Beranda ASPIRASI Dituding Serobot Lahan Warga, Begini Penjelasan PT. Jhonlin Batu Mandiri

Dituding Serobot Lahan Warga, Begini Penjelasan PT. Jhonlin Batu Mandiri

979
0
Suthasawana - Kepala Departemen Legal (Yang menangani terkait penyelesaian lahan) oleh PT. Jhonlin Batu Mandiri saat ditemui di Mes PT. JBM di Kel. Dolue Kecamatan Rumbia Kab. Bombana. (Foto: SUMARDIN/WB)

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Dituding menyerobot lahan warga, pihak perusahaan yang dituduhkan, PT. Jhonlin Batu Mandiri yang terletak di Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada akhirnya menyikapi persoalan tersebut.

Perusahaan yang bergerak dibidang pertanian/perkebunan (penanaman tebu), dengan tegas membantah jika tudingan tersebut tidak berdasar dan benar adanya. Alasannya, masyarakat yang mengklaim punya lahan, mereka justru tidak mampu menunjukkan bukti kepemilikan yang SAH/Legalitas yang bisa dijadikan acuan dalam proses hukum.

Kepala Departemen Legal (Yang menangani terkait penyelesaian lahan) Suthasawana saat ditemui di Mes PT. Jhonlin Batu Mandiri (JBM) di Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, mewakili perusahaan, dirinya menjelaskan jika lahan yang disengketakan saat ini, pihak perusahaan telah membelinya.

“Kami itu (perusahaan), memperoleh lahan dengan cara membeli. Tanggal 30 Agustus 2017 kemarin yang kami bayar pada pemilik lahan yang memang benar-benar punya legalitas seluas 44,75 Ha. Jadi, setelah kami bayar, otomatiskan, sudah menjadi milik perusahaan. Hukum jual belikan seperti itu”, tegas Kepala Departemen Legal PT. JBM Suthasawana Selasa 27 November 2018.

BACA JUGA : KPHP, Tidak Berlaku SKT Diatas Lahan HP, FP2B: Fungsi Perpres No. 88 Tahun 2017 Mana?

Lanjutnya, awal mula munculnya permasalahan ini, ketika perusahaan hendak mau Clean and Clear atau membangun dilokasi 44,75 Ha yang dimaksud. Namun, ada dari masyarakat yang tiba-tiba muncul mengklaim bahwa, lahan itu milik mereka (masyarakat langkowala).

“Kegiatan kami distop oleh masyarakat Langkowala. Akhirnya terjadilah pertemuan di Kantor Desa Langkowala dan saling adu argumentasi. Tapi, lagi-lagi itu bukan urusan kami. Kalau mau komplen, silahkan saja berurusan dengan penjual”, timpalnya.

Kata Suthasawana, lokasi yang dipermasalahkan tepatnya berada disekitar simpang 6, dengan nominal pembelian sebesar Rp 223.750.000.

Oleh karena itu, mewakili perusahaan yang menangani terkait penyelesaian lahan, dirinya menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan adanya pemberitaan yang beredar, karena pada kenyataannya tidak seperti itu.

Adapun menyikapi terkait isi dari pemberitaan sebelumnya bahwa PT. Jhonlin Batu Mandiri (JBM) akan dipanggil oleh DPRD Kabupaten Bombana, dirinya mengatakan silahkan saja, tidak masalah. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here