Beranda ASPIRASI BKPSDM Bombana Dituding Pensiun Dinikan “Kadis Capil” Dengan Cara Licik

BKPSDM Bombana Dituding Pensiun Dinikan “Kadis Capil” Dengan Cara Licik

152
1

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, “Dituding” Pensiun Dinikan Kepala Dinas Catatan Sipil (Capil) Setempat Dengan Cara Licik.

Pasalnya, (BKPSDM) sengaja membuat Surat Pengunduran Diri yang seharusnya itu dibuat oleh yang bersangkutan (Drs. Siswadi Ali Hasan) bila dia ingin mengundurkan diri/Pensiun Dini, yang selanjutnya akan diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Setempat. Namun, faktanya justru terbalik. Surat Pengunduran Diri, malah yang buat (BKPSDM) itu sendiri yang buat lalu menitipkan ke orang tertentu di “Capil” dengan tujuan untuk menjebaknya, katanya.

Untuk itu Siswadi selaku (Kadis) Capil Bombana sebagai korban, tidak terima atas perlakuan (BKPSDM) Bombana terhadap dirinya. Sebab, dirinya tidak pernah sebelumnya membuat Surat Permonan Pengundurun Diri. Namun, dirinya kaget setelah mendengar telah ada “Lelang” Jabatan termasuk dirinya.

Sebab, Dia sudah percaya penuh terhadap STAFF nya. Sehingga berkas apapun yang ada dimejanya langsung Dia tanda tangan. Begitupun dengan Surat Permohonan Pengunduran diri yang telah (Siswadi) Teken. Dia curiga ada Pegawai (CAPIL) yang sengaja bekerja sama dengan oknum “PEMDA” Bombana untuk menzolimi dirinya dengan cara “Surat Permohonan” yang dimaksud sengaja di simpan berlapis dengan berkas yang lain.

“Itulah yang membuat saya tidak nampak curiga. Dan parahnya lagi, suratnya memang saya bertanda tangan diatas materai akan tetapi, SURAT itu di “Scan” bersamaan dengan materai sehingga tidak ada beda dengan berkas yang lain”, Tegas Siswadi Rabu (14/Februari/2018)

Sehingga Siswadi berkesimpulan untuk tidak tinggal diam dan akan segera mengusut tuntas masalah ini ke “Ranah Hukum” dalam waktu dekat, Geramnya.

Begitu Pula istri korban (Drs. Siswadi Ali Hasan), dia sangat geram dengan kejadian ini. Sebab, suaminya sudah lama mengabdikan dirinya untuk Bombana, bahkan salah satu “Pejuang” yang telah sukses mengantarkan (H. Tafdil) menjadi Bupati Bombana katanya, tapi kenapa malah pada akhirnya akan diperlakukan seperti itu?,.

Yang membuat dirinya “Marah” dan tidak terima terkait Surat Permohonan diri itu, yang tercantum pada poin (II). yakni : Keluarga (Istri dan Anak) menyarankan saya untuk dapat memulihkan kesehatan terlebih dahulu.

BACA JUGA :  Terkait PHK Karyawan PT. SSU, Begini Hasil Hearing Oleh DPRD Provinsi

Jadi sambungnya, berdasarkan poin yang ke (II) Katanya, “Kami atas nama Keluarga Tegaskan, Kami tidak pernah diberi tahu bahwa Bapak sudah membuat Surat Permohonan Pengunduran diri”, Tegas Istri Siswadi.

Lanjutnya bahkan yang aneh dan fatal menurutnya, Nomor Suratnya Tidak ada. Belum lagi tempat lahirnya salah. “Harusnya Bapak (Drs. Siswadi Ali Hasan)  Lahir di (Pare-Pare) tapi disurat itu Tempat Lahirnya Malah di SAPE”, imbuhnya.

Memang dirinya akui bahwa suaminya (Drs. Siswadi Ali Hasan) sebelumnya Pada saat itu penah perintahkan orang kepercayaanya untuk urus berkas persiapan pensiun. Akan tetapi, bukan surat pengunduran diri. “Suami saya (Drs. Siswadi Ali Hasan) Bersama temanya (BUR) sudah menghadap kepada Kepala (BKPSDM) Pak Rusman, Namun, dia bilang (Rusman), dirinya tidak tau tentang surat itu dia katanya hanya pernah lihat di Sekretariat. Sehingga (Istri Siswadi) menghadap kembali sama Staffnya Pak (Rusman) yang menangani pegawai yang sudah mau pensiun”, Uraianya.

