Beranda Daerah KANTOR (BPBD) BOMBANA,MEMBUAT PROGRAM SIAP SIAGA SEKOLAH BANJIR

KANTOR (BPBD) BOMBANA,MEMBUAT PROGRAM SIAP SIAGA SEKOLAH BANJIR

68
4

Rumbia,berita wonua bombana

Banjir Bukan Lagi hanya akan menjadi Kendala,Melainkan akan
menjadi Masalah,bila tidak di tangani dengan baik.Untuk itu,Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Bombana,membuat program simulasi sekolah siaga banjir.sebab se orang pemimpin,sudah semestinya bisa memberikan inovasi baru terhadap bidangnya masing masing yang berguna untuk orang banyak.ungkap A.Syarifuddin,SH.MPW,di kantornya pekan lalu.

“Saya sedang mengikuti program Diklat PIM 2 angkatan ke 43 tahun 2017 di LAN MAKASSAR (Lembaga administrasi negara).dimana dalam pendidikan ini berlangsung selama 4 bulan.dan saya telah mengikuti pendidikan selama 14 hari.selama 4 bulan itu di bagi 2 yaitu,On kampus dan off kampus.off kampus,yaitu pulang kampus,
atau dinas masing masing,agar bisa di terapkan ilmu yang di dapatkan selama pendidikan”,sambungnya.

Kata dia,selama pendidikan banyak hal yang di dapatkan yaitu mengenai integritas,wawasan nasional,wawasan kebangsaan,dan aktivitas kepemimpinan nasional.konsep laboratorium yang di dapatkan kemarin inilah,yang coba di terapkan seperti “Siap siaga sekolah banjir” dimana kita menyusun program perubahan selama dua bulan.agar hasilnya bisa bermanfaat bukan hanya pada instansi kita,melainkan terhadap masyrakat (pemda),yang selama ini tidak pernah ada.sebab yang menjadi perhatian selama ini,bila terjadi banjir,hanya seperti permukiman,jalan yang terendam dan jembatan terpotong,yang mendapatkan perhatian,sementara tanpa pernah terpikirkan sekolah.

Lanjut kepala Badan (BPBD) Bombana A Syarifuddin,sebagi bentuk kepedulian terhadap sekolah (pendidikan) di bombana,pihaknya telah membentuk “Tim Siap Siaga Sekolah Banjir”. Yang di maksud disini,telah terbentuk Tim,namun tidak serta merta melakukan misi tersebut,melainkan melalui soaialisasi dulu atau tahapan demi tahapan.

“Bahkan kami telah sosialisasi di tingkat kabupaten,yang di hadiri ibu pj,bupati,sekda,kepala organisasi perangkat daerah(OPD),unsur muspida,Dprd,Camat sampai pada para kepala sekolah untuk mengsosialisasikan program ini.pasalnya ada sekitar 40 persen sekolah yang terendam banjir. inilah yang akan di bentuk sosialisasi program jangka pendek,jangka menengah dan jangka panjang”,jelas A Syarifuddin.

Namun,sebanyak 256 sekolah yang ada di bombana,ada empat sekolah yang akan di jadikan sampel atau simulasi yang sangat parah Terendam banjir,bila hujan turun.seperti,SDN 60 Pangkuri,SMP SATAP Tongkoseng,SD Swasta Toluto dan SMA Swasta Tongkoseng.di dahului dengan pendidikan dan pelatihan tehnis simulasi inilah,yang di anggap terbentuknya Tim Sekolah siaga banjir.sebab bila terjadi banjir,sekolah yang di maksud telah siaga,dan mengantisipasinya.

BACA JUGA :  Soal Perumahan, Ketua DPRD Bombana: Belum Ada Laporan Dari Anggota

Syarifuddin menambahkan,untuk di ketuhui selama ini,dengan tidak di bentuknya Tim siaga,banyak yang menjadi korbanya.seperti aset ber harga,bahkan bisa jadi adanya korban jiwa.

Adapun program jangka pendek,ber anggotakan guru,kepala sekolah dan masyarakat sekitar.sementara jangka panjang,pihaknya akan melibatkan stakholder yang lain seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU),Dinas kehutanan dll.Sebab,bila mana Drainasenya Kurang,berarti harus di Tambah.sungai yang buntu dan dangkal,tentunya akan di reklamasi.namun bukan sekarang,paling tidak untuk program satu tahun mendatang,Papar Syarifuddin.

Pewarta:Sumardin

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here