itu hasil rangkuman dari sejumlah masukan para menteri ataupun staf ahli di bidang ketenagakerjaan. “Menaker terlihat tidak mau bersinggungan dan menghindar dengan isu ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan lain pula, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri meminta bahwa penerbitan Peraturan Presiden tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) jangan dipolitisasi.

“Perpres ini diterbitkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan melalui investasi karena membuka lapangan kerja tidak bisa menggunakan APBN saja sehingga kita harus genjot investasi, ekspor, dan konsumsi publik. Karena untuk kepentingan Bangsa, Negara, dan rakyat saya minta jangan dipolitisasi . Ujarnya jelang mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018).

Untuk diketahui, Perpres TKA itu sebenarnya untuk mempermudah prosedur perizinan. Semua syarat kompetensi pekerja tidak berubah, hanya prosesnya saja yang disederhanakan.

Sumber : https://nasional.sindonews.com

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here