Beranda Pemerintah Kedepankan Transparansi Dalam Pelayanan Publik, DPM-PTSP Pasang CCTV

Kedepankan Transparansi Dalam Pelayanan Publik, DPM-PTSP Pasang CCTV

82
0
Pajawa Tarika S.Pd M.Pd., - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) pada saat disambangi di Ruang kerjanya, dan menjelaskan keutamaan dan kegunaan pemasangan CCTV di Kantornya Jum'at (7/12/2018).
Pajawa Tarika S.Pd M.Pd., - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) pada saat disambangi di Ruang kerjanya, dan menjelaskan keutamaan dan kegunaan pemasangan CCTV di Kantornya Jum'at (7/12/2018).

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Langkah yang diamabil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Pajawa Tarika S.Pd M.Pd., patut diapresiasi. Sebab, terobosan yang diambilnya adalah bentuk nyata dalam menciptakan pelayanan yang maksimal dan transparan.

Diruang kerjanya saat ditemui Jum’at (7/12/2018) dirinya mengutarakan langkah ini juga adalah tindak lanjut dari hasil Monitorong dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan “KPK” pada saat berkunjung di Bombana beberapa bulan yang lalu. Jadi, hasil dari pertemuan tersebut, diperintahkan sekaligus diharuskan semua Kantor Pelayanan terutama milik pemerintah, agar memasang Closed Circuit Television (CCTV).

Maka, merujuk dari itu, dimasukanlah kedalam sisa target (DPM-PTSP) Tahun 2018. Yakni pengadaan “CCTV” yang anggarannya bersumber dari APBD Perubahan Tahun 2018.

Tujuannya apa tambahnya?, agar semua bentuk pelayanan bisa terlihat. Bila ada gerakan tambahan dari STAF, pasti akan terlihat disistu. “Dengan pemasangan CCTV ini, semua kegiatan di Kantor ini saya bisa pantau. Tanpa saya mutar-mutar, dari depan ke belakang, dari atas kebawah, saya sudah bisa pantau dimana kelemahan STAF. Dan jikalau ada kinerja STAF yang diluar standar Operasional Pelayanan (SOP), saya langsung tegur”, ucapnya.

Mantan Guru di SMAN 1 Rumbia, yang kini telah berubah nama menjadi SMAN 3 Bombana ini juga menjelaskan secara rinci Ruangan mana saja yang bisa terpantau sekaligus melihat secara langsung pola pelayanan STAF terhadap tamu. Disamping itu, tamu juga harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan oleh (DPM-PTSP) itu sendiri.

BACA JUGA : Sinergitas Pemda & DPRD, Andi Firman: 2019 Asrama Mahasiswa Akan di Rehab

“Batas tamu itu sudah kami siapkan. Jadi, tamu tidak boleh langsung masuk melampauhi batas yang telah disiapkan. Namun, ada 2 kemungkinan tamu yang bisa saja langsung masuk kedalam. Yaitu jika tamu tersebut sudah konsultasi sama Kepala Dines atau sudah konsulttasi sama Kepala Bidang tekhnis. Kalau tanpa konsultasi, lantas mau langsung masuk, itu tidak boleh. Sebab, segala bentuk dokumen pelayanan ataupun yang mau dikonsultasikan sudah kami siapkan di Ruangan depan”,.

Kalaupun sambungnya, jika pemohon mau melakukan transaksi/membayar Retribusi, pihaknya akan memberikan Slip Penyetotan atau SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah). Selanjutnya pemohon akan diarahkan ke Bank menyetor berapa nilai retribusi yang mereka mau bayar.

Dihari yang telah ditentukan, pemohon akan datang memperlihatakn bukti Slip pembayaran kepada STAF pelayanan. Maka, dihari itupula, dokumen pemohon akan langsung diberikan.

Namun katanya, untuk pembayaran mengenai Retribusi Bombana, pemohon akan diarahkan ke Bank Sultra. Karena memang jelasnya, hanya Bank Sultra Mitra kerja Pemda yang menerima setoran terkait Retrubusi.

Bahkan saat ini masyarakat atau pemohon yang mengurus Izin kata Pak Kadis, hanya dua kali datang ke Kantor. Pertama datang bawah berkas, kedua datang ambil berkas.

“Semua perkembangan dokumen masyarakat atau pemohon, akan dilihat melalui aplikasi E-Tracking. Pasalnya, masyarakat/pemohon akan disarankan mendwonlod aplikasi (Barcode Scanner). Nah, lewat aplikasi itulah mereka tinggal buka lalu memfoto (Barkot) yang telah kami siapkan. Setelah difoto, nantinya akan muncul informasi sejauh mana perkembangan berkas mereka”, uraiannya.

BACA JUGA : Menagih Diluar Mekanisme, Kepala BKD: Pencairan “Jasa Jamkesda” Ditahan Dulu

Sebab, setiap kali petugas (DPM-PTSP) melakukan sesuatu (Terkait pemberkasan), pasti akan diinput laporannya kedalam (Barcode Scanner). Sehingga tidak heran, masyarakat/pemohon selalu bisa mengetahui perkembangan berkasnya tanpa perlu ke Kantor lagi. Terkecuali bila sudah dihubungi oleh pihak kantor karena berkasnya telah dinyatakan lengkap dan siap untuk diambil.

Sehingga lewat pemberitaan ini, Pajawa menitip pesan kepada seluruh STAF nya agar senantiasa bekerja maksimal. Sebab padasarnya kata dia, kita adalah pelayan masyakat. Begitu juga dengan masyarkat, silahkan datang mengurus, jangan ada keraguan. Pasalnya, (DPM-PTSP) akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik. Ditambah lagi dengan adanya “CCTV”.

DPM-PTSP juga mencantumkan Nomor aduan yang bisa dihubungi kapan saja terkait kepengurusan Izin di Kabupaten Bombana. Yaitu, 0852 4156 3300 a.n. Made Piarsa. (w/b)

Iklan
Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here