Beranda Daerah Lagi, Dana Desa (DD) Desa Watu-watu Tahun 2016, Terindikasi Disalahgunakan

Lagi, Dana Desa (DD) Desa Watu-watu Tahun 2016, Terindikasi Disalahgunakan

27
0

WONUABOMBANA.COM, LANTARI JAYA – Lagi, Desa Watu-watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana (Sultra), sedang dalam pusaran masalah. Belum usai persoalan perumahan yang sementara menjadi polemik saat ini,  muncul lagi maslah baru yakni tentang, Pengerjaan Peningkatan Jalan Usaha Tani Tahun 2016 Desa Tersebut, berdasarkan keluhan masyarakat “Terindakasi” merugikan Uang Negara.

Sebab katanya, besar dugaan dalam pengerjaan jalan tahun (2016) kemarin, mengalami penyimpangan. Berdasarkan Rincian Anggaran Belanja (RAB) Volume kerjaan sepanjang 1000 M yang menelan biaya sebesar (Rp180 Juta) yang dananya berasal dari Dana Desa (DD). Namun, kenyataan dilapangan hanya sekitar 700 M Terang (AM). Minggu, 11/2/2018.

“Volume kerjaan berdasarkan (RAB) nya itu sepanjang 1000 M yang saya pegang. Namun, alahasil hanya 700 M. Apakah ini bukan namanya peyimpangan”, Tegas AM.

Menurut (AM), sebenarnya saat itu dirinya masih menjabat sebagai Ketua (TPK)  akan tetapi katanya dia tidak tahu menahu tentang pengerjaan jalan tersebut.

“Sebenarnya Pengerjaan Peningkatan Jalan Usaha Tani di Desa Watu-watu saya tidak tahu menahu. Sebab, meskipun saya selaku ketua (TPK)  saat itu, namun saya tidak diberitahu. Serta anggaran pengerjaanya sebenarnya nanti anggaran Tahap (II) baru keluar. Akan tetapi sudah dikerja. Akhirnya,setelah keluar/cair anggaran tahap (II)  biaya pengerjaanya langsung diberikan sama kontraktornya. Dan jalan ini memang tidak ada yang awasi meskipun itu dari Tim Pengelola Kegiatan (TPK)”, Katanya.

Dan menjawab pertanyaan wartwan kenapa dirinya begitu yakin bila pengerjaanya tidak diawasi?, Jawabnya singkat. “Kenapa saya mau tidak tahu pengerjaan jalan itu, disamping saya adalah warga setempat, bila saya hendak ke kebun/sawah, pasti saya lalui jalan ini”, Ujar AM.

Sambung (AM), pada saat pelaporan pertanggungjawaban tahap pertama (I)  katanya,  Kepala Desa Watu-watu (Musakkir) langsung memberhentikanya menjadi ketua (TPK).  Dengan berdalih dirinya (AM)  juga masih menjadi ketua
(LPM). Dan jabatan sebelumnya digantikanlah oleh Sekretaris Desa/Sekdes, Jelasnya.

Material TIMBUNAN nyapun diambil tidak jauh dari lokasi pengerjaan dengan Timbunan. Yakni TIMBUNAN jenis TASIRTU/TANAH BECAMPUR BATU. “Memang kwalitasnya bagus yang dipakai untuk menimbun, nomor Satu”, Tutup AM.

BACA JUGA :  Pemda Bombana Tidak Siapkan Kapal, Warga Sakit Terpaksa Naik Katinting

Sebelum berita ini dikeluarkan, dari pihak media (Wonuabombana.com), telah mencoba untuk mengklarifikasi persoalan ini ke DINAS terkait (INSPEKTORAT). Akan tetapi sekira Pukul : 14 Lewat saat berkunjung, yang berhasil ditemui hanyalah Staff Kantor INSPEKTORAT Kabupaten Bombana (Sultra). Sebab, Kepala Dinas Kantor yang bersangkutan lagi tidak ada di tempat/keluar daerah berdasarkan keterangan STAFF nya, Senin 12/2/2018. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here