Beranda BOMBANA Disperindagkop Bombana Berikan Bantuan Mesin Parut Kelapa Pada Pelaku IKM

Disperindagkop Bombana Berikan Bantuan Mesin Parut Kelapa Pada Pelaku IKM

156
0
Kepala Dinas Perindagkop Bombana Asis Fair S.Sos (kiri) saat menyerahkan bantuan kepada salah seorang warga asal Kecamatan Poleang (Pelaku IKM)
Kepala Dinas Perindagkop Bombana Asis Fair S.Sos (kiri) saat menyerahkan bantuan kepada salah seorang warga asal Kecamatan Poleang (Pelaku IKM)

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Salahsatu bentuk kepedulian Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dalam membantu sekaligus memajukan Industry Kecil dan Menengah (IKM), Dinas setempat memberikan bantuan kepada salah seorang warga asal Kecamatan Poleang yaitu Mesin Parut Kelapa.

Bantuannyapun secara cuma-cuma/hibah. Menurut Kepala Dinas Perindagkop Bombana Asis Fair S.Sos menuturkan, jika selama tahun ini (2018), Instansinya sudah sering memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, terutama mereka pelaku (IKM).

Hanya saja, dirinya pula mengakui kalau bantuan mesin parut kelapa, baru kali ini ada yang disalurkan. Namun, diluar dari itu seperti Mesin pembuat Batu-bata, Alat pembuat keripik pisang, Penyulingan nilam, mereka telah salurkan beberapa bulan yang lalu.

“Tahun ini pelaku (IKM) yang kami bantu sudah banyak. Seperti: Mesin percetakan Batu-bata sebanyak 14 kelompok, pengadaan alat keripik pisang 4 unit, dan penyulingan nilam sebanyak 2 unit. Semuanya itu kami berikan secara cuma-cuma atau hibah”, jelas Kadis Perindagkop Asis Fair usai menandatangani kelengkapan berkas pemohon, Kamis (22/11/2018).

Sehingga dengan adanya bantuan ini diharapkan, pelaku (IKM) di Bombana bisa terbantu dan memudahkan mereka dalam mengelolah usahanya sambung dia yang juga tidak lain merupakan mantan Kadis Pertanian Bombana.

Sementara dihari yang sama Suhaeba (Ibu Rumah Tangga) warga asal Kecamatan Poleang mengungkapkan kepada wartawan (Wonuabombana.com), bila bantuan Mesin parut kelapa yang ia terima, akan sangat membantu usahanya yang telah dia geluti selama 7 Tahun terakhir.

“Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terimaksih kepada Dinas Perindagkop Bombana. Sebab, sebelumnya saya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baru kali ini”, ujar Suhaeba dengan wajah sumbringah.

Tambahnya, bukan berarti dia tidak memiliki mesin sebelumnya. Akan tetapi, mesin parut yang dimilikinya melalui cicilan, kini sudah rusak.

“Adaji parut kelapaku, tapi sudah rusak kasian. Sudah lepas laharnya”, tutupnya. (w/b)

Iklan
Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here