Beranda ASPIRASI Baruga Moico Bombana, Sudah Panas Seperti Oven, Bermasalah Lagi

Baruga Moico Bombana, Sudah Panas Seperti Oven, Bermasalah Lagi

371
0
Bangunan Baruga Moico Program Gembira II H.Tafdil yang berada dibelakang Kantor Dinas Perumahan Kabupaten Bombana.

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Baruga Moico/Rumah Bagus ternyata tak semoico namanya. Para penerima Bantuan Program Gembira khususnya Rumah, pada periode ke-2 H.Tafdil, keluhkan dalam Rumah berukuran 5 × 7 kalau siang hari hawanya terasa panas layaknya berada didalam “Oven”. Sehingga, penghuninya tidak bisa beristirahat dengan tenang apalagi mau tidur siang.

Keluhan Masyarakat penerima Bantuan Baruga Moico memang bukan tanpa sebab. Pasalnya, Rumah yang berbentuk KIOS ini bila dilihat dari Kontruksi Bangunannya tidak memakai kayu. Dinding dari Seng, dan Rangka dari Baja. Belum lagi ukuran jendelanya yang terbilang mini sehingga menjadi sorotan mereka Panitia Khusus (Pansus) dari DPRD setempat.

“Setelah kami turun tanyakan ke masyarakat yang menerima bantuan itu, mereka mengeluhkan bahwa Baruga Moico itu dalamnya seperti berada dalam oven,” ungkap Amiadin pada saat Rapat Pansus mengenai Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah bersama Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, di Aula Kantor DPRD Kabupaten Bombana Senin (15/7/219). 

Selain itu kata Amiadin, keluhan lainnya yakni, Rumah bantuannya masih ada yang belum teratapi karena alasan Sengnya kurang. Sehingga dari dasar itulah, salah satu Anggota Pansus ini sekaligus Wakil Ketua DPRD Bombana mengusulkan kalau bisa Konstruksinya ditinjau ulang. Bila perlu digunakan kayu sehingga masyarakat setempat bisa diberdayakan. Asalkan biayanya tidak melampauhi yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Kapolres Bombana Berharap “JOB” Bisa Bersinergi Dalam Membangun Wonua Bombana

Sorotan lainnya datang dari Ambo Rappe Anggota DPRD Bombana dari Fraksi PAN. Beliau juga turut menyoroti banyaknya keterlambatan pekerjaan Baruga Moico di Tahun 2018 lalu sehingga pihak pelaksana kena denda pembayarannya.

Suasana Rapat Pansus LKPD DAN LKPJ di Aula Kantor DPRD Kabupaten Bombana

“Yang paling jelas keterlambatan pekerjaannya itu di Kelurahan Boepinang, Kastarib, dan Poea. Apakah yang dipihak ketigakan sudah disurati?,” tegas Ambo Rappe.

Menanyikapi hal tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Perumahan Bombana, Sulaiman Facharani mengakui akibat keterlambatan pekerjaan itu, pihak kontraktor telah di denda sebanyak 43 Juta lebih.

“Dendanya itu sudah dibayarkan sebelum dilakukan pencairan dana,” jelas Kadis.

Hasil  “Rapat Pansus” LKPD dan LKPJ menghasilkan, diusulkan rekomendasi terhadap Kepala Daerah terkait beberapa persoalan yang membutuhkan koreksi.

Terkhusus persoalan yang prinsipnya membutuhkan kajian lebih detail dan rinci kiranya dapat direkomendasikan pembentukan Pansus Investigasi dan atau menjadi Pekerjaan Rumah DPRD Bombana yang baru. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here