Beranda Kesehatan Dana Jasa JAMKESDA Cair, Kepala BKD Bombana: Jangan Lagi Ada Potongan

Dana Jasa JAMKESDA Cair, Kepala BKD Bombana: Jangan Lagi Ada Potongan

318
0
Darwin Ismail Kepala BKD Kab. Bombana pada saat ditemui di Ruang Kerjanya Senin (10/12)
Darwin Ismail Kepala BKD Kab. Bombana pada saat ditemui di Ruang Kerjanya Senin (10/12)

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Darwin Ismail saat ditemui menjelaskan, jika terkait “Utang Jasa Jamkesda” Pemda setempat untuk Tahun Anggaran (TA) 2017, dari keuangan telah mencairkan dananya ke Rekening Bendahara Kesehatan.

Katanya, adapun mengenai mekanisme pencairan akan disalurkan lewat mana lagi, itu sudah bukan gawean Badan Keuangan Daerah (BKD) mengurusi itu. Yang pasti, dari pemda jelasnya, telah lepas tangan masalah tekhinisnya di lapangan.

Namun, dia pula berharap dan mengimbau kepada Bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana, dalam pendistribusian uang jasa, jangan lagi berbuat diluar mekanisme yang ada.

“Yang saya harapkan, tolonglah dalam pendistribusian gaji atau jasa hasil keringat orang, jangan lagi ada potongan. Sebab, saya tidak ingin kedepan ada lagi mengeluh karena merasa dirugikan”, tekannya Darwin Ismail di Ruang Kerjanya Senin (10/12/2018).

Masih dari Darwin, dia juga menyampaikan kalau Dana Jasa Jamkesda yang dicairkan oleh pemda bulan (12/2018) sebesar Rp 4,3 Miliar.

BACA JUGA : Kadis Kesehatan Bombana: Utang Jasa Jamkesda Akan Dibayar Usai Ketok Palu

Adapun sisanya TA 2018, yang dikategorikan masuk utang dan siap untuk dibayar lagi pasca pencairan anggran (2019), yakni terhitung Januari – Mei dengan nominala (Rp 1,3).

“Tahun 2018 yang sudah kami (Pemda) masukan sebagai utang, baru terhitung Januari – Mei. Pasalnya, baru itu yang selesai diaudit oleh inspektor. Kalau Juni-Desember, nanti lagi akan dimasukan kedalam pembahasan anggaran”, bebernya.

Dirinya pula menyikapi kemarin pasca mencuatnya pemberitaan yang pertama kali dimuat oleh Media Online (Wonuabombana.com) hingga kini, kalau ternyata?, pengintegrasian Kartu Jamkesda ke BPJS JKN KIS program pemerintah pusat RI., hampir saja menjadi polemik.

Mengetahui permasalahan itu, Darwin tidak mau tinggal diam. Alhasil, berkat campur tangannya, pemda pada akhirnya mengakuinya sebagai utang. “Alhamdulillah, Dananya sekarang sudah cair, tinggal pendistribusiannya. Tapi, itu bukan gawean saya lagi”, ucapnya.

Senada dengan itu, Bendahara RSUD Bombana juga membenarkan pernayataan tersebut. Katanya, memang uangnya telah masuk ke rekening mereka.

BACA JUGA :  Hearing DPRD Terkait Kesehatan, Hasilnya Menyepakati 5 Poin

“Ia betul, uangnya memang sudah masuk ke Rekening Bendahara. Namun, belum bisa kami cairkan bila semua nomor rekening penerima belum rampung. Sebab, pencairannya lewat reking mereka masing-masing”, ungkap Ernawati Bendahara RSUD Bombana.

Tambahnya, dana yang masuk hanya 3,2 Miliar lebih. Menyangkut sisanya, 1 Miliar lebih sudah diambil juga oleh pihak Dinas Kesehatan. “Itupun dana yang masuk, tidak semua untuk pembayaran jasa. Sebab berdasarkan aturan, hanya 45 persen saja untuk pembayaran jasa. Sebab, sisanya yang 55 persen, semuanya untuk operasional”, jelasnya lagi.

Bendahara yang baru saja menjabat ini juga menegaskan, jika pencairan nantinya, tidak akan ada pemotongan. Terkecuali bila yang bersangkutan punya sangkutan pribadi dengan Kepala Ruangannya atau ditempat lain. Lantas ada yang minta pihak Bendahara sebelum dicairkan, dipotong memang utangnya. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here