Beranda Tak Berkategori Besi PT. SSU Kembali Dimuat, Bea Cukai Sultra Seolah Tutup Mata dan...

Besi PT. SSU Kembali Dimuat, Bea Cukai Sultra Seolah Tutup Mata dan Cuci Tangan

142
0
Suasana Pengangkutan Besi Smelter milik PT. Surya Saga Utama di pelabuhan Jetty Malandahi. (Foto: Sumardin/WB)

WONUABOMBANA.COM, KABAENA – Pemuatan Besi PT. SSU (Surya Saga Utama) di Jetty Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), bukan hanya upaya dugaan pencucian uang, melainkan menimbulkan kebingungan dan tanda tanya besar.

Kenapa tidak, pemuatan atau pengapalan Besi untuk pembangunan Semelter (Pemurnian Nikel), besar dugaan kata Direktur yang masih SAH secara hukum H. Kasra Jaru Munara ucapnya tidak prosedural dan menyalahi aturan.

“Disini ada oknum dari pihak Manager Warga Negara Asing (WNA) yang bermain. Melakukan penjualan menggunakan kuasa Direksi yang mereka rekayasa. Sementara setelah saya menghubungi Presiden Direktur, tidak ada pergantian Direktur. Jadi atas kejadian ini, selaku pimpinan saya sudah tempuh jalur hukum (melapor ke Polres Bombana)”, tegasnya.

Surat Tanda Terima Laporan Polisi kepada Direktur PT. Surya Saga Utama

Tidak tinggal diam, instansi terkait (Bea Cukai Sultra) akhirnya angkat bicara. Kata petugasnya, mereka membenarkan jika memang ada besi yang bisa dijual, dan adapula Yang tidak .

Baca Juga : Segel Bea Cukai diabaikan, Besi Smelter PT. SSU Tetap Dimuat Kapal Tongkang

Seperti pemberitaan sebelumnya, pihak Bea Cukai menegaskan akan segera menurunkan Tim Khusus. Guna memastikan tidak ada kerugian negara disitu.

Namun, Kamis (8/8/2019) kemarin, petugas Bea Cukai yang ditugaskan ke Lapangan sudah balik sekitar jam 10 pagi. Dan besi hasil pemantauan Wartawan dari Media ini bersama beberapa rekannya yang tiba Jam 4 Sore masih berlangsung pemuatan. Yang ditemui tinggal Buruh kerja dan ada juga dari pihak keamanan.

Untuk lebih memperjelas informasi, dihubungilah Syahbandar (orang yang bertanggung jawab terkait transportasi laut/izin berlayar) melalui Via Telpon. Namun, Syahbandar dengan tegas mengatakan tidak mengetahui bila ada pemuatan Besi bersakla besar itu.

Selama penjualan hingga kini, Kasra Jaru Munara menegaskan, kerugian ditaksir sudah mencapai 90 Miliar. Padahal kata dia, perjanjian awal untuk investasi. Sehingga barang yang masuk, pajaknya ditanggung oleh Negara. Tapi ironisnya, kenapa Besinya sekarang malah dijual?, bukankah ini adalah kejahatan Ekonomi dan pelecehan terhadap Negara geramnya. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here