Beranda BOMBANA Alhamdulillah, Sejarah Terbentuknya Kabupaten Bombana Akan Ditulis Lengkap & Utuh

Alhamdulillah, Sejarah Terbentuknya Kabupaten Bombana Akan Ditulis Lengkap & Utuh

318
0
Seminar Awal Penelitian dan Penulisan Sejarah Berdirinya Kabupaten Bombana Tahun 2003 silam di Ruang Rapat Kantor Bupati Bombana Senin (26/11/2018).
Seminar Awal Penelitian dan Penulisan Sejarah Berdirinya Kabupaten Bombana Tahun 2003 silam di Ruang Rapat Kantor Bupati Bombana Senin (26/11/2018).

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Suatu kebanggaan masyakarakat Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebab, dalam waktu dekat akan segerah dibuatkan “Buku Khusus” mengenai sejarah panjang perjuangan berbagai Tokoh daerah setempat hingga resmi menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) pada tanggal (18 Desember 2003) silam.

Keberhasilan yang dirasakan masyarakat Bombana pasca mekar dari Kabupaten induk (Buton), tidak semudah dan semulus yang dibayangkan. Sebab, dinamika serta polemik kerap sekali muncul terhadap para tokoh pejuang pemekaran. Akan tetapi, pada akhirnya menghasilkan mufakad.

Maka, setelah adanya mufakad, disatukanlah persepsi, pendapat, kemauan dan misi yang sama, yakni Daerah Otonomi Baru (DOB) harus terbentuk, meskipun berubah nama. Dari wacana awal pembentukan “Kabupaten Moronene”, berubah menjadi “Kabupaten Bombana”.

Inilah sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Bombana, pisah dari Kabupaten induk (Buton) 18 Desmber 2003 silam berdasarkan release dari Pemda Bombana:

Sebagaimana diketahui bersama, sejarah berdirinya Kabupaten Bombana yang diresmikan tanggal 18 Desember 2003 oleh Menteri Dalam Negeri Bapak Hari Sabarno atas nama Presiden Republik Indonesia (RI) Ibu Megawati Soekarno Putri, berdasarkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2003, tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan panjang para leluhur yang pernah berusaha membentuk daerah Swaparja/Kabupaten Moronene 55 Tahun yang lalu.

BACA JUGA : Demi Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat, 12 Raperda Disepakati

Dalam tiga Babakan sejarah, mulai dari periode pertama Tahun 1948 – 1958, periode kedua 1958 – 1965, periode ketiga Tahun 1965 – 2000 kemudian perjuangan yang sama dilanjutkan setelah terbitnya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 oleh generasi berikutnya pada periode keempat Tahun 2000-2003.

Perjuangan kali ini alhamdulillah berkat Do’a dan Ridho Allah SWT., kali ini telah berhasil diresmikan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Sulawesi Tenggara. Selama masa perjuangan tersebut, banyak peristiwa dan suka duka yang terjadi dan dialami oleh para pejuang pada masa itu.

Maka dari itu perlu untuk diungkapkan, ditulis dalam bentuk sejarah dan di publikasikan kepada masyarakat Bombana baik pemerintah daerah, maupun generasi muda dimana saja berada.

Buku sejarah berdirinya Kabupaten Bombana tersebut seharusnya menjadi sebuah “DOKUMEN MONUMENTAL” untuk mengenang jasa para pejuang dan pendiri Kabupaten yang telah dengan suka rela mewakafkan jiwa raganya, harta bendanya, untuk sebuah perjuangan menuju berdirinya Kabupaten Bombana di wilayah yang disebut “LIPU I BOMBANA WITA I MORONENE (NEGERI BOMBANA di Tanah MORONENE), yang saat ini kita hidup didalamnya.

Mengingat akan pentingnya sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten Bombana, maka pemda Bombana bekerja sama dengan “LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT” yang melibatkan salahsatu Universitas ternama di Sulawesi Tenggara. Yaitu Universitas Halu Oleo (UHO).

Maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan seminar di Ruang Rapat Kantor Bupati Bombana Senin 26 November 2018 adalah Sbb:

(1). Tersedianya informasi tentang jejak perjuangan para Tokoh masyarakat Bombana sehubungan dengan berdirinya Kabupaten Bombana, dalam bentuk sebuah buku yang berjudul “SEJARAH BERDIRINYA KABUPATEN BOMBANA: SEBUAH PERJUANGAN PANJANG (1948 – 2003)”.

(2). tersedianya data dan “Informasi Hitam Puti” tentang dinamika sosial, budaya dan politik, sehubungan dengan proses pembentukan Kabupaten Bombana, mulai dari tahap sosialisasi sampai dengan tahap peresmian Kabupaten. Dalam bagian ini dikemukakan berbagai soal polemik Internal yang terjadi dalam kaitannya dengan: Pemberian nama Kabupaten, penetapan letak Ibu Kota, dan pengusulan pejabat (Karateker).

Semua peristiwa tersebut akhirnya akan membawa hikma dan nilai harga yang berharga bagi semua dalam menyongsong masa depan Bombana yang lebih baik daripada sebelumnya.

(3). dalam buku ini akan menyajikan sejarah asal usul sebuah Etnis Moronene sebagai Suku Asli yang pertama kali mendiami wilayah geografis Kabupaten Bombana saat ini. Pada bagian ini, secara singkat akan diketengahkan persebaran penduduk dari daerah asal sebelum menetap di wilayah Moronene (Bombana) yang disebut “LIPU I BOMBANA WITA I MORONENE” (Negeri Bombana di Tanah Moronene).

(4). Secara kronologis perjuangan, buku ini memuat rekaman jejak perjuangan para leluhur mulai dari periode pertama Tahun 1948 – 1958, periode kedua Tahun 1958 – 1965, periode ketiga Tahun 1965 – 2000, dan periode yang keempat Tahun 2000 – 2003.

(5). Menghasilkan dokumen berupa buku sejarah karya ahli sejarah Universitas Halu Oleo (UHO) dengan Narasumber utama dari “Anak – anak Negeri” sebagai pelaku sejarah dan peristiwa, selama proses pembentukan Kabupaten Bombana, ujar Drs. Sukarnaeni Arif M.Si usai membacakan sambutan mewakili pemda Bombana.

Dimana Sukarnaeni sendiri, disamping beliau adalah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Bombana saat ini, dia pula adalah salahsatu tokoh sekaligus pelaku sejarah. Berkat dirinya dan Tokoh – tokoh yang lainnya, maka terwujudlah Do’a dan Ikhtiar masyarakat Bombana tanpa terkecuali menjadikan Bombana sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) meskipun dirinya tergabung diperiode keempat 1999 – 2003 (Mekar) mewakili Zona Poleang.

“Seminar ini adalah langkah baik agar sejarah terbentuknya Kabupaten Bombana dituliskan secara lengkap dan utuh. Agar, anak cucu kita juga bisa mengetahuinya. Sebab, kalau HUT Bombana sebelumnya hanya dibacakan sejarah singkatnya saja. Dan ditargetkan pula, bukunya sudah harus jadi sampai akhir Desember 2018 (Tahun ini). Mengenai pendanaan, sudah disipakan melalui perubahan. Andaikata tidak ada kesalahan tekhnis, anggarannya akan masuk di APBD induk 2018”, uraiannya.

Tim Peneliti dan Penulisan Sejarah Berdirinya Kabupaten Bombana diantaranya: Dr.H.Rekson Solo Limba, M.Si., (Beliau juga merupakan salahsatu pelaku sejarah terbentuknya Kabupaten Bombana mewakili Zona Rumbia)., Drs. Asrun Lio, M.Hum,Ph.D., Basrin Melamba, S.Pd.M.A.

Sekedar informasi, Kabupaten Bombana terbentuk dengan 3 Zona. Yakni: Zona Rumbia, Zona Poleang, dan Zona Kabaeana. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here