Beranda BOMBANA BPJS BOMBANA BERIKAN KEMUDAHAN PELAYANAN, MESKIPUN MASIH DALAM KANDUNGAN

BPJS BOMBANA BERIKAN KEMUDAHAN PELAYANAN, MESKIPUN MASIH DALAM KANDUNGAN

67
1

WONUABOMBANA.COM, Rumbia -Pemerintah saat ini tengah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat terutama bagian kesehatan. Begitu pula Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Bombana, pihaknya telah memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat meskipun bayi yang masih berada didalam kandungan,Ungkap Kepala BPJS Bombana, Muhamad Ayyub di ruang kerjanya, senin 16/Oktober/2017.

Kenapa demikian, sebab bila seorang Ibu hamil yang akan melahirkan lantas sicabang bayi lahir dengan keadaan sakit,jadi otomatis bila sibayinya sudah memiliki kartu tersebut,maka dia akan bisa berobat secara gratis.untuk itu pemerintah memberikan kemudahan pelayanan sebelum sibayi lahir atau masih didalam kandungan.akan tetapi,dengan syarat sudah dekat waktu bersalinya berdasarkan keterangan dari dokter, jelas Ayyub.

Itupun, yang turun mendata di lapangan itu bukan dari BPJS, pasalnya ada dinas terkair yang menangani itu. Kantor (BPJS) tinggal menerima berapa jumlah kartu yang akan dikeluarkan berdasarkan data dari “Dinas Sosial” (DINSOS). Tapi Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) daerah yang akan turun terlebih dahulu kelapangan. Nanti setelah itu datanya akan dikirim ke Kementerian Sosial (KEMENSOS) nanti setelah dari (KEMENSOS) akan dikirimkan ke Dinas Sosial (DINSOS). Karena yang menentukan mampu atau tidaknya, berdasarkan hasil validasi dari (DINSOS). Itupun,Dinas Sosial tidak turun menambah data yang ada,melainkan hanya memvalidasi hasil dari (BPS) tadi,katanya.

Sementara kartu (BPJS) sendiri yang telah beredar atau dikeluarakan oleh BPJS Bombana sebanyak 96.955 kartu, dari total jumlah penduduk Bombana yang masuk dari Dinas Catatan Sipil (CAPIL) Provinsi sebelumnya 130.000 Jiwa, namun awal bulan ini (Oktober) setelah divalidasi kembali bertamabah sebanyak 135.000 Jiwa.

Namun,penerima kartu sosial (BPJS) terbagi atas (II) Versi.pertama bantuan (IURAN) yang pembayaranya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yaitu dari Kementrian sosial (Kemensos),tapi ada juga yang dibayar oleh daerah. Sementara (NON IURAN/NON PBI) seperti PNS,TNI,POLRI dan Pekerja penerima upah seperti karyawan yang bekerja disuatu perusahaan (Mereka-red),membayar dengan cara gaji langsung dipotong oleh pemerintah.

Tambahnya,IURAN ditanggung pusat (APBN) melalui mensos,dan bisa juga ditanggung oleh masing-masing daerah. Sebab,dana untuk daerah Kabupaten Bombana misalnya,telah berada di Dinas kesehatan (DINKES). Jadi dalam hal ini, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial (DINSOS) bekerja sama untuk turun dilapangan mendata,terangnya.

BACA JUGA :  Penanaman Jagung Perdana, Kepala Biro: Lembaga Adat Kerajaan Moronene Perlu ditiru

Beda lagi dengan (BPJS) mandiri,yang dimaksud disini ialah, dia tidak terdaftar di instansi. Jadi, masyarakat umum yang tidak terdaftar kategori (PBI),itu datang langsung ke kantor (BPJS) mendaftar sendiri sesuai kelas yang (mereka-red) inginkan.ada kategori (I) kategori (II) dan kategori (III).
Kategori kelas (I) dengan biaya 80.000 perbulan, kelas (II) 51.000 perbulan,dan kelas (III) membayar sebanyak 25.500 perbulan. Kalaupun demikian,bukan berarti akan ada perbedaan dalam pelayanan. Untuk keseluruhan pelayanannya sama, cuma beda kamar saja saat kita dirawat dirumah sakit,jelasnya.

Akan tetapi,kartu (BPJS) mandiri sekarang telah mendapat ketegasan dari pemerintah.jika selama 1 bulan tidak membayar,maka dengan sendirinya kartu tersebut akan segera dinonaktifkan.

Lanjut “AYYUB”,yang baru resmi menjabat sebagai kepala (BPJS) di Bombana menjelang 3 tahun ini mengatakan,dari pihak (PEMDA) pun terbagi lagi atas dua versi yaitu,pemerintah provinsi dan kabupaten. Untuk Pemda Bombana sendiri, kemarin sudah dialokasikan dana untuk 5000 jiwa penduduk Bombana yang akan mendapatkan kartu dan kartunya itu sudah ada. hanya saja saat ini, masih berada di Dinas Kesehatan.

Untuk itu,dirinya berharap semoga dari pihak (PEMDA) kedepanya bila dana daerah cukup,agar bisa menambah kuota yang ada agar masyarakat Bombana akan semakin banyak yang merasa terbantu. Disamping itu komitmen (BPJS) Bombana saat ini,yaitu kolektifitas pembayaran (IURAN) mencapai target. Pasalnya berdasarkan fakta yang ada yang telah mendaftar (BPJS) mandiri mulai dari januari sampai awal oktober sebanyak 3000 jiwa, dan hampir secara keseluruhan masuk dalam kategori (III). Serta hampir keseluruhan itu menunggak.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan,dari 3000 jiwa yang terdaftar (BPJS) mandiri baru sekitar 40 persen saja yang telah membayarkan (IURAN). Tapi disisi lain “AYYUB” juga mengakui kalau periode kemarin memang terjadi kendala. Dimana peserta (BPJS) masih kesulitan dalam melakukan pembayaran. Pasalnya,tempat pembayaran hanya bisa di Bank saja. Akan tetapi sekarang (BPJS) telah bekerja sama dengan PLN dan Kantor pos, jadi kita bisa membayar lewat itu walaupun bukan di Bank lagi. Tutup Muhamad Ayyub.

PEWARTA : SUMARDIN

BACA JUGA :  Dituding Serobot Lahan Warga, Begini Penjelasan PT. Jhonlin Batu Mandiri

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here