Beranda Daerah Akhirnya, Jalan Berdebu Disiram, Dinas PU: Kontraktor Melanggar Perjanjian

Akhirnya, Jalan Berdebu Disiram, Dinas PU: Kontraktor Melanggar Perjanjian

332
0
Papan proyek Perintisan Jalan Produksi & Proses penyiraman jalan diwilayah Desa Wumbubangka. (Senin, 13/08/2018)
Papan proyek Perintisan Jalan Produksi & Proses penyiraman jalan diwilayah Desa Wumbubangka. (Senin, 13/08/2018)

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Polemik yang terjadi di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sultra, terkait pengangkutan timbunan oleh puluhan mobik truk yang mondar-mandir disetiap saatnya membuat masyarakat menjadi geram dan marah. Bahkan nyaris warga main hakim sendiri.

Namun setelahsatu Warga Desa Wumbubangka Hasra SKM, menyampaikan permasalahan ini ke publik, akhirnya dari dinas PU, turun tangan.

Terbukti, tepatnya kemarin senin (13/8/2018), Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota (PU) Bombana, ditemani PPK, dan UPK, bersama-sama turun melakukan investigasi.

Dan nyatanya, setelah tiba di TKP, mereka memang melihat langsung ada aktifitas namun tidak ada penyiraman sama sekali. Dimana untuk diketahui, pekerjaan ini berlangsung sejak kamis (9/8/2018) kemarin.

Alhasil, setiba mereka disana, Sekretaris atas perintah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota (PU) Kabupaten Bombana Man Arfa, mengintruksikan Sekretaris agar menghentikan pengerjaan itu bilamana kewajiban dari pihak Kontraktor tidak dilaksanakan dalam hal ini penyiraman jalan.

Akan tetapi yah, sukurlah setelah dari sana, kata Rahmat sorehnya langsung dilakukan penyiraman. Kendati Mobil yang dipakai Menyiram tidak sesuai dengan perjanian kontrak. Semestinya tegas Rahmat, harus Mobil Water Tank bukan Mobil Tower sperti yang ada dalam gambar tegasnya.

Baca Juga : Debu Akibat Penimbunan Jalan, Buat Warga Jatuh Sakit

“Hasil Investigasi kami, ternyata memang benar, disana belum pernah ada penyiraman selama mereka bekerja. Kami pikir Konsultan pengawal di Lapangan sudah mengarakahkan kontraktornya untuk melakukan penyiraman ternyata tidak”, tutur Rahmat selakau Sekretaris (PU).

dirinya juga mengatakan kalau dia kelapangan atas perintah langsung Kepala Dinasnya untuk segera investigasi di Lapangan dan diperintahkan agar menghentikan aktifitas bilamana tidak dilakukan penyiraman oleh pihak pekerja.

Tambahnya lagi, dia menginformasikan kalau timbunan yang dipakai disana ‘Urgan Pilihan’. Namun, yang dimaksud Urgan Pilihan bermacam-macam katanya, tergantung kualitas. Hanya saja, meskipun timbunan yang dipakai saat ini masih kategori kelas 3, bisa dimaklumi. Sebab, itu baru timbunan dasar. Yang jelasnya tegas Rahmat, timbunan diatasnya harus Tanah Campur pasir dan kerikil, denagan ketinggian 80 cm. Karena nantinya, masih akan di Uji LAB.

“Pada prinsipnya kami memang tidak menginginkan pihak kontraktor melakukan pekerjaan seperti itu. Harusnya Dia memperhatikan aspek sosial dan kondisi Masyarakat yang berada disekitarnya”, tegas Kadis (PU) Drs. Man Arfa M.Si di Ruang Kerjanya senin (13/8/2018).

Cuman tegasnya, kemarin kata Kadis, mereka tidak tahu. Andai kata kejadiannya diketahui dari awal, maka kejadian ini pasti tidak akan terjadi.

“Karena kami berharap dan memang berdasarkan perjanjian kontrak, pihak kontraktor harus penuhi kewajiban mereka dalam hal ini melakukan penyiraman”, geramnya.

Akan tetapi, dia juga berterimaksih terhadap salah satu Warga Desa Wumbubangka (Hasra) yang sudah mau dan berani membeberkan permaslahan ini ke publik. Sebab, menurutnya ini memang sangat fatal.

Begitu juga dengan Media (Wonuabombana.com) ucapnya. Dirinya sangat berterimasih atas pemberitaannya akhirnya pelanggaran yang tidak semestinya dilakukan kontraktor bisa diketuhui oleh Dinas terkait yakni (Dinas PU).

“Atas pemberitaan kemarin, saya langsung menelpon Sekretaris saya dan mengintruksiakan mencari siapa kontraktor pekerjaan itu. Dan harus turun langsung ke TKP. Alhasil, Sekretaris ditemani PPK sama UPK nya turun langsung dan menghentikan mobil sebelum dilakukan penyiraman”, ungkapnya.

Baca Juga : PT. Artha Mining Industry Selalu Didemo Warga, Begini Penjelasan Ketua DPRD

Dia juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Wumbubangka khususnya yang terkena dampak langsung dengan adanya kegiatan ini. Sebab, dirinyapun kaget kenapa kejadian seperti  itu dilapangan. Sementara, perjanjian kontraknya tidak sperti itu.

Hasra SKM yang juga tidak lain merupakan salahsatu Warga, (korban) menyampaikan terimakasih yang setinggi-tinghinya terhadap Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Tata Ruang Kota (PU) Kabupaten Bombana, Sultra.

Pasalnya, dimata Hasra, dia menilai kalau Kepala Dinas seperti inilah yang dibutuhkan Masyarakat. Sebab, beliau katanya Sigap, Tanggap, dan Pekah, atas apa yang menjadi keluhan masyarakat terkait dengan Dinasnya. Ini pencapaian yang luar biasa bilangnya.

Begitu juga dengan Babinkamtibmas Desa Wumbubangka. Menurutnya beliau pula sangat respon dengan keluhan Warga binaannya. Bahkan dia juga jelas Hasra, yang ikut menghentikan mobil untuk beroperasi kemarin.

Sebagai tambahan, penimbunan Jalan Produksi terletak di Desa Tembe, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sultra. Hanya saja tempat pemgambilan materialnya di tetangga Desa. Yakni Desa Wumbubangka.

Yang dikerjakan oleh (CV. CIPTA MANDIRI PRODUCTION). dan berita sebelumnya pengerjaan ini disebut ‘Jalan Usaha Tani’,. Namun, menurut penjelasan dari (Dinas PU), nama itu sudah tidak berlaku lagi. Dikarenakan, nama itu sudah diganti berdasarkan Momenklatur baru menjadi ‘Jalan Produksi’. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here