Beranda BOMBANA Jum’atan di Lantawonua, Kapolsek Rumbia Sampaikan 3 Pesan

Jum’atan di Lantawonua, Kapolsek Rumbia Sampaikan 3 Pesan

47
0

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Upaya serta giat yang tengah gencar dilakukan Polres Bombana tanpa terkecuali terhadap seluruh Kepolisian Sektor (Polsek) yang berada diwilayah Hukum Resort Bombana patut diacungi jempol. (Jumat, 20/04/2018)

Seperti halnya Kapolsek Rumbia Iptu Muh. Nur Sultan, SH., Usai melaksanakan Sholat berjama’ah menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hadir di Masjid Babul Jannah Desa Lantawonua agar bersama-sama menumpas “Penyakit Masyarakat” atau lebih dikenal dengan istilah PEKAT.

Dalam muqaddimahnya, Iptu M. Nur Sultan mengajak bagi seluruh Jama’ah yang hadir agar senantiasa menjaga ketertiban keamanan agar selalu terciptanya situasi yang kondusif.

“Semalam bersama anggota saya telah datang di Desa Lantawonua untuk melakukan Patroli Dialogis. Dimana ini adalah program Kapolres Bombana untuk turun secara langsung ke-Masyarakat dengan tujuan agar polisi bisa lebih dekat dengan masyarakat. Disamping itu, agar bisa mengetahui apa saja keluhan serta kritikan dan masukan langsung dari masyarakat”, Papar M. Nur Sultan.

Tambahnya, program ini bukan hanya dilakukan oleh Polsek Rumbia saja, melainkan seluruh Polsek yang berada diwilayah hukum Bombana.

Tiga poin yang disampaikan Kapolsek Rumbia (Iptu M. Nur Sultan) dalam sambutanya. Yakni: Polsek Rumbia akan selalu turun melakukan Patroli Dialogis agar bisa mendengar secara langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat. Begitupun bila ada yang kurang berkenan dari Anggota khususnya Polsek Rumbia kiranya diberi kritikan sekaligus masukan, mereka siap merubahnya kata M. Nur Sultan.

BACA JUGA :  Pemda Berkomitmen Menjadikan Rumah Adat Moronene Sebagai "ICON" Bombana

Kedua, dalam menyongsong bulan suci Ramadhan Patroli akan terus dilakukan yakni Operasi Minuman Keras (MIRAS). Dinilai karena mengkomsumsi Alkohol, Segala fikiran negatif bisa saja timbul sehingga lagi-lagi akan menjadi penyakit masyarakat.

Ketiga, selalu waspada, menjaga dan tidak terlalu menonjolkan harta yang kiranya bisa mengundang “pencuri” untuk melakukan aksinya. Sebab, pada dasarnya bisa saja kecurian itu terjadi tidak lepas dari kelalaian kita sendiri.

Sebagai kesimpulan, M. Nur Sultan kembali menghimbau agar masyarakat, khususnya yang membuat dan memakai Minuman Keras (MIRAS), agar bisa menghentikannya apalagi ini mau memasuki bulan suci Ramadhan. “Sebelumnya kami masih memberi toleransi. Namun kedepannya, akan ada tindakan tegas dari kami, baik pembuat maupun pemakai. Dan jangan salahkan kami bila nantinya kami akan melakukan penahanan”, Tegasnya. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here