Beranda ASPIRASI Diduga Ada Miskomunikasi, Dana ADD Desa Mambo Tidak Cair

Diduga Ada Miskomunikasi, Dana ADD Desa Mambo Tidak Cair

137
0
Rapat Dengar Pendapat/Hearing Pemdes Mambo, Pemerintah Kecamatan Poltim dan unsur terkait di Aula Kantor DPRD Kabupaten Bombana. Senin (8 Juni 2020).

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Ada dugaan miskomunikasi (hubungan kurang baik), antara pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan sehingga mengakibatkan tidak cairnya Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Mambo TA 2019 senilai Rp104.000.000 dimana peruntukannya untuk pembayaran Honor Aparat Desa, Anggota BPD, Kepemudaan, ATK dll.

Informasi ini dibenarkan oleh Kepala Desa Mambo HARUDDIN BAE usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat yang digelar di DPRD Kabupaten Bombana Senin (8 Juni 2020) bersama unsur terkait seperti BPD Desa Mambo, Camat Poleang Timur, Inspektorat, BKD dan DPMD.

Menurut Haruddin, secara prosedural dan administratif dirinya telah berbuat semaksimal mungkin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam hal ini Peraturan Bupati.

“Kalau kita bicara konteks prosedural secara administratif, semuanya sudah tidak ada masalah. Semua syarat sebanyak 12 poin itu kami (Pemdes), telah memenuhinya. Bahkan tim verifikasi dari kecamatan sendiri telah turun kelapangan dan tandatangani. Hanya yang jadi permasalahan disini karena surat berita acaranya tidak di tandatangani oleh Camat”, tukasnya.

Dia juga mengakui bila sebelumnya telah ada upaya mediasi dari pemerintah Kecamatan demi mendapatkan solusi. Namun, pada tanggal 28 Desember 2019 katanya bertepatan dengan program bedah rumah dari kementrian sosial yang harus dihadiri di Kendari dan tidak bisa untuk diwakili.

Saat dikonfirmasi, Camat Poleang Timur (Rustam) ikut membenarkan kalau berita acara pencairan Anggaran Dana Desa, Desa Mambo TA 2019 Triwulan ke IV Oktober, November, Desember memang tidak ditandatanganinya. “Ya, memang benar saya tidak tandatangani”, tegas Rustam.

Namun sikapnya seperti itu bukan tanpa alasan tambahnya.

“Saya tidak tandatangani bukan karena tanpa alasan. Sebab, saya hanya meminta Kepala Desa Mambo untuk menghadap kesaya lalu mengklarifikasi pernyataannya kalau ‘Desa Mambo Tidak ada lagi hubungan dengan pemerintah Kecamatan Poltim’. Makanya saya selaku pejabat pembina memintanya untuk menghadap tapi tak kunjung datang meski segala cara sudah saya lakukan. Baik secara pemerintah maupun kekeluargaan”,.

Secara terpisah pernyataan Kades Mambo kembali dibantah oleh Ketua BPD Desa Mambo Sahiruddin yang kala itu masih menjabat sebagai anggota BPD periode 2019 kemarin. Menurut Sahir, perjalanan Kepala Desanya ke Kendari bukan dalam urusan Kantor, melainkan urusan pribadi.

Hasil Rapat yang diterima langsung oleh Komisi I DPRD Kabupaten Bombana disepakati, Kepala Desa Mambo diminta oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bombana untuk menyurat secara resmi dan selanjutnya kepala BKD akan koordinasikan dengan Tim Penyusun Anggaran agar kiranya bisa diinsiasi selanjutnya bisa dimasukan ke perubahan anggaran Bulan Agustus mendatang. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here