Beranda BOMBANA Besi Smelter SSU akan dikilo kembali

Besi Smelter SSU akan dikilo kembali

107
0
Karyawan PT AJM Group, yang merupakan pembeli besi dan saat ini sedang melakukan pemotongan besi Smelter PT. SSU di Kabaena Utara.

WONUABOMBANA.COM, KABAENA – Smelter PT Surya Saga Utama yg berada di Desa Tedubara Kec. Kabaena Utara, Kab. Bombana kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya Besi-besi Smelter tersebut diduga akan kembali dijual kiloan. Warga menyesalkan tidak adanya sikap tegas dari pihak berwajib atau pemerintah. Berita penjualan besi-besi smelter SSU sempat viral tiga bulan lalu.

Menurut salah satu warga Tedubara yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 40 orang yang sedang melakukan pembongkaran dan pemotongan di smelter. Mereka didatangkan khusus dari Jawa. Belum lama ini ada pengiriman 300 tabung oksigen yg diduga akan dipakai untuk pekerjaan pemotongan. Kejadian ini membuat warga dan mantan pekerja SSU yang ada di Kabena gusar. Mereka mengatakan bahwa janji PT SSU untuk menjalankan Smelternya kembali jauh dari kenyataan.

Kasra Munara, Direktur SSU membenarkan berita pemotongan ketika dihubungi oleh media ini. “Saya mendapat informasi dari warga tentang adanya beberapa barang yang dikeluarkan dari Smelter ditemukan di Pising. Kalau tentang adanya pemotongan tersebut saya juga mendapat laporan bahwa ada perusahaan yang melakukan pemotongan Smelter bahkan mereka tinggal di dalam area Smelter. Hari Minggu lalu saya ke Smelter untuk mengecek langsung tapi Smelter dijaga oleh orang yg tidak dikenal. Mereka menggunakan seragam kaos bertuliskan PT AJM Group.”

Ketika Kasra ditanyakan perihal kabar yang beredar bahwa dirinya sudah diganti dia menjelaskan bahwa proses penggatian dirinya sebagai Direktur telah dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sultra. Sementara gugatan perdata masih berproses di Pengadilan Negeri Makassar.

Baca Juga : Besi PT. SSU Kembali Dimuat, Bea Cukai Sultra Seolah Tutup Mata dan Cuci Tangan

“Saya akan tetap melakukan perlawanan atas upaya penggatian saya sebagai Direktur secara paksa dan sepihak. Saya menduga kuat bahwa penggatian saya berkaitan erat dengan upaya saya menghalang-halangi penjualan besi-besi Smelter. Komitmen saya dari awal tidak berubah bahwa smelter harus diupayakan agar bisa beroperasi kembali”

Penjualan besi-besi smelter SSU pernah didemo oleh masyarakat yang dimotori oleh LSM PUKAT. Mereka mempertanyakan nasib investasi di pulau penghasil nikel tersebut. Sekaligus mempertanyakan status peralatan smelter yang masuk menggunakan fasilitas bebas pajak sehingga tidak boleh dipindahtangankan atau diperjualbelikan begitu saja. Penjualan besi-besi Smelter dianggap telah melanggar UU No. 17 tahun 2016 tentang Kepabeanan dan UU No. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Hal penting lainnya adalah lapangan pekerjaan dan nasib 500 pekerja SSU yang pernah tedampak PHK massal akhir 2018 lalu. Namun anehnya, walaupun semua pekerja lokal sudah tidak ada lagi masih ada 4 orang TKA yang bekerja di lokasi smelter SSU sementara smelter mati total.

Pemda Bombana juga pernah menahih tunggakan IMB sebesar 11.5 miliar rupiah atas pembangunan Smelter tahap dua. Belum termasuk tunggakan PBB untuk 2017 dan 2018 sekitar 6 miliar rupiah lebih. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here