Beranda Daerah Debu Akibat Penimbunan Jalan, Buat Warga Jatuh Sakit

Debu Akibat Penimbunan Jalan, Buat Warga Jatuh Sakit

214
0
Kondisi jalan yang dilintasi mobil pengangkut material timbunan, akibatkan polusi udara serta menyisakan penyakit di beberapa warga Dusun II, Desa Wumbubangka, Kec. Rarowatu Utara, Bombana. (Sabtu, 11 Agustus 2018)
Kondisi jalan yang dilintasi mobil pengangkut material timbunan, akibatkan polusi udara serta menyisakan penyakit di beberapa warga Dusun II, Desa Wumbubangka, Kec. Rarowatu Utara, Bombana. (Sabtu, 11 Agustus 2018)

WONUABOMBANA.COM, RAROWATU UTARA – Penimbunan jalan Tani yang berada di Desa Tembe, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sultra, menimbulkan penyakit bagi warga sekitar.

Kenapa tidak, aktifitas mobil Truk yang mondar mandir setiap menitnya tanpa adanya penyiraman menimbulkan polusi udara.

Alhasil, Warga yang terkena dampak langsung akibat kegiatan ini, menjadi resah dan geram. Sebab, tidak sedikit diantara keluarga mereka yang mulai jatuh sakit akibat debu Jalan.

“Kami harap terhadap Kontraktor sekaligus instansi terkait, tolong jangan buatkan kami penyakit baru. Sebab, karena dengan kegiatan ini yang sudah berlangsung 3 hari,  sejak Kamis kemarin, sudah banyak keluarga kami yang jatuh sakit. Seperti Flu, Bahkan Batu-batuk”, tandas  Hasra SKM selaku Warga Desa Wumbubangka sabtu (11/8/2018).

Baca Juga : Terkait Dugaan Pelanggaran PT. PLN dan PT. AABI, Ternyata Itu Tidak Benar

Dirinya juga menyampaikan bahwa dia telah mencoba berkoordinasi untuk mencari solusi lewat Bhabinkamtibmasnya (Desa Wumbubangka), namun, sampai hari ini belum ada upaya, katanya.

“Saya sudah sampaikan kepada Bhabinkamtibmas kami, dan menurut keterangannya, dia juga telah menemui pihak pekerja Jalan. Dan katanya akan segera melakukan penyiraman. Namun kenyataan dilapangan samapi hari ini tidak ada setetes airpun yang membasahi jalan”, tegas Hasra yang juga tidak lain selaku Ketua Front Pemuda Pemerhati Bombana (FP2B).

Sehingga melalui kesempatan ini Hasra SKM, kembali menegaskan, kepada pihak kontraktor agar memperhatikan keselamatan, dan dampak terhadap apa yang mereka lakukan.

Katanya, bukannya dia tidak mendukung dengan adanya penimbunan jalan, sebab itu untuk kemajuan Daerah dan akan dirasakan oleh orang banyak. Akan tetapi, jangan meninggalkan penyakit.

“Kalau kegiatan ini terus berlanjut, dan membiarkan kami menghirup Debu tanpa ada upaya dari pihak yang tender jalan ini, begitupun dengan instansi terkait bila se olah menutup mata, maka, jangan salahkan masyarakat bila nantinya kedepan bisa terjadi Riak. Sebab, tidak satu orangpun yang mau setiap saat menghirup debu, sementara kita semua sudah tahu kalau debu itu adalah sumber penyakit”, Geram Hasra.

Sekedar informasi, penimbunan jalan Tani terletak di Desa Tembe. Namun, ambil materialnya di Desa Wumbubangka, yaitu sisa material (tailing) lobang galian penambangan Emas. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here