Beranda ASPIRASI Hasil Hearing, Kepala Desa Dituntut Agar Segera Mengembalikan Semua Uang Yang Telah...

Hasil Hearing, Kepala Desa Dituntut Agar Segera Mengembalikan Semua Uang Yang Telah Diambilnya

86
0

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Hasil Hearing (Dengar Pendapat) yang digelar oleh DPRD Kabupaten Bombana,  (Sultra) Hari ini Selasa (6/februari/2018) memutuskan bahwa Kepala Desa Watu-watu (Musakkir), Panitia Pelaksana, dan Dinas Perumahan Kabupaten Bombana dianggap bersalah. Dan segala bentuk pembelaan yang diajukan oleh (Musakkir) tidak satupun diterimah oleh Anggota Dewan Fraksi dalam sidang, begitu pula dengan Kepala Dinas Perumahan Bombana.

“Kepala Desa telah terbukti mengambil uang kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan rumah khusus desa Watu-watu, Kecamatan Lantari Jaya. Dan ini saya berbicara berdasarkan bukti rekaman yang saya simpan pada saat kunjungan kerja kepada masyarat. Sekaligus bila Kepala Desa tidak segera melakukan sesuatu/mengelak, maka saya akan laporkan ke polisi maslah ini”, Geram Herianto selaku Anggota DPRD Bombana Fraksi Golkar.

Dan didepan sidang dengar pendapat, Kepala Desa Watu-watu memang mengaku menerima uang sebanyak (Rp10 Juta/Unit). Namun alasannya, itu bukan soal uang rumah. Melainkan itu uang tanah katanya.

Baca Juga : ” BANTUAN RUMAH DESA WATU-WATU DIPADATI OLEH ORANG LUAR DAN ORANG KAYA

“Tanahnya sudah diberikan/dihibahkan oleh Pak Sa’ing kepada saya, jadi terserah saya mau apakan tanah itu. Dan sebelum ada turun perumahan, sebelumnya tanah itu adalah kaplingan. Saya sudah gusur pake eksa II kali dan Greder I Kali.  Jadi menghabiskan anggaran pribadi sekitar (Rp60 Jutaan Lebih) sudah termasuk sertifikat globalnya”,  Kata Musakkir.

Namun, Kaman selaku warga setempat memang mengaku tempat keberadaan perumahan khusus  desa Watu-watu tempatnya memang berlobang. Akan tetapi penyataan kepala desanya tidak masuk akal akan menghabiskan anggaran samapai (Rp60 Jutaan) lebih. Sebab, luasnya lobang yang telah diratakan hasil penggalian eksa sebelumnya itu cuma seberapa saja.

“Luas area yang ditimbun palingan sekitar 10 Kali 20 Meter persegi. Sementara tanah yang dipakai menimbun, tanahnya sudah ada dari bekas galian. Jadi paling lama bila eksa bekerja, paling Lama 5 Jam. Dalam 1 Jam sewa eksanya (Rp800.000) jadi palingan menghabiskan anggaran (Rp4 Juta)”, Ujarnya.

Hal serupa dibenarkan oleh Junadi sebagai ketua RECLASSERING INDONESIA yang juga tidak lain sebagai warga Desa Watu-watu. Dirinya mengatakan dengan tegas bahwa rekrutmen penerima bantuan rumah khusus yang katanya Gratis dan diperuntukan bagi masyarakat miskin setempat ternyata sangat tidak sesuai apa yang telah ditetapkan oleh panitia dan masyatakat.

BACA JUGA :  Air Bersih Desa Lantawonua Tidak "Steril"

Kenapa tidak, malah justru banyak yang mendominasi bantuan rumah khusus Desa Watu-watu itu orang dari luar dan orang kaya bahkan punya mobil tegasnya.

“Apakah bantuan rumah ini diperuntukan bagi orang kaya dan orang luar, juga bagi aparat desa?. Sementara mereka masih sehat bahkan sudah memiliki penghasilan tetap. Bila mengutip pernyataan Kepala Dinas perumahan bahawa, bantuan rumah khusus diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dan yang punya penghasilan rendah”.

Smbungnya, “hari ini saya bisa buktikan disini  bahwa, ada beberapa rumah di desa Watu-watu yang memang orang asli warga setempat dan sudah lama berdiam disana, bahkan fotonya ada sama saya, Rumahnya Berlantaikan Tanah, Beratapkan Langit dan Berdindingkan Tendah, Miris. Beliau bernama “DUO” dengan Kondisi Cacat Fisik Permanen. Namun, tidak mendapatkan rumah”, Tegasnya.

Salah Satu Masyarakat Desa Watu-watu, yang Tidak Medapatkan Bantuan Perumahan Khusus, (Selasa, 06/2/2018). Sumber Foto: Dok. WB

Lanjut Junadi, sementara warga desa dari luar desa Watu-watu (Desa Lomba Kasi) misalnya, dia memiliki rumah dengan biaya (Rp300-400 Juta) dirinya mengenal persis sebab teman sekolahnya katanya. Malah mendapatkan rumah di Watu-watu belum lagi yang memiliki mobil.

Akhirnya sebagai kesimpulan, hasil Hearing (Dengar Pendapat) kali ini memutuskan agar kepala Dinas Perumahan Kabupaten Bombana membatalkan kembali perjanjian/dilakukan “Verifikasi” Ulang bagi mereka yang akan menempati rumah khusus tersebut.

Sesuai kesepakatan bersama, hari jum’at tanggal (9/februari/2018) segera membentuk panitia ulang. Dan yang sudah menghuni rumah bila terbukti bukan warga desa Watu-watu ditambah lagi bila ekonminya baik (Orang Kaya/mampu) maka akan dinyatakan keluar dan digantikan oleh masyarakat asli setempat yang benar-benar layak mendapatkan bantuan.

Namun, perintah itu diamini oleh Kepala Dinas Perumahan. Asalkan “Rekaman” yang ada tentang mereka (Korban) yang telah membayar agar juga diberikan kepada pihak dinas perumahan. Agar bisa dijadikan sebagai acuan mereka dalam mengambil keputusan.

Sekedar informasi, seleksi ulang yang akan mendapatkan rumah khusus akan dilibatkan dari pihak (DPRD BOMBANA)  sebagai tim seleksi. Adapun bila tahap pengeluaran nanti yang sudah mengisi rumah namun tidak sesuai persyaratan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kepolisian dan Camat Lantari Jaya.

BACA JUGA :  IUP Mati, (PT. PLM) Dituntut Segera Hentikan Segala Bentuk Aktifitas

Adapun anggota dewan yang menerima Hearing Aduan perumahan khusus desa Watu-watu yang sebanyak 51 Unit, yakni dari Komisi III (Perumahan), dan Komisi II (pertanahan). diantaranya : Hasrat, H. Rusdi, Herianto,  Arsyad,  H. Rasyid, Aflan, dan Ketua Rapat Juntas. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here