Beranda ASPIRASI Bidan di Bombana 6 Bulan Tidak Masuk Kantor, Gaji dan Pangkat Jalan...

Bidan di Bombana 6 Bulan Tidak Masuk Kantor, Gaji dan Pangkat Jalan Terus

769
0
Ilustrasi
Ilustrasi

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Salah satu oknum Bidan di Bombana dinilai Aneh bin ajaib. Yah, kata inilah yang terkadang terlintas dipikiran kita bila kejadian ini terdengar di telinga sebab hal tersebut bukanlah sekadar kabar burung atau hoax semata. Kenyataannya, seorang (PNS) Bidan di Dinas Kesehatan, Kabupaten Bombana, Prov. Sulawesi Tenggara, meskipun sudah tidak berkantor sekitar 6 bulan lamanya, akan tetapi dia aman-aman saja. Bahkan Gaji dan Kenaikan pangkatnya jalan terus.

Sebab, setahu narasumber yang enggan disebutkan namanya, merasa sangat mengetahui apa yang terjadi. Karena menurut keteranganya, yang bersangkutan (oknum Bidan), sebelumnya memang sangat jarang masuk kantor. Namun, puncaknya sejak bulan Januari 2018, dikarenakan yang bersangkutan sedang mengurus berkas untuk pindah ke Kota Raha Kabupaten Muna.

“Setahu saya, Bidan itu yang bersangkutan kalau ke Bombana, hanya masuk sehari atau dua hari saja ke-kantor. Tapi itu dulu, akan tetapi sejak bulan januari akhir, dia lagi mengurus SK untuk perpindahanya ke Raha, tapi itupun baru berupa permohonan. Nah setelah itu, sudah tidak pernah datang-datang lagi sampai sekarang”, tegas narasumber.

Lanjut narasumber, ada beberapa hal yang menurutnya terasa rancu, sebab baru-baru ini oknum bidan tersebut diketahui membeli sebuah rumah yang letaknya di Kota Kendari, sedangkan tujuan perpindahannya adalah ke Kota Raha.

“kenapa katanya mau mengurus pindah ke Raha, sementara baru-baru ini dia sudah beli Rumah di Kendari. Jadi buat saya, itu hanya akal-akalanya saja, bilang saja sudah malas berkantor sehingga berusaha mencari alasan. Dan saya tanya terkait gajinya, yang bersangkutan menjawab, katanya masuk terus dan amanji. Bahkan terimanya di Bank BPD Bombana”, ungkap narasumber.

Baca Juga : Alhamdulillah, Dinkes Bombana Akan Bayarkan Utang Jasa Jamkesda

Bahkan tidak hanya disitu saja terang narasumber, sebab, meskipun sudah tidak pernah masuk kantor selama hampir 6 bulan lamanya, namun pangkat tidak pernah tertunda atau naik terus tanpa ada kendala. Sehingga narasumber begitu yakin dan menuding kalau Bidan yang bersangkutan, ada orangnya (oknum) dikepegawaian yang selalu mengurus kenaikan pangkatnya.

“Sementara pangkatnya diuruskan orang Kepegawaian. Dan sudah datang dia punya persetujuan, dengan pangkat III D”, katanya (Sabtu, 30 Juni 2018).

Sambungnya, beberapa alasan lainpun sering dikemukakan oleh oknum bidan tersebut, bahwa orang tua (ibu)nya sedang diderita sakit lumpuh katanya. Karena prihatin dan sebagai teman yang baik, narasumber kami acap kali menanyakan kebenaran hal tersebut pada oknum bidan yang dimaksud. Dan ternyata jawaban yang diberikan “si bidan” cukup mengejutkan, “Ahh sehat-sehatji, malah sekarang masih menjahit”, ujar narasumber mempraktekkan perkataan (Bidan yang bersangkutan).

Menurut narasumber saat diwawancara, dirinya mengaku keheranan sebab kejadian separah ini seolah ada pembiaran dan pelakunya tetap aman-aman saja. Dirinya berharap, melalui informasi dan pemberitaan ini kejadian tersebut mendapat tindakan tegas dari pihak atasan dalam hal ini Dinas Kesehatan Bombana (dr. Sunandar) serta dirinya mengharapkan pula tidak adanya tebang pilih dalam hal penegakan hukum demi terciptanya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

Kenapa demikian?, sambungnya, sebab perlakuan istimewa tersebut tidak secara merata diterapkan kepada seluruh pegawai yang ada dalam lingkup Dinas Kesehatan Bombana. Contohnya, beberapa waktu lalu (saat menyambut bulan Ramadhan) ada beberapa pegawai yang tidak masuk selama 3 hari saja, itu langsung diberikan Surat Peringatan, jika mengacu pada Undang-undang ASN No. 53 tahun 2010 Pasal 8 poin 9 huruf (a,b dan c) disitu dijelaskan bahwa teguran lisan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) hari kerja dan teguran tertulis bagi PNS, yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) hari kerja.

“Dan anehnya lagi, malah mengahadapnya diarahkan ke Sekretaris bukan langsung ke Kadis. Benar benar aneh memang ini Bombana, kata narasumber”. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here