Beranda BOMBANA Dugaan Korupsi Terminal Bombana, Sedikit Lagi Ditetapkan Tersangkanya

Dugaan Korupsi Terminal Bombana, Sedikit Lagi Ditetapkan Tersangkanya

153
0

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Pengerjaan Terminal Bombana, Sulawesi Tenggara, yang telah menelan anggaran sebesar (3,6 Miliar), rupanya pemeriksaannya masih terus berkelanjutan. Bukan hanya sudah masuk ke Tahap “Penyidikan”, Akan tetapi sedikit lagi akan segera ditetapkan tersangkanya.

Tegas Kepala Kejaksaan (Kajari) Negeri Bombana, Baharuddin M, SH., MH., mengatakan bahwa persoalan ini yang diduga merugikan uang negara, kasusnya terus berkelanjutan bukannya Stagnan atau tidak ada upaya untuk menyelesaikan masalahnya. Melainkan dari tim penyidik terus memanggil saksi-saksi bahkan seminggu sekali mereka dipanggil dan diperiksa.

Kondisi terkini terminal Bombana – Sultra.

“Bahasa umumnya sementara pengumpulan bukti-bukti. Bahkan sudah masuk tahap penetapan tersangka. Memang sih belum turun dari ahli Kualitas Laboratorium Provinsi, tapikan itu hanya salah satu pendukungnya, dan masalah ini sudah masuk ke Tahap PENYIDIKAN” tegas Baharuddin, (Senin 30/4/2018).

BACA JUGA :  Pembangunan Terminal Bombana, "Diduga" Terdapat KORUPSI

Tambahnya, proses ini dari Kejaksaan Negeri Bombana akan terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan, disamping itu dari tim penyidik masih terus bekerja dan berkoordinasi dengan tim ahli dan mereka (Penyidik), tinggal menunggu hasilnya seperti apa.

Ujung Dari itu semua kalau sudah cukup alat buktinya, dikumpulkan semua baru bisa ditindaklanjuti. Setelah itu barulah dilimpahkan ke penuntutan kalau sudah memenuhi syarat.

Sambungnya, inikan masih kerja Penyidik, hasil dari kerja penyidik, masih diteliti lagi oleh Jaksa Penuntut umum, dalam hal ini pra penuntutan. Apakah memenuhi syarat formil dan materil. Kalau memang memenuhi syarat formil dan materil, barulah dilimpahkan ke penuntutan.

Menanggapi, pertanyaan awak media terkait apakah bila bangunanya tidak layak pakai atau bangunanya rawan, Bahruddin menegaskan, Itukan bukan tugas jaksa mengurusi itu. “Kitakan bukan ahli banguanan, kitakan hanya menilai dari sisi hukumnya. Kalau ahli bangunan mengatakan ada kesalahan bestek, ya itulah kata dia. Dari kesalahan itu apakah ada kerugian atau tidak?, itu baru kami”, Kata Baharuddin.

Nah justru itu Kata Baharuddin, Kejaksaan Bombana libatkan ahli. Kalau sisi bangunannya menunggu hasil dari pemeriksaan ahlinya. Kerugianya tentu ada auditornya, sekarang sisi pelanggaran undang-undang apa yang dilanggar. “Penyidik kita kolaborasi semua itu, ada kesalahan, ada kerugian, ada perbuatan melanggar hukumnya (PMH), ada penyalagunaan kewenanganya semua itulah yang dicari. Yang jelas progresnya meningkat, bukan stagnan atau malah hilang”, Pungkasnya. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here