Beranda Daerah Diduga Lakukan Pungli, Oknum Kepala Sekolah: Hanya Kesalahan Teknis Saja

Diduga Lakukan Pungli, Oknum Kepala Sekolah: Hanya Kesalahan Teknis Saja

370
1
Ilustrasi
Ilustrasi

WONUABOMBANA.COM, POLTIM – Perbuatan pungli atau yang biasa dikenal dengan istilah “Pungutan Liar”, bukanlah suatu perbuatan yang patut dicontoh. Mau besar ataupun kecilnya perbuatan tersebut, tetap saja bila memungut tarif diluar regulasi/kesepakatan bersama, itu tetap tidak dibenarkan.

Sebab, ada dugaan memperkaya diri sendiri disana. Begitu juga saat ini dugaan pungli yang dituduhakan kepada oknum Kepala Sekolah (KS) Sekolah Dasar (SD) Negeri 67 Teppoe (Poleang Timur) Muh. Yusup H.

Katanya menurut keterangan dari Ketua Komitenya, Jupri kepada awak media (Wonuabombana.com) memaparkan, jika oknum Kepala Sekolah yang dimaksud, keliru dalam melaksanakan tugasnya.

Sebut saja kata Jupri, (KS) terkadang menerapkan aturan yang sedikit memberatkan para orang tua siswa. “Kepala Sekolah Muh. Yusup H., terkadang menerapkan aturan diluar kesepakatan bersama orang tua siswa. Contohnya, pemungutan biaya mulai dari pengambilan Kartu Ujian, SKHU, bahkan bantuan pusat (KIP) saja, masih ada pemotongan”, tegasnya.

Namun pemungutan yang paling besar dilakukan oleh (KS) tambah Jupri, mengenai bantuan pusat Kartu Indonesia Pintar (KIP), ada yang mencapai Rp130. Jadi, sebagai Ketua Komite pasti semua keluhan orang tua siswa pastinya katanya disampaikan langsung kepadanya. Sehingga mencegah masalah akan menjadi besar dan memanas, maka diajukanlah rapat luar biasa mendadak itupun berlangsung di Rumah Kepala Desa Teppoe kala itu bebernya.

Dan hasilnya, disepakatilah agar semua kebijakan yang hendak dilakukan Muh Yusup H., (Kepala Sekolah), sebelum melakukan sesuatu, terlebih dahulu harus dirapatkan dulu seluruh orang tua siswa agar semua transparan tanpa ada yang ditutupi dan tujuanyapun harus jelas.

Baca Juga : 5 Kali Dapat WTP, Pemda Bombana Banjir Pujian

Dihari yang sama, saat dikonformasi dikediamannya, Muh. Yusup H., mengakui perbuatannya. Dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca dia menyampaikan jika apa yang telah ia perbuat adalah suatu kekeleriuan ucapnya sabtu (13/10/2018).

Akan tetapi jelasnya, apa yang diperbuatnya pula bukan tanpa alasan. Tuturnya, dia mengakui memotong uang penerima bantuan pusat siwanya (KIP), namun tambahnya itu sudah berdasarkan kesepakatannya dengan orang tua siswa itu sendiri.

“Memang ada pemotongan bagi siswa yang menerima bantuan (KIP), namun sebelum saya potong, saya sudah sepakati kalau uang bantuan siswa saya akan potong. Sebab, uangnya bukan saya jadikan keuntungan, melainkan hanyalah uang bahan bakar dalam mengurus, serta uang operator sekolah sebagai balas jasanya. Masa kita hanya suruh orang biar rokok dan pulsanya uang pribadinya dia pake”, tukasnya.

Disamping itu sebenarnya, uang pemotongan selama ini Jelas Muh. Yusup, yang sisanya untuk membangun taman baca disekolah. Dimana itu katanya, tujuannya tidak lain buat anak sekolah agar lebih gemar lagi membaca.

“Hanya memang saya akui, saya keliru tidak melakukan rapat yang melibatkan orang tua siswa. Tapi saya berjanji, kedepannya tidak akan terjadi lagi seperti ini. Karena sesungguhnya, ini hanyalah kesalahan teknis saja”, terangnya.

Muh. Yusup menyampaikan, siswanya yang menerima bantuan program pusat (KIP), sebanyak 94 orang. Bila diterima full tanpa ada potongan, perorang akan diterima sebanyak Rp450. Namun masih ada katanya sebahgian siswanya yang belum menerima. Pasalnya, uangnya masih mengendap di Bank, sebab belum ditarik, masih mau dilakukan rapat dulu.

Sementara salahsatu orang tua siswa yang sempat hadir di Rumah Muh. Yusup H., (JR) menyampaikan, jika pemotongan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah, dia tidak mempermasalahkan. Sebab katanya, ia paham orang kiri kanan mengurus, jelas butuh biaya. Butuh bensin, butuh rokok, dan makan. (w/b)

1 KOMENTAR

  1. Sekedar saran saja bro, kalau bisa..???
    Setiap mempublikasikan berita kalau memang Jelas yg bersangkutan, harusnya pakai inisial aja, g usah pake nama lengkapx…

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here