Beranda ASPIRASI Bantuan Rumah Desa Watu-Watu Dipadati Oleh Orang Luar dan Orang Kaya

Bantuan Rumah Desa Watu-Watu Dipadati Oleh Orang Luar dan Orang Kaya

77
0

WONUABOMBANA.COM, LANTARI JAYA – Bantuan Rumah Khusus Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana (Sultra) sebanyak 51 Unit, lebih diperuntukan buat masyarakat miskin desa setempat.
Seperti (mereka-red) yang belum memiliki rumah/punya rumah namun Tidak Layak Huni (Masih beratapkan tenda terpal). Seperti rumah tangga baru misalnya.

Salah satu rumah masyarakat tidak layak huni di Desa Watu-watu, Kec. Lantari Jaya, Kab. Bombana.(Sumber Foto: Dok.WB)

Namun “Parahnya”, malah dipadati orang dari luar dan orang kaya. Bahkan Ironisnya, Ada juga yang dari kalangan Aparat Desa.  Sementara Notabenenya mereka orang berada punya penghasilan tetap, bahkan rumahnyapun bagus, Tegas (KN) minggu 4/2/2018.

Menurutnya, kesepakatan yang telah disepakati oleh panitia bantuan perumahan khusus setempat yang disertai tanda tangan diatas materai, bahkan diperkuat pula dengan Teken Kepala Desa Watu Watu (Musakkir) lengkap dengan stempel Desa Watu-Watu, sudah jelas melanggar perjanjian katanya.

Surat Pernyataan Panitia Seleksi Penerima Bantuan Perumahan Khusus Desa Watu-watu, Kec. Lantaru Jaya, Kab. Bombana – (Sumber Foto: Dok. WB)

Pengerjaan Bantuan Rumah Khusus Desa Watu-watu yang masuk tahun 2017 dan telah selesai tahun yang sama memang penuh ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi.

“Sebagai contoh, untuk dusun (III) Hukaea yang tadinya akan mendapat sebanyak 10 Orang. Namun kenyataanya alhasil tinggal 5 orang. Entah apa yang menjadi alasan sehingga mereka tidak dapat”, Tegas (KN) yang juga tidak lain selaku warga setempat Desa Watu-watu.

Tambahnya, sesuai perjanjian yang telah disepakati melalui Rapat/Musyawarah bahkan ada “NOTULENYA”, Sudah jelas sebanyak 51 Unit bantuan rumah khusus Desa Watu-watu tidak semua juga sepenuhnya diminta akan dihuni oleh masyakat setempat.

“Padahal kami tidak butuh semua,  kami hanya minta 10 rumah perdusun. Dimana Desa Watu-watu memiliki 3 Dusun. Jadi hanya 30 Unit rumah saja yang kami minta. Selebihnya itu diserahkan ke pemerintah akan diberikan pada siapa saja. Dan itu ada notulenya berdasarkan hasil dari musyawarah”, Terangnya.

Bahkan tambah (KN), sebenarnya bantuan rumah khusus hanya diprioritaskan bagi masyarakat Desa Watu-Watu dan itu tidak dipungut biaya/Gratis. Namun, kenyataan di lapangan”Disinyalir” ada pembayaran.

“Secara Administrasi “SAH”, memang murni tidak dipungut biaya. Namun bila kita tanya orang-orang dari ujung ke ujung menurut mereka yang mendapatkan bantuan rumah khusus itu, dipungut biaya katanya. Bahkan ada yang membayar (Rp1 – 10 juta). Bahkan ada yang lebih”, Uraianya.

BACA JUGA :  Bea Cukai Sultra Dikecam Oleh Massa Aksi Agar Besi PT. SSU Tidak Keluar Lagi

Untuk itu harap (KN)  kepada Kepala Desa Watu-watu agar bisa memprioritaskan masyarakat yang memang benar-benar layak mendapatkan bantuan rumah khusus tersebut. Seperti saudara kita yang masih tinggal di tenda-tenda. Bukan malah diperuntukan bagi Aparatnya, yang sudah jelas memilki penghasilan tetap dan notabenenya berada.

Begitupun dengan pemerintah (Bombana) dan pihak yang berwajib dalam hal ini, harus Pro aktif serta mampu melihat bila ada ketimpangan dan se-segera mungkin menindak lanjuti permasalahan yang ada bahkan diusut “TUNTAS” , Tandasnya. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here