Beranda BOMBANA Cegah “Pemilih Siluman” Menjelang Pilkades Serentak, ini Kata Kadiscapil

Cegah “Pemilih Siluman” Menjelang Pilkades Serentak, ini Kata Kadiscapil

238
0
Firdaus, S.Pd., - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bombana - Sultra. (Foto: Sumardin/wb)
Firdaus, S.Pd., - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bombana - Sultra. (Foto: Sumardin/wb)

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades serentak) yang rencananya akan diikuti oleh 12 Desa yang tersebar dibeberapa kecamatan akan digelar pada bulan November mendatang, saat ditemui diruang kerjanya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), memastikan, tidak akan ada pemilih yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda.

Menurutnya, Disdukcapil yang merupakan instansi terkait mengenai kependudukan tidak akan semudah itu memberikan atau mengeluarkan (KTP/KK) kepada siapapun tanpa ada identitas yang jelas.

“Kami sebagai instansi yang menangani terkait dokumen kependudukan, tidak akan serta merta mengeluarkan KTP, KK maupun Akta Kelahiran, bila yang datang hendak mengurus tanpa identitas yang jelas”, tegas Firdaus (Rabu, 5/9/2018).

Sebab katanya, Disdukcapil tetap bekerja sesuai dengan regulasi dan mekanisme yang ada.

“Contoh, bila ada yang datang mengaku mau buat KTP, kami tanya dulu data dokumen kependudukannya. Misalnya KK nya dulu, kalau tidak ada, minimal kartu domisili dari desa ataupun kelurahan”, tambahnya lagi.

Baca Juga : 12 Desa Dalam Waktu Dekat Gelar Pilkades Serentak, Polres Bombana Siap Turunkan Sepertiga Personil

Lebih jauh Firdaus yang belum lama menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bombana mengungkapkan, Masyarakat jangan lagi ragu akan adanya kecurigaan terkait Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ganda.

Karena saat ini tambahnya, sistem sudah canggih. Sebelum mengeluarkan KTP maupun KK, yang bersangkutan akan direkam dulu. Kalaupun yang bersangkutan mengatakan belum memiliki kartu identitas, namun bila telah mengurus sebelumnya, pasti datanya akan muncul.

Begitu juga kalau sudah memiliki KTP di Desa (A) misalnya, lantas mau pindah ke Desa (B), meskipun masih Kabupaten yang sama maupun Kecamatan yang sama, bukan berarti telah diakui sebagai penduduk (B) tanpa mengurus dulu surat pindah berdasrkan keterangan dari Kepala Desa, Lurah atau Camat setempat.

Maksudnya apa, sambung Firdaus, langkah itu diambil agar menghindari adanya KTP ganda. Namun dia juga menghimbau, jika dalam suatu Desa atau Kelurahan ada yang mengaku memilik KTP namun mencurigakan, silahkan saja bawa ke kantor Dukcapil biar direkam kembali untuk memastikannya.

Adapun syarat lainnya, yang akan mengurus KTP harus berumur minimal 17 tahun. Bahkan berdasarkan aturan baru saat ini, meskipun belum berkeluarga/kawin, sudah bisa mengurus Kartu Keluarga (KK) sendiri tutupnya. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here