Beranda Daerah Ayah Menggorok Leher Anak Tiri, Hingga Nyaris Putus

Ayah Menggorok Leher Anak Tiri, Hingga Nyaris Putus

83
0
Ayah Menggorok Leher Anak Tiri, Hingga Nyaris Putus.Polres Gelar Konferensi Pers

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Karena telah dikuasai “Amarah/hawa nafsu”, Se orang Ayah dari Desa Tedubara Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), yakni (DH) 47 tahun, tega menghabisi Hilda Agustianto (30) Tahun (Laki-laki), yang tidak lain korban merupakan anak tirinya sendiri. tepatnya selasa/malam rabu 25/4/2018 sekitar pukul 00.30 Wita.

Adapun motif pelaku menghabisi nyawa korban, karena kesal (Korban) selalu marah-marah tanpa alasan apalagi setelah mengkomsumsi miras. Ditambah lagi, anak pelaku (adik Tiri) korban katanya sering dipukul oleh Hilda (Korban).

Katanya, saat pelaku kumpul di rumah tetangga, datanglah anak pelaku melapor bahwa korban (Hilda) kakak dari pelapor mengamuk dan marah-marah di rumah pelaku. Sehingga tak lama kemudian, pelakupun pulang kerumah serta menghampiri korban dan memarahi korban.

“Kenapa kamu marah-marah terus?, Kamu anggap apa kita ini?, lalu korbanpun langsung bergegas turun dari rumah. Namun, dari belakang, pelaku (DH) langsung menarik parang dan membacok leher korban. Setelah korban terjatuh, lanjut pelaku menghampiri korban dan menggorok leher korban sehingga korban meninggal di tempat”, Ujar Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan Syafruddin SH, SIK, MM. Mewakili pernyataan korban saat Konferensi Pers di Kantor Polres Bombana, (Kamis 26/April/2018).

BACA JUGA :  Penipu Kades Tertangkap, Polres Bombana Gelar Konferensi PERS

Namun, semua itu disebabkan oleh kebiasaan korban sering mengkomsumsi Minuman Keras (Miras). Dan ┬ámenurut kesaksian pelaku, korban saat mengamuk masih dalam keadaan mabuk. “lagi-lagi Miras, sehingga langkah dari Polres Bombana, Polda Sultra, kepolisi Republik Indonesia mulai sejak sebulan yang lalu secara serentak melakukan operasi minuman keras (SATGAS NUSANTARA). Baik itu miras oplosan, kemudian miras pabrikan yang tanpa izin kita razia sampai dengan 20 hari kedepan. Artinya, dari produsen miras maupun pemakai akan kita tindak tegas”, Ungkapnya.

“Karena di Bomabana ini khususnya, hampir 70 Persen tindak pidana kekerasan, penganiayaan, pembunuhan, pencurian, semua itu diawali dari mengkomsumsi Miras. Sehingga tidak ada lagi AMPUN, baik penjual maupun pemakai pasti kita SITA dan pasti kita Proses”, Tambahnya.

Menurut Kapolres Bombana, selain Penegakan Hukum, sosialisasi senantiasa mereka lakukan. bahkan Babinkamtibmas saat ini setiap bertemu masyarakat selalu mengingatkan salah satu poin, agar masyarakat jangan mengkonsumsi “Miras”. Memberi pemahaman kepada masyarakat. Bahkan kata A. Adnan ada juga disetiap hari jum’at program yang namanya “Police Go To Masjid”. Kapolsek dan Pejabat Polres Bombana berkunjung ke Masjid-masjid untuk terus menggelorakan jangan mengkonsumsi Miras, dan jangan memproduksi Miras, yang disampaikan setelah Sholat jum’at.

“Sekarang tinggal dari kesadaran masyarakat seperti apa. Sebab, Polisi sudah berbuat baik”, Singkatnya.

Lanjut A. Adnan, yang kedua sekarang pihaknya sudah mendorong ke-PEMDA BOMBANA agar secepatnya menyelesaikan PERDA Miras, yang mengatur berapa takaran ataupun kadar miras yang boleh diperjual belikan di Bombana.

Akan tetapi, semua itu tidak lepas dari peran serta masyarakat. Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Orang Tua agar senantiasa menjaga, dan menghimbau anaknya agar tidak mengkonsumsi miras. Menjaga keluarga, menjaga lingkungan. Sebab, polisi juga tidak bisa bekerja sendiri semua stakeholder yang ada harus bisa bekerja sama.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap pelaku yaitu, Pasal 338 KUHP dan Pasal 354 Ayat 2 KUHP Tentang Pembunuhan dan Penganiayaan yang engakibatkan korban meninggal dunia. Dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Upaya saat ini dari penyidik sementara mengumpulkan bukti-bukti, mengambil keterangan saksi. Selanjutnya berkas perkara akan secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Dengan barang sitaan berupa Parang Pelaku, Baju Pelaku, Serta Baju Korban. (w/b)

Pewarta : SUMARDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here