Pada saat ditemui Istri (Drs. Siswadi Ali Hasan) kata (AP), Format pengunduran diri “Bapak (Drs. Siswadi Ali Hasan), saya yang buat atas perintah Kepala Badan”, Tegas (AP) Bersaksi kepada Istri Drs. Siswadi Ali Hasan.

Alhasil Istri (Siswadi) kembali menghadap dan beritahukan kalau (AP) Staffnya (Rusman), yang mengatakan dia yang telah membuat “Format” Surat Pengunduran Diri. Nah, disitulah Kepala (BKPSDM) hanya terdiam. Dia hanya bilang sabar Bu nanti saya ketemu Pak SEKDA dulu, Ujar Pak Rusman.

Lebih Jauh Istri Drs. Siswadi Ali Hasan Mengatakan, “Sebenarnya kami sebagai Keluarga, bukanya tidak terima Bapak mau dipensiun dinikian/dibuatkan Surat Pengunduran Diri, Asalkan kami keluarga diberitahu. Dan kami juga paham kalau (ASN) itu diikat dengan aturan. Tapi harus juga sesuai peraturan yang ada”, Tutupnya.

Namun, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rusman Idja, Menjelaskan kepada wartawan media (wonuabombana.com) saat Klarifikasi Rabu (14/februari/2018), dirinya mengatakan bahwa Surat itu ada aslinya, (Materai Tempel). Nggak mungkin ada copy-annya kalau nggak ada aslinya Terangnya.

Gambar Hasil Scaner Surat Permohonan Pengunduran diri dari Jabatan Eselon II.b. Rabu, 14/02/2018. (Sumber Foto: Dok.WB)

“Sementara dia sendiri yang datang bawa surat usulan Pensiunnya”, Tegas Rusman.

BACA JUGA :  Syahbandar Kabaena Pastikan, Tidak Ada Lagi Pemuatan Besi Smelter

Sambungnya, Kita Ini secara kepegawaian, tidak akan mungkin kita mau pergi rugikan orang. Sepanjang orang itu masih mampu, cakap untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Akan tetapi kalau sudah yang bersangkutan datang dengan bahasanya akan begini dan begini ya sudah kita bantu, Kata Rusman.

“Kalaupun ada isu yang berjalan bahwa itu dimanipulasi siapa yang berani manipulasi itu tanda tanganya pa KADIS?, Tolong tunjukan saya siapa orangnya?”, Tandasnya.

Dan kembali Dia tegaskan, adapun prosesnya surat itu dia tidak tahu. Dia datang Surat itu sudah ada, katanya.

Makanya Lanjut Rusman, “Makanya dikasitau barang ini tidak bisa diproses kalau Bapak tidak mengundurkan diri. Karena Bapak masih menjabat, Pusat tidak akan Proses itu, Pasti dikembalikan. Namun, bila Bapak masih menjabat lantas mau urus Berkas Persiapan Pensiun, buat dulu surat pengunduran diri, Baru pensiun boleh diproses”, Ungkapnya.

Adapun soal POIN ke (II) saat diwawancara,  Rusman kembali mengatakan tidak tahu tentang “Proses” itu, dirinya datang suratnya sudah ada. Dan pada saat pengunduran diri itu dia tidak tahu. Dia datang langsung disodorkan (SK) Pengunduran diri (capil) sudah selesai jadi mau diapa lagi. Kalau sudah ada tinggal diproses bilangnya.

Untuk diketahui, Menurut (Drs. Siswadi Ali Hasan) dirinya pensiun Tahun depan (Bulan April-2019). Dan bila diikuti berdasarkan prosedur yang sebenarnya bulan (7/2018) ini, barulah dia mengusung untuk persiapan pensiun agar gaji tidak putus hingga pensiun, dan Jabatanyapun “Semi Vertikal” jelasnya. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

1 KOMENTAR

  1. Aneehh…. Yg ketik surat pengunduran diri aja ngaku kalo disuruh sama bapak BOS yess….
    Weleh.. Weleh..Masa Pensiun beliau Udah Deket ini loh mas bos…
    Jabatan Hanya titipan dan bersifat sementara, ingat mati yess mas bos(dkk) Biar ga KhiLaf yess…

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here