Beranda BOMBANA 10 Orang Guru Bombana di Sanksi, Bupati: Makanya, Jangan Malas Bekerja

10 Orang Guru Bombana di Sanksi, Bupati: Makanya, Jangan Malas Bekerja

624
0
H. Tafdil, SE.,MM., - Bupati Bombana
H. Tafdil, SE.,MM., - Bupati Bombana

WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Sebanyak 10 orang Guru di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), baru-baru ini mendapatkan sanksi. Yaitu tepatnya di Hari peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT R.I ke 73) 17 Agustus. Kesepuluh nama Guru yang dimaksud diumumkan dihadapan peserta upacara terkait kesalahan mereka (malas mengajar dan berkantor), tegas Sekretaris Daerah (Setda) Burhanuddin A. HS Noy kala itu.

Alhasil, penururan pangkat pun terjadi dimana itu dinilia agar ada efek jerah buat Aparatur Sipil Negara (ASN), yang lain di daerah tersebut.

Padahal, baru sebulan lalu 11 orang (ASN) diberikan sanksi (Sidang kode etik). ah sekarang, malah yang lebih berat dari kemarin, yakni penundaan pangkat selama setahun, bahkan ada yang lebih parah, 1 orang oknum Guru yang mendapatkan sanksi berat, pasalnya penundaan pangkat selama 3 tahun.

“Mereka diberikan sanksi sebab, menabrak aturan pemerintah Nomor 53 tahun 2010 ketentuan pasal 9 dan 10 tentang pelanggaran kode etik pegawai berdasarkan perbub Nomor 61 tahun 2013”, tegas Buhanuddin (Sekda Bombana) usai membacakan sanksi kesepuluh oknum Guru.

Tegasnya lagi, bahkan kedepannya bila (ASN) masih malas bekerja, dan enggan mengikuti kedisiplinan pegawai, ‘Pemecatan’ bisa saja terjadi.

Sementra ditempat terpisah pada saat usai menggelar Tabligh Akbar dan syukuran program Gembira 2, Dimana untuk diketahui Bupati Bombana H.Tafdil S.E MM., merupakan Bupati yang memasuki 2 periode. Namun, nama programanya tetap sama, yakni program Gembira.

BACA JUGA :  Tabligh Akbar di Poleang, Bupati Menyampaikan Beberapa Poin Penting

Saat diminta tanggapannya terkait sanksi ke 10 orang oknum Guru kemarin, Bupati (H.Tafdil) juga menyampaikan hal yang sama.

“Silahkan bercoloteh atau apa, yang terpenting laksanakan tugas dulu. Kalau hanya bercoloteh tidak melaksanakan tugas, tetap saya sanksi. Ya, karena intinya yang saya nilai adalah pekerjaanya mereka”, tegasnya usai menyampaikan sambutan pada saat Tabligh Akbar di Masjid Raya Boepinang (Kec. Poleang Induk) rabu malam 22/8/2018.

Sambung dia, sebab kalau tidak bekerja katanya, yang dirugikan adalah Masyarakat. “Kita makan gaji buta namanya. Dan semua proses itu sudah prosedural semua. Bahkan bila yang melaksanakan prosedural salah, saya sanksi juga”, tambahnya lagi.

Bupati 2 periode ini pun mengklaim bila sanksi yang diberikan terhadap 10 orang Guru kemarin masih sangat bijak.

” Kita ini masih bijaklah. TNI POLRI saja kalau selama 23 hari saja tidak masuk kantor, buka baju. Tapi kita, berbulan-bulan tetap tidak pecat juga, hanya penurunan pangkat saja. Sementara kalau mau mengikuti aturan main (PNS) yang sebenarnya, 46 hari tidak masuk kantor, pecat. Nah ini, bisa dibayangkan sejak November 2017 sampai sekarang tidak masuk kantor. Tapi,  disini kami hanya berikan sanksi. Kalau ikuti aturan, semuanya sudah kami pecat”, pungkasnya.

Adapun menyangkut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, saat ditemui diruang kerjanya, selasa 21/8, Abd. Rauf Abidin, enggan memberikan komentar. Dia hanya memilih untuk diam. (w/b)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here