Beranda Inspirasi DARI GURU KONTRAKAN HINGGA JADI KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA

DARI GURU KONTRAKAN HINGGA JADI KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA

36
0

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Orang yang berhasil dan sukses itu punya cara masing-masing dalam mencapai impianya. Namun untuk menggapai itu, kita tidak semudah membalikkan telapak tangan karena semuanya tidak lepas dari kerja keras, perjuangan, sabar serta senantiasa berdo’a pada yang kuasa. Seperti halnya putra terbaik kelahiran LORA 1968 silam (JUMAING S.Ag). Lewat perjalanan hidupnya akan banyak memberikan kita pembelajaran dalam mengarungi hidup yang penuh “Dinamika”.

Setelah lulus kuliah di Fakultas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bau-bau Cabang Makkasar pada tahun 1992 kala itu, Jumaing belum terpikirkan untuk mendaftar/menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab dua sekolah yayasan Bina Bangsa dan Supersemar telah menerimanya sebagai tenaga guru  dengan mata pelajan (IPS) “tadris” kala itu. Bahkan menurutnya jaminannyapun cukup, “tidak tanggun-tanggung gajinya melebihi (PNS) yang golongan (III.a)”,katanya.

Biarpun begitu, untuk bisa terdaftar di sekolah Yayasan sebagai pendamping sekaligus mengajar tidaklah
mudah. Sebab untuk bisa mengajar di 2 sekolah ini salah satu syaratnya harus memiliki surat keterangan lulusan terbaik 1-10 di Fakultasnya. Jumaing tergolong dalam kriteria yang di maksud.

Kendati demikian,seiring dengan berjalannya waktu sekolah yayasan Bina Bangsa dan Supersemar mengalami kendala. Akhirnya saya kehilangan arah pada saat itu, terang Jumaing.

Pada tahun 2003 terbukalah pendaftarn (CPNS) di Kota Bau-bau (BUTON). Tanpa berpikir panjang lagi, Jumaing memberanikan diri untuk ikut serta dalam pendaftaran itu. Alhasil dengan pertolongan (Allah),saya lulus murni tanpa ada bantuan siapapun, jelasnya.

Setelah lulus sebagai pegawai (PNS), surat tugasnya di tempatkan di MTsn Kasipute, Kecamatan Rumbia, (Sebelum Bombana terbentuk) Masih gabung dengan Buton saat itu.

Akan tetapi, dengan waktu yang tidak begitu lama terbentuklah KAB. BOMBANA. karier Jumaing pun berlahan lahan ikut naik yaitu 2008 dirinya dilantik sebagai kepala seksi “kependais”. Dari kependais dilantik jadi kepala seksi Madrasah, dari kepala seksi Madrasah di lantik lagi menjadi Kasubag (T.U) setelah itu,tepatnya (03-Oktober-2017) dilantiklah sebagai Kepala Kantor Departemen Agama (DEPAG) Kabupaten Bombana di kendari oleh Kakanwil, Ungkap Jumaing di ruang kerjanya jum’at (06-10-2017).

BACA JUGA :  "MEKONGKO" PERLU DILESTARIKAN SEBAGAI WUJUD PERSATUAN DAN KESATUAN WARGA

Jadi,terlepas dari itu semua,sebagai manusia biasa kita harus senantiasa berdo’a dan bertawakkal kepada Allah SWT. sebab bekerja tanpa berdo’a hasilnya akan sia-sia begitupun sebaliknya.dalam bekerja kita harus senantiasa ikhlas dan tulus, bahkan dirinya berbagi resep bila ingin mendapatkan rezeki-Nya,sebagai umat muslim,selain mengerjakan Shalat 5 waktu sehari semalam, perbanyak juga Shalat “Dhuha” dipagi hari. Bila kita rajin mengerjakanya “Insha Allah” maka kita akan mendapatkan rezeki-Nya, kata Jumaing S.Ag.

Lanjut Jumaing,dirinya berharap kepada seluruh kepala sekolah “Madrasah” di Bombana marilah bekerja untuk selalu kedepankan “Regulasi” tepat waktu dan tepat sasaran.

“Karena kami dari kementerian agama, ada yang namanya audit kinerja. Jadi hampir disetiap tahunya dari Inpspektorat Jenderal (IRJEN) pusat, turun menilai kinerja kita seperti apa disetiap daerah. Jadi jangan kaget bila ada teman-teman yang berjuang  untuk menduduki sebuah jabatan,namun dia tidak dapat. pasalnya tidak menutup kemungkinan ada catatan-catatan yang kurang bagus dari sebelumnya. Jadi orang pusat mereka tau persis gambaran kinerja kita di kementerian agama disetiap daerah”, tegasnya.

Untuk itu sesuai “MOTTO” Kementerian Agama, yang memiliki 5 poin utama yaitu: Berintegritas,Berinovasi, bertanggung jawab,profesional dan keteladanan harus benar-benar dimiliki oleh seluruh kepala sekolah Madrasah di Bombana ini, imbauanya.

Lebih Jauh Jumaing.S.Ag menghimbau seluruh Kepala Sekolah Madrasah yang disetiap Daerah (Bombana) agar sekiranya bekerja dengan baik. serta jadikanlah “MTs” itu sebagai ladang untuk terciptanya generasi yang “beraqidah”. itu yang lebih utama harus kita ciptakan yakni sekolah yang betul-betul mempunyai alumni keistimewaan (khusus). Artinya setelah dia berada di lingkungan masyarakat, akan beda dengan alumni yang lain karena mereka mempunyai kemampuan dibidang agama yang berkualitas, tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